STPMATARAMSTPMATARAM

Journal Of Responsible TourismJournal Of Responsible Tourism

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen 4A (Attractions, Accessibility, Amenities, dan Ancillary) pada daya tarik wisata Goa Bangkang yang berlokasi di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek attraction Goa Bangkang memiliki keunikan berupa keberadaan ribuan kelelawar, panorama alam, dan potensi wisata edukasi. Dari sisi accessibility, lokasi Goa dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan mudah diakses kendaraan, namun masih minim rambu petunjuk arah serta transportasi umum. Pada aspek amenities, fasilitas dasar seperti area parkir, restoran, akomodasi, warung lokal, dan pemandu telah tersedia, tetapi fasilitas penunjang seperti ATM, klinik, dan toko cinderamata masih terbatas. Sedangkan aspek ancillary, pengelolaan dilakukan oleh pihak yang ditunjuk dan digaji oleh pemilik lahan untuk menjaga serta mengelola Goa secara mandiri dengan dukungan terbatas dari pemerintah dan lembaga pariwisata. Kesimpulannya, Goa Bangkang memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata, namun perlu penguatan fasilitas, promosi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan agar dapat berkembang secara optimal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Goa Bangkang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan edukasi yang mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Lombok Tengah.Pengembangan destinasi ini memerlukan peningkatan fasilitas, promosi digital, dan dukungan kelembagaan yang terintegrasi.Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pengelola menjadi kunci keberlanjutan destinasi berbasis alam ini.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak ekonomi pariwisata Goa Bangkang terhadap masyarakat Desa Prabu, termasuk analisis kontribusi terhadap pendapatan dan lapangan kerja. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan strategi promosi digital yang efektif untuk meningkatkan visibilitas Goa Bangkang di pasar wisatawan domestik dan mancanegara, dengan mempertimbangkan tren media sosial dan platform pemasaran online. Ketiga, penting untuk mengkaji model pengelolaan pariwisata partisipatif yang melibatkan peran aktif Pokdarwis dan masyarakat setempat dalam perencanaan, pengembangan, dan pengawasan destinasi, guna memastikan keberlanjutan lingkungan dan sosial ekonomi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang komprehensif bagi pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi pariwisata Goa Bangkang dan mewujudkan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Lombok Tengah.

  1. Peran Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam Pengembangan Desa Wisata | Salsabila | Jurnal Kajian Ruang.... jurnal.unissula.ac.id/index.php/kr/article/view/29524Peran Kelompok Sadar Wisata POKDARWIS dalam Pengembangan Desa Wisata Salsabila Jurnal Kajian Ruang jurnal unissula ac index php kr article view 29524
Read online
File size438.11 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test