UNSUNS

PRIMA: Journal of Community Empowering and ServicesPRIMA: Journal of Community Empowering and Services

Wilayah Subak Balangan dan Subak Uma Tegal di Desa Kuwum, Bali, mengalami krisis air yang telah berlangsung hampir dua dekade. Permasalahan utama meliputi ketergantungan terhadap air irigasi dari subak hulu yang memicu konflik pemanfaatan, kerusakan jaringan saluran irigasi, serta dampak perubahan iklim yang menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan air, khususnya pada musim kemarau. Hal ini menyebabkan terhentinya aktivitas pertanian secara signifikan, menurunkan produktivitas dan ketahanan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembangunan embung sebagai solusi konservasi air berbasis water harvesting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, focus group discussion (FGD) bersama petani, serta implementasi program pembangunan embung kecil dengan sistem geomembran yang dilapisi geotekstil untuk ketahanan struktur dan perlindungan lapisan dasar tanah. Proses pembangunan diawali dengan pembersihan lahan, penggalian, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan geomembran dan geotekstil secara sistematis. Selain konstruksi fisik, dilakukan pula kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai perawatan embung serta penerapan teknologi cubang (lubang resapan air) sebagai pelengkap sistem konservasi. Hasil menunjukkan bahwa embung berfungsi efektif dalam menampung air hujan, menyediakan cadangan air pada musim kemarau, dan mengurangi potensi konflik perebutan air. Embung ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam pengelolaan air secara kolektif dan berkelanjutan. Kunci keberhasilan program ini adalah keterlibatan aktif masyarakat, pemanfaatan teknologi sederhana namun tepat guna, serta pendekatan berbasis kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya air di kawasan Subak.

Subak Balangan dan Uma Tegal telah menghadapi krisis air berkepanjangan akibat infrastruktur irigasi yang tidak memadai dan konflik sumber air.Pembangunan embung menggunakan geomembran terbukti efektif sebagai solusi konservasi air, berhasil menampung air hujan untuk irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian, dan kesejahteraan masyarakat.Keberlanjutan fungsi embung sangat bergantung pada pengelolaan yang baik, pemantauan kualitas air, mitigasi dampak lingkungan, serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada aspek keberlanjutan dan optimalisasi embung yang lebih mendalam. Pertama, penting untuk mengkaji secara komprehensif bagaimana kualitas air di dalam embung geomembran berubah seiring waktu, terutama dengan mempertimbangkan dampak dari berbagai aktivitas pertanian dan penggunaan lahan di sekitarnya. Hal ini dapat melibatkan studi tentang metode filtrasi alami atau teknologi sederhana yang dapat diintegrasikan untuk menjaga air tetap bersih dan aman, tidak hanya untuk irigasi tetapi juga potensi penggunaan lain oleh masyarakat. Selanjutnya, studi dapat meneliti dampak lingkungan jangka panjang dari pembangunan embung berlapis geomembran terhadap ekosistem lokal, seperti keanekaragaman hayati mikroorganisme air atau kesehatan tanah di area sekitar. Pertanyaan penelitian bisa mencakup bagaimana desain embung dapat diadaptasi untuk lebih mendukung fungsi ekologis sambil tetap efisien dalam menampung air. Terakhir, ada peluang besar untuk mengeksplorasi integrasi teknologi inovatif dan energi terbarukan, seperti pompa bertenaga surya, dalam sistem pengelolaan embung di Subak. Penelitian ini bisa mengevaluasi efisiensi operasional, kelayakan ekonomi bagi petani, serta potensi pengurangan jejak karbon, sekaligus melihat bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan distribusi air dan meminimalisir ketergantungan pada sumber energi konvensional. Dengan demikian, kita bisa memastikan embung tidak hanya menjadi solusi darurat, tetapi juga model pengelolaan air yang adaptif dan berkelanjutan untuk masa depan.

  1. KENSEP TRI HITA KARANA MENJAGA EKSISTENSI SUBAK DARI ANCAMAN ALIH FUNGSI LAHAN | Jaya | VIDYA SAMHITA... ejournal.ihdn.ac.id/index.php/vs/article/view/2430KENSEP TRI HITA KARANA MENJAGA EKSISTENSI SUBAK DARI ANCAMAN ALIH FUNGSI LAHAN Jaya VIDYA SAMHITA ejournal ihdn ac index php vs article view 2430
  2. Pemanfaatan Embung sebagai Sumber Air pada Subak Balangan dan Uma Tegal dalam Menghadapi Krisis Air |... jurnal.uns.ac.id/prima/article/view/87668Pemanfaatan Embung sebagai Sumber Air pada Subak Balangan dan Uma Tegal dalam Menghadapi Krisis Air jurnal uns ac prima article view 87668
Read online
File size482.06 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test