UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas andalan bagi masyarakat di Kabupaten Bulungan. Meningkatnya permintaan terhadap kepiting bakau menyebabkan semakin tingginya penangkapan kepiting di alam. Jika tidak diimbangi dengan usaha budidaya yang ramah lingkungan maka dimasa mendatang akan terjadi penurunan populasi. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menghidupkan usaha budidaya kepiting bakau yang berkelanjutan di Kalimantan Utara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Liagu Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan. Kegiatan pengabdian masyarakat meliputi: 1. Diskusi dengan stakeholder tentang potensi lokal dan kegiatan pengembangan usaha kepiting bakau yang sedang berlangsung; 2. Sosialisasi teknologi pengembangan diversifikasi usaha budidaya kepiting bakau. Pada Desa Liagu, sistem budidaya yang ada hanya kegiatan pembesaran kepiting dengan sistem tradisional di tambak dengan budidaya tanpa pemberian pakan. Potensi usaha yang dapat dikembangkan di desa ini antara lain; penggemukan, pembesaran dan budidaya kepiting soka.

Budidaya kepiting bakau di Desa Liagu belum optimal karena hanya terfokus pada satu kegiatan, yaitu pembesaran kepiting bakau.Usaha budidaya kepiting bakau berpotensi untuk dikembangkan menjadi beberapa kegiatan, seperti pembesaran, penggemukan, dan budidaya kepiting soka.Dengan pengelolaan lahan dan pemberian pakan alami yang sesuai kebutuhan, budidaya kepiting di Desa Liagu dapat memberikan hasil yang berkelanjutan di masa mendatang.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas pemberian pakan tambahan non-ekonomis secara teratur terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau di tambak tradisional, untuk mengetahui komposisi dan frekuensi pemberian yang optimal. Kedua, sebaiknya dikaji potensi pengembangan sistem budidaya kepiting soka dari hasil penetasan alami atau semi-alami di tambak lokal, untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomis dalam skala komunitas. Ketiga, perlu diteliti integrasi antara pengelolaan hutan mangrove dengan sistem budidaya kepiting di tambak tradisional, untuk memahami bagaimana konservasi ekosistem dapat mendukung produktivitas budidaya secara berkelanjutan. Studi-studi ini dapat membantu meningkatkan hasil budidaya, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi nelayan secara berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengevaluasi dampak sosial dan ekonomi dari diversifikasi usaha budidaya terhadap ketahanan komunitas pesisir. Pendekatan holistik yang menggabungkan aspek ekologi, teknologi budidaya, dan kesejahteraan masyarakat sangat penting untuk mengembangkan model pengabdian yang berkelanjutan. Dengan demikian, intervensi tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan. Penelitian lanjutan juga bisa mengeksplorasi peran perempuan dan generasi muda dalam rantai nilai budidaya kepiting. Akhirnya, perlu dikaji model kemitraan antara petambak, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk penguatan kapasitas dan akses pasar. Semua ini akan mendukung transformasi dari budidaya konvensional menuju sistem akuakultur berkelanjutan di wilayah pesisir terdampak.

Read online
File size213.49 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test