UNIBUNIB

Jurnal EngganoJurnal Enggano

Kebutuhan masyarakat menuntut kemajuan ilmu pengetahuan di dalam segala bidang, terutama di bidang kelautan dan perikanan. Hal ini sesuai dengan kebutuhan manusia akan sumberdaya alam yang terkandung di laut. Kebutuhan manusia ini dapat dipermudah dengan menggunakan pemetaan. Pemetaan merupakan bagian terpenting dari seluruh proses implementasi kebijakan produk survei pemetaan seperti peta, profil melintang, profil memanjang, galian dan timbunan dalam format digital. Saat ini, kemajuan teknologi pemetaan sudah menggunakan jasa satelit karena lebih cepat dan biayanya murah, contohnya satelit Landsat dan QuickBird. Dalam pemetaan juga dikenal istilah penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG).

Kemajuan teknologi pemetaan telah berkembang sangat pesat, ditandai dengan peluncuran satelit Landsat pada tahun 1972, Ikonos pada 1995, dan QuickBird pada 2001 yang memiliki resolusi spasial tinggi.Pemanfaatan satelit memungkinkan pemetaan di Indonesia dilakukan secara lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah.Teknologi ini sangat efektif untuk mendukung pemetaan sumber daya alam di wilayah pesisir dan laut yang sulit dijangkau secara konvensional.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengembangkan algoritma pemrosesan citra satelit yang lebih akurat dalam mengidentifikasi jenis ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang di wilayah perairan dangkal Indonesia. Kedua, sebaiknya dilakukan studi pemantauan perubahan tutupan ekosistem pesisir secara temporal menggunakan citra satelit resolusi tinggi dalam rentang waktu lebih dari dua dekade untuk melihat tren degradasi dan upaya restorasinya. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas integrasi teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dalam perencanaan tata ruang laut daerah, termasuk analisis kesesuaian lokasi untuk konservasi dan aktivitas ekonomi pesisir. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan dalam artikel yang menyebutkan manfaat satelit dalam pemetaan, namun belum membahas secara mendalam akurasi deteksi ekosistem, dinamika perubahan wilayah, maupun aplikasi dalam perencanaan kebijakan spasial. Dengan demikian, hasil penelitian lanjutan dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi pengelolaan sumber daya pesisir yang lebih berkelanjutan.

Read online
File size100.06 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test