STAI IUSTAI IU
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAMTABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAMDalam penerapannya, suatu visi tidak hanya diterapkan pada kurikulum yang berjalan namun juga pada keseharian di sekolah atau disebut budaya sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi konsep spiritual paradigm dalam menguatkan budaya sekolah pada Kelas VII SMP Raudlatul Jannah Sidoarjo serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Departemen Pendidikan dan Pengembangan Yayasan, Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan/Humas, Koordinator Jenjang Kelas dan Wali Kelas VII. Sedangkan teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Konsep spiritual paradigm sebagai visi merupakan pengintegrasian antara pendidikan dengan dimensi spiritual dalam Agama Islam dengan tujuan untuk meningkatkan aqidah siswa melalui pemahaman dan pengamalan al-Quran dan Hadis. Nilai spiritual yang diajarkan berupa sistematika 4B yang meliputi beriman, beradab, berilmu dan beramal (2) Spiritual paradigm menguatkan budaya sekolah siswa kelas VII SMP Raudlatul Jannah diantaranya dilaksanakan melalui kegiatan MPLS, pembiasaan, pengawasan dan suri tauladan. (3) Faktor penghambat dalam penerapan spiritual paradigm dalam menguatkan budaya sekolah siswa Kelas VII SMP Raudlatul Jannah yaitu kurangnya motivasi guru, terbatasnya waktu pembelajaran, kurangnya kesadaran siswa, perkembangan teknologi dan metode pembelajaran yang monoton. Solusi yang sudah diterapkan yaitu sinergi antara para guru, konsistensi, sarana prasarana yang memadai dan dukungan dari orang tua.
Penerapan spiritual paradigm di SMP Raudlatul Jannah bertujuan mengintegrasikan pendidikan dengan dimensi spiritual Islam.Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Jannah merancang proses pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademis, tetapi juga memperkuat aqidah, keyakinan, dan keimanan siswa.Melalui pemahaman dan pengamalan Al-Quran dan Hadis, siswa diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai spiritual yang terbagi menjadi spiritual knowing, spiritual feeling, dan spiritual doing/acting.Implementasi nilai-nilai tersebut dituangkan dalam konsep 4B, yakni beriman, beradab, berilmu, dan beramal, yang menjadi pedoman bagi siswa untuk menjalani kehidupan sehari-hari.Penerapan spiritual paradigm ini berperan besar dalam memperkuat budaya sekolah.Semua aspek budaya di SMP Raudlatul Jannah—baik dari segi norma, aturan, maupun kebijakan—didasarkan pada nilai-nilai spiritual.Penerapan ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan seperti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pembiasaan harian, pengawasan, serta keteladanan dari guru.Budaya sekolah yang terbentuk dari integrasi spiritual ini membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan karakter siswa yang berakhlak mulia.Namun, terdapat beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaan spiritual paradigm, terutama pada siswa kelas VII.Beberapa kendala yang dihadapi meliputi rendahnya motivasi guru, terbatasnya waktu pembelajaran, kurangnya kesadaran siswa, serta perkembangan teknologi yang mempengaruhi metode pengajaran.Solusi yang diterapkan untuk mengatasi tantangan ini meliputi sinergi antara guru, konsistensi dalam penerapan nilai-nilai spiritual, penyediaan sarana prasarana yang mendukung, serta dukungan yang kuat dari orang tua.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperkuat implementasi spiritual paradigm dalam menguatkan budaya sekolah. Pertama, perlu dilakukan evaluasi dan penguatan terhadap motivasi guru dalam menerapkan spiritual paradigm. Guru dengan motivasi yang tinggi akan lebih berkomitmen dan konsisten dalam mengintegrasikan dimensi spiritual dalam proses pembelajaran. Kedua, penting untuk mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Metode pembelajaran yang menarik dan interaktif dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap spiritual paradigm. Ketiga, perlu ada upaya untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya spiritual paradigm dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan pembiasaan, pengawasan, dan suri tauladan yang lebih intensif. Dengan demikian, siswa akan lebih memahami dan menginternalisasi nilai-nilai spiritual dalam budaya sekolah. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada dampak penerapan spiritual paradigm terhadap prestasi akademik dan non-akademik siswa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana spiritual paradigm mempengaruhi perkembangan karakter, perilaku, dan prestasi siswa secara keseluruhan.
- PERAN GURU DAN BUDAYA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA | QATHRUNÂ. peran guru budaya sekolah... jurnal.uinbanten.ac.id/index.php/qathruna/article/view/3536PERAN GURU DAN BUDAYA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA QATHRUNyC peran guru budaya sekolah jurnal uinbanten ac index php qathruna article view 3536
- Budaya Sekolah pada Pembentukan Karakter Religiusitas pada Siswa Sekolah Dasar | Jurnal Obsesi : Jurnal... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/3042Budaya Sekolah pada Pembentukan Karakter Religiusitas pada Siswa Sekolah Dasar Jurnal Obsesi Jurnal obsesi index php obsesi article view 3042
- Visi Dan Misi Menurut Fred R. David Dalam Perspektif Pendidikan Islam | Evaluasi : Jurnal Manajemen Pendidikan... doi.org/10.32478/evaluasi.v4i1.356Visi Dan Misi Menurut Fred R David Dalam Perspektif Pendidikan Islam Evaluasi Jurnal Manajemen Pendidikan doi 10 32478 evaluasi v4i1 356
| File size | 697.7 KB |
| Pages | 27 |
| DMCA | Report |
Related /
STAI IUSTAI IU Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Program pembiasaan berinfaq yang dilaksanakan setiap hari KamisAnalisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Program pembiasaan berinfaq yang dilaksanakan setiap hari Kamis
STAI IUSTAI IU Hal ini menjadi pertimbangan dalam mendidik dan membentuk kepribadian anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaranHal ini menjadi pertimbangan dalam mendidik dan membentuk kepribadian anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam nilai-nilai yang tidak sesuai dengan ajaran
STAIDAPONDOKKREMPYANGSTAIDAPONDOKKREMPYANG 9 Tahun 1975 tentang perselisihan terus‑menerus dan ketidakmungkinan rekonsiliasi sebagai dasar utama pemberian perceraian. Penelitian menunjukkan bahwa9 Tahun 1975 tentang perselisihan terus‑menerus dan ketidakmungkinan rekonsiliasi sebagai dasar utama pemberian perceraian. Penelitian menunjukkan bahwa
STAIDAPONDOKKREMPYANGSTAIDAPONDOKKREMPYANG Namun, beberapa keluarga berhasil mengatasi dampak tersebut dengan strategi adaptasi seperti komunikasi terbuka, negosiasi batasan penggunaan game, penguatanNamun, beberapa keluarga berhasil mengatasi dampak tersebut dengan strategi adaptasi seperti komunikasi terbuka, negosiasi batasan penggunaan game, penguatan
STAI IUSTAI IU Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, artikel ini menguraikan strategi-strategi adaptif yang dapat diterapkan oleh lembaga pendidikanMelalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, artikel ini menguraikan strategi-strategi adaptif yang dapat diterapkan oleh lembaga pendidikan
STAI IUSTAI IU Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan proses reduksi, penyajian data, dan penarikanPengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan proses reduksi, penyajian data, dan penarikan
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Rasio Gini dan PDRBTerdapat beberapa faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Rasio Gini dan PDRB
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Hasil dari proses analisis yang penulis lakukan pada lirik lagu “Asmalibrasi karya Soegi Bornean menghasilkan kesimpulan bahwa, diksi konotasi sangatHasil dari proses analisis yang penulis lakukan pada lirik lagu “Asmalibrasi karya Soegi Bornean menghasilkan kesimpulan bahwa, diksi konotasi sangat
Useful /
STAI IUSTAI IU Namun, aspek etika dan moral agama serta keterampilan berpikir kritis agama masih perlu perhatian lebih lanjut. Ketiga, dalam konteks pendidikan karakter,Namun, aspek etika dan moral agama serta keterampilan berpikir kritis agama masih perlu perhatian lebih lanjut. Ketiga, dalam konteks pendidikan karakter,
STAI IUSTAI IU Evaluasi harus dilakukan secara tepat, cermat, dan akuntabel, mengikuti prinsip-prinsip seperti keterpaduan, kelengkapan, kesinambungan, obyektifitas,Evaluasi harus dilakukan secara tepat, cermat, dan akuntabel, mengikuti prinsip-prinsip seperti keterpaduan, kelengkapan, kesinambungan, obyektifitas,
STAI IUSTAI IU Penilaian kinerja guru adalah proses yang menilai setiap butir tugas utama guru guna mendukung pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatan, serta memahamiPenilaian kinerja guru adalah proses yang menilai setiap butir tugas utama guru guna mendukung pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatan, serta memahami
STAI IUSTAI IU Keberhasilan implementasi ini didukung oleh komitmen guru, dukungan kepala sekolah, partisipasi aktif siswa, dan kerja sama orang tua, namun masih dihadapkanKeberhasilan implementasi ini didukung oleh komitmen guru, dukungan kepala sekolah, partisipasi aktif siswa, dan kerja sama orang tua, namun masih dihadapkan