NASETJOURNALNASETJOURNAL

Natural Sciences Engineering and Technology JournalNatural Sciences Engineering and Technology Journal

Perkembangan urbanisasi yang cepat dan dampak perubahan iklim yang diproyeksikan menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaan air hujan di kota-kota tropis seperti Jakarta, Indonesia. Solusi Berbasis Alam (SBA) sangat penting untuk meningkatkan ketahanan urban, tetapi data kinerja kuantitatif yang spesifik konteks di bawah skenario iklim masa depan sangat terbatas. Penelitian ini memberikan analisis komparatif, berbasis model yang komprehensif tentang kinerja atap hijau dan paving permeabel dalam mengelola air hujan urban di Jakarta. Sebuah kawasan urban tipe 1 hektar, dengan kepadatan menengah dikembangkan dalam model Storm Water Management (SWMM). Model ini dikalibrasi dan divalidasi secara ketat terhadap data empiris yang diterbitkan dari daerah tropis yang serupa (Nash-Sutcliffe Efisiensi > 0.78). Kami mengevaluasi kinerja hidrologi (volume aliran, puncak aliran) dan kualitas air (TSS, TN) dari atap hijau dan paving permeabel di bawah skenario implementasi parsial dan penuh (25%, 50%, 75%, 100%) untuk kondisi iklim saat ini dan dua skenario iklim masa depan (RCP4.5, RCP8.5 untuk tahun 2050). Paving permeabel menunjukkan kontrol hidrologi yang unggul, mencapai hingga 82% pengurangan volume aliran dan 88% pengurangan puncak aliran di bawah implementasi penuh untuk badai baseline 2 tahun. Atap hijau mencapai 48% dan 55%, masing-masing. Di bawah badai ekstrem 25 tahun dalam skenario RCP8.5, kinerja menurun tetapi tetap signifikan, dengan paving permeabel (implementasi 100%) mengurangi aliran hingga 68%. Atap hijau memberikan penghapusan polutan yang lebih konsisten, khususnya untuk total nitrogen (sekitar 52% penghapusan di seluruh skenario), karena proses biologis. Kesimpulannya, kedua teknologi SBA secara signifikan meningkatkan kapasitas pengelolaan air hujan, meskipun ada trade-off yang jelas antara kontrol hidrologi yang unggul dari paving permeabel dan kinerja yang seimbang dan manfaat bersama dari atap hijau. Temuan ini memberikan dasar kuantitatif untuk mengintegrasikan SBA ke dalam kebijakan perencanaan urban di Indonesia untuk mendorong kota-kota yang adaptif dan tangguh terhadap iklim.

Penelitian ini memberikan bukti kuantitatif yang meyakinkan tentang potensi atap hijau dan paving permeabel dalam meningkatkan ketahanan sistem pengelolaan air hujan di Jakarta.Temuan menunjukkan secara tidak ambigu bahwa kedua teknologi dapat mengurangi volume aliran, meredam puncak banjir, dan meningkatkan kualitas air, bahkan di bawah skenario perubahan iklim yang menantang.paving permeabel memberikan kontrol hidrologi yang unggul, menjadikannya alat yang kuat untuk mitigasi banjir, sementara atap hijau menawarkan kinerja yang lebih seimbang dengan penghapusan nutrisi yang lebih konsisten dan berbagai manfaat ekologis.Keputusan antara menerapkan atap hijau atau paving permeabel bukanlah pilihan sederhana dari teknologi yang lebih baik.Ini adalah keputusan strategis yang harus sangat dipengaruhi oleh konteks lokal, prioritas manajemen spesifik, dan penilaian yang jernih terhadap manfaat jangka panjang.Data tentang implementasi parsial sangat penting untuk kebijakan berbasis bukti, seperti pengembangan target retensi air hujan untuk properti baru, yang dapat memberi pengembang fleksibilitas untuk memilih SBA yang paling efektif secara biaya untuk memenuhi target kinerja.Studi ini juga menekankan pentingnya komitmen jangka panjang terhadap pemeliharaan untuk memastikan kinerja berkelanjutan dari sistem SBA.Paving permeabel sangat rentan terhadap penyumbatan, yang dapat mengurangi kapasitas infiltrasi secara drastis, sehingga rencana pemeliharaan yang kuat dan terang-terangan diperlukan.Atap hijau, meskipun kurang rentan terhadap kegagalan hidrolik, memerlukan perawatan hortikultura yang konsisten, termasuk irigasi, penyiangan, dan kemungkinan pemupukan.Neglecting perawatan ini dapat menyebabkan hilangnya vegetasi, erosi tanah, dan penurunan kinerja.Kesimpulannya, penelitian ini mendukung pergeseran paradigma dalam perencanaan urban Indonesia, dari ketergantungan pada infrastruktur abu-abu konvensional menuju pendekatan hijau-abu yang terintegrasi.Data kuantitatif tentang kinerja SBA, khususnya di bawah skenario iklim masa depan, sangat penting untuk perencanaan ketahanan dan dapat diintegrasikan ke dalam kerangka kerja ketahanan urban yang lebih luas, seperti konsep Kota Sponge.Untuk memfasilitasi transisi ini, arahan tata kelola, insentif keuangan yang ditargetkan, dan pedoman desain teknik yang jelas yang disesuaikan dengan konteks tropis Indonesia akan menjadi kunci.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lapangan yang komprehensif di Jakarta untuk mengvalidasi kinerja SBA dalam kondisi nyata. Ini akan melibatkan pengumpulan data empiris tentang kinerja SBA di berbagai lokasi dengan kondisi tanah, topografi, dan konfigurasi infrastruktur urban yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme di balik kinerja SBA di bawah stres iklim, seperti pengaruh kondisi anoksik pada denitrifikasi dalam atap hijau dan dampak penyumbatan pada infiltrasi dalam paving permeabel. Studi ini juga dapat diperluas dengan menganalisis biaya dan manfaat dari implementasi SBA secara menyeluruh, termasuk biaya pemeliharaan jangka panjang dan manfaat ekologis yang lebih luas. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi preferensi dan prioritas warga dalam hal SBA, yang dapat memberi masukan berharga untuk kebijakan dan desain urban yang lebih inklusif. Akhirnya, studi tentang strategi implementasi SBA yang efektif, termasuk insentif keuangan dan regulasi, akan sangat berguna untuk mendorong adopsi SBA yang lebih luas di kota-kota Indonesia.

  1. Nature-Based Solutions for Climate-Resilient Stormwater Management in Jakarta: A Comparative Modeling... doi.org/10.37275/nasetjournal.v5i2.72Nature Based Solutions for Climate Resilient Stormwater Management in Jakarta A Comparative Modeling doi 10 37275 nasetjournal v5i2 72
Read online
File size1.29 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test