JURNALPERIKANANKAMASANJURNALPERIKANANKAMASAN

Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional ServicesJurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status populasi kepiting bakau (Scylla sp.) di perairan muara Sungai Kalibumi, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kajian dilakukan melalui analisis distribusi frekuensi lebar karapas, parameter pertumbuhan, mortalitas, dan tingkat eksploitasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan fisher‑based survey, yaitu pendekatan yang melibatkan nelayan lokal dalam pengambilan data biologi perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai panjang asimtotik (L∞) jantan dan betina sama, yaitu 162,75 mm. Namun, nilai koefisien pertumbuhan (K) berbeda, dengan jantan sebesar 1,10 dan betina 1,50, yang menunjukkan bahwa kepiting betina memiliki laju pertumbuhan lebih cepat. Umur teoritis pada panjang nol (t₀) adalah –0,260 untuk jantan dan –0,421 untuk betina. Angka kematian alami (M) jantan sebesar 1,20 dan akibat penangkapan (F) sebesar 4,08, sedangkan pada betina M sebesar 1,47 dan F sebesar 5,20. Tingkat eksploitasi (E) mencapai 0,77 untuk jantan dan 0,78 untuk betina, yang mengindikasikan terjadinya over‑exploitation.

Penelitian ini menunjukkan bahwa populasi kepiting bakau (Scylla sp.) di muara Sungai Kalibumi didominasi oleh individu betina berukuran kecil, dengan laju pertumbuhan lebih cepat, mortalitas lebih tinggi, dan tingkat eksploitasi (E) melebihi ambang optimal, menandakan adanya over‑eksploitasi.Oleh karena itu, diperlukan penerapan ukuran minimum tangkap sesuai Permen KP No.12 Tahun 2020, pembatasan jumlah alat tangkap, serta rehabilitasi habitat mangrove untuk menjaga keberlanjutan stok.Penelitian lanjutan disarankan untuk menyelidiki aspek reproduksi, musim pemijahan, dan dinamika populasi musiman sebagai dasar kebijakan perikanan berbasis ekosistem.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki keragaman genetik populasi Scylla sp. di wilayah Papua untuk memahami tingkat konektivitas antar populasi dan implikasinya terhadap strategi pemulihan. Selain itu, diperlukan evaluasi efektivitas penerapan ukuran minimum tangkap melalui pemantauan berbasis nelayan dan partisipasi komunitas, guna menilai kepatuhan dan dampaknya terhadap stok kepiting. Selanjutnya, model simulasi dampak restorasi mangrove terhadap rekrutmen kepiting bakau dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan perubahan iklim, sehingga memberikan rekomendasi adaptif bagi pengelolaan perikanan berkelanjutan di ekosistem estuari.

  1. Population dynamics of mud crab, Scylla olivacea (Herbst, 1796) from the Sundarbans of Bangladesh - Sakib... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/aff2.42Population dynamics of mud crab Scylla olivacea Herbst 1796 from the Sundarbans of Bangladesh Sakib onlinelibrary wiley doi 10 1002 aff2 42
  2. Analisis Pertumbuhan dan Mortalitas Kepiting Bakau (Scylla spp.) di Perairan Kendal, Jawa Tengah | Rini... doi.org/10.14710/jpl.2023.60860Analisis Pertumbuhan dan Mortalitas Kepiting Bakau Scylla spp di Perairan Kendal Jawa Tengah Rini doi 10 14710 jpl 2023 60860
  3. Pendugaan Parameter Biologi Kepiting Bakau (Scylla sp) di Muara Sungai Kalibumi Distrik Nabire Barat... jurnalperikanankamasan.com/index.php/jpk/article/view/77Pendugaan Parameter Biologi Kepiting Bakau Scylla sp di Muara Sungai Kalibumi Distrik Nabire Barat jurnalperikanankamasan index php jpk article view 77
Read online
File size473.34 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test