NASETJOURNALNASETJOURNAL
Natural Sciences Engineering and Technology JournalNatural Sciences Engineering and Technology JournalGray mold yang disebabkan oleh jamur necrotrofik Botrytis cinerea merupakan penyakit yang merusak produksi tomat secara global, sehingga memerlukan strategi pengendalian yang berkelanjutan dan efektif. Biostimulant berbasis tumbuhan menawarkan alternatif ramah lingkungan terhadap fungisida sintetis dengan cara meningkatkan sistem kekebalan alami tanaman. Penelitian ini, yang dilakukan di fasilitas rumah kaca Palembang, Indonesia, mengevaluasi efektivitas biostimulant baru (PDB-MX7), gabungan ekstrak Ascophyllum nodosum dan Moringa oleifera, dalam mengendalikan gray mold pada tomat (Solanum lycopersicum L. cv. Mutiara). Tanaman tomat diperlakukan dengan PDB-MX7 kemudian diinokulasi dengan isolat B. cinerea yang virulen. Parameter perkembangan penyakit, pertumbuhan tanaman, serta mekanisme pertahanan diukur, meliputi penanda stres oksidatif (H₂O₂, MDA), aktivitas enzim pertahanan utama (PAL, PPO, SOD, CAT), akumulasi fitohormon pertahanan (asam salisilat, asam jasmonat), dan ekspresi gen terkait patogenesis (PR-1, PDF1.2) melalui RT‑qPCR. Pretreatment dengan PDB-MX7 secara signifikan menurunkan keparahan penyakit gray mold sebesar 76,4% dan diameter lesi sebesar 71,8% dibandingkan tanaman kontrol yang tidak diperlakukan. Efek perlindungan ini berkaitan dengan priming signifikan pada sistem pertahanan tanaman. Tanaman yang diperlakukan PDB-MX7 menunjukkan kadar H₂O₂ dan MDA yang lebih rendah saat terinfeksi, menandakan pengurangan stres oksidatif. Selanjutnya, tanaman tersebut memperlihatkan induksi cepat dan kuat aktivitas PAL dan PPO (3,1‑ dan 2,8‑fold lebih tinggi dibanding kontrol pada 48 hpi). Hal ini didukung oleh akumulasi asam salisilat yang signifikan serta upregulasi gen respons SA (PR-1) lebih dari 5‑fold, menunjukkan aktivasi Systemic Acquired Resistance (SAR). Kesimpulannya, PDB-MX7 memberikan perlindungan substansial terhadap B. cinerea pada tomat dengan mempriming imunitas innate tanaman, terutama melalui aktivasi jalur SAR yang dimediasi SA. Penelitian ini menyoroti potensi PDB‑MX7 sebagai alat efektif untuk program manajemen terpadu hama dalam budidaya tomat berkelanjutan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi PDB‑MX7 secara signifikan mengurangi keparahan penyakit gray mold pada tomat hingga 76,4% dan memperkecil diameter lesi sebesar 71,8% dibandingkan kontrol tanpa perlakuan.Perlakuan PDB‑MX7 memicu priming sistem pertahanan tanaman, yang ditandai dengan penurunan kadar H₂O₂ dan MDA serta peningkatan aktivitas enzim pertahanan (PAL, PPO) dan akumulasi asam salisilat, sehingga mengaktifkan jalur Systemic Acquired Resistance (SAR) yang dimediasi SA.Selain meningkatkan ketahanan terhadap patogen, PDB‑MX7 juga memperbaiki pertumbuhan tanaman, menunjukkan potensi sebagai agen biostimulant yang berkelanjutan untuk manajemen terpadu hama pada budidaya tomat.
Penelitian lanjutan dapat menyelidiki apakah formulasi PDB‑MX7 efektif dalam kondisi lapangan yang berbeda, seperti pada varietas tomat lain dan iklim tropis atau subtropis, untuk menilai konsistensi perlindungan terhadap gray mold. Selanjutnya, dapat dipertanyakan bagaimana kombinasi PDB‑MX7 dengan mikroorganisme menguntungkan, misalnya mikoriza atau bakteri pengikat nitrogen, mempengaruhi aktivasi jalur pertahanan dan pertumbuhan tanaman, serta apakah sinergi tersebut meningkatkan produktivitas secara signifikan. Akhirnya, studi dapat mengeksplorasi efek PDB‑MX7 pada patogen tanaman lain, seperti Phytophthora atau virus, untuk menentukan apakah biostimulant ini memiliki spektrum perlindungan yang luas dan dapat menjadi solusi terpadu dalam agroekologi modern.
| File size | 1.97 MB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
ITSCIENCEITSCIENCE Salim Alkatiri Provinsi Maluku Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan mixed methods dengan pendekatan Sequential Explanatory, diawali perhitungan WISNSalim Alkatiri Provinsi Maluku Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan mixed methods dengan pendekatan Sequential Explanatory, diawali perhitungan WISN
ITSCIENCEITSCIENCE Analisis data dilakukan menggunakan uji independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kondisiAnalisis data dilakukan menggunakan uji independent t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kondisi
ITSCIENCEITSCIENCE Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai penggunaan aromaterapi dalam menurunkan gejala depresi dan kecemasan pada ibu postpartum.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai penggunaan aromaterapi dalam menurunkan gejala depresi dan kecemasan pada ibu postpartum.
ITSCIENCEITSCIENCE Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain true experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Populasi penelitianMetode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain true experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian
ITSCIENCEITSCIENCE Penelitian ini juga menguatkan pendekatan bahwa pendidikan seksual pada anak usia dini sebaiknya disampaikan secara interaktif, kontekstual, dan sesuaiPenelitian ini juga menguatkan pendekatan bahwa pendidikan seksual pada anak usia dini sebaiknya disampaikan secara interaktif, kontekstual, dan sesuai
ITSCIENCEITSCIENCE Penelitian dilaksanakan pada periode 20 Februari–15 Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bedong Chibeb lebih baik dalam mendukungPenelitian dilaksanakan pada periode 20 Februari–15 Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bedong Chibeb lebih baik dalam mendukung
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjalankan dan mengembangkan usaha karena tujuan yang sama yaitu untuk meningkatkan kesejahteraanLaki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjalankan dan mengembangkan usaha karena tujuan yang sama yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA 75 mL/perangkap, 1. 5 mL/perangkap dan 2 mL/perangkap. Sementara faktor kedua adalah ketinggian perangkap yang terdiri dari: 90 cm, 100 cm, dan 110 cm.75 mL/perangkap, 1. 5 mL/perangkap dan 2 mL/perangkap. Sementara faktor kedua adalah ketinggian perangkap yang terdiri dari: 90 cm, 100 cm, dan 110 cm.
Useful /
ITSCIENCEITSCIENCE Pemberian ASI eksklusif adalah intervensi kesehatan yang paling efektif untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas bayi. Cakupan ASI eksklusif di KabupatenPemberian ASI eksklusif adalah intervensi kesehatan yang paling efektif untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas bayi. Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten
ITSCIENCEITSCIENCE Analisis data menggunakan Uji-T (T-Test). Simpulan menunjukkan anemia kit efektif meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku (p < 0,05) ibu hamil terhadapAnalisis data menggunakan Uji-T (T-Test). Simpulan menunjukkan anemia kit efektif meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku (p < 0,05) ibu hamil terhadap
NASETJOURNALNASETJOURNAL Kami membandingkan kinerja Persamaan Kumpulan Kohort ACC/AHA (PCE) dengan beberapa model pembelajaran mesin (Regresi Logistik, Random Forest, XGBoost)Kami membandingkan kinerja Persamaan Kumpulan Kohort ACC/AHA (PCE) dengan beberapa model pembelajaran mesin (Regresi Logistik, Random Forest, XGBoost)
NASETJOURNALNASETJOURNAL Hal ini setara dengan hasil tinggi sebesar 0,28 g PHB per gram gula yang dikonsumsi. Secara signifikan, PHB yang dihasilkan memperlihatkan berat molekulHal ini setara dengan hasil tinggi sebesar 0,28 g PHB per gram gula yang dikonsumsi. Secara signifikan, PHB yang dihasilkan memperlihatkan berat molekul