UNISKAUNISKA

Manajemen Agribisnis: Jurnal AgribisnisManajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis

Ketersediaan benih bermutu sangat strategis karena merupakan kunci utama untuk mencapai keberhasilan dalam usaha budidaya hortikultura. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis . Penelitian menggunakan metode kualitatif. Objek penelitian adalah pelaksanaan model kemitraan pembenihan hortikultura yang dilakukan oleh CV. Aura Seed Indonesia, Kediri. Subyek penelitian adalah karyawan CV. Aura Seed Indonesia, Kediri, kelompok tani pelaksana kemitraan pembenihan, dan stakeholder dengan jumlah informan 10 orang. Data penelitian diperoleh dengan teknik wawancara mendalam, observasi, FGD (Fokus Discusion Group), maupun dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kemitraan pembenihan hortikultura yang sesuai dengan kebutuhan petani di Kabupaten Kediri adalah Kemitraan Kerjasama Operasional, dengan pemberian stimulus.

Kesimpulan Model kemitraan pembenihan hortikultura yang sesuai dengan kebutuhan petani di Kabupaten Kediri, berdasarkan hasil penelitian, model yang diterapkan oleh CV.Aura Seed Indonesia, yaitu Kemitraan Kerjasama Operasional, dengan pemberian stimulus.(2) Penyediaan Biaya Usaha (Cost Of Living).(4) Adanya kepastian jual produk benih hortikultura diatas 5 % dari harga pasaran.dan (5) Peningkatan kapasitas SDM petani melalui proses pembelajaran berkelanjutan, walaupun dalam pelaksanaannya belum optimal.

Berdasarkan hasil penelitian, model kemitraan pembenihan hortikultura yang sesuai dengan kebutuhan petani di Kabupaten Kediri adalah Kemitraan Kerjasama Operasional dengan pemberian stimulus. Agar kedepannya, perlu diperluas wilayah dan jumlah petani mitra ditingkatkan. Selain itu, penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi dalam memperkenalkan dan memanfaatkan teknologi di sektor pertanian. Kelembagaan yang kuat, seperti kelompok tani atau nelayan, akan mempermudah akses terhadap pembelajaran teknologi baru, pembiayaan, dan peningkatan produksi. Terakhir, perlu memperluas kerjasama antara kelompok tani atau nelayan dengan sektor swasta atau industri, dengan memastikan bantuan tidak hanya berupa alat pertanian, tetapi juga pendampingan berkelanjutan dan transfer teknologi.

Read online
File size140.99 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test