UmriUmri

Photon: Jurnal Sain dan KesehatanPhoton: Jurnal Sain dan Kesehatan

Gas karbon dioksida (CO2) adalah salah satu gas rumah kaca yang berpotensi menyebabkan pemanasan global. Emisi gas tersebut yang berasal dari sisa pembakaran kegiatan transportasi, permukiman, dan industri saat ini cenderung meningkat. Salah satu cara untuk menguranginya adalah dengan memanfaatkan tumbuhan untuk menyerapnya. Dalam penelitian ini dilakukan analisa Ruang Terbuka Hijau (RTH) eksisting di Kota Pekanbaru dalam menyerap emisi CO2. Untuk mengetahui kemampuan RTH dalam menyerap CO2 direncanakan dua skenario, yakni mengoptimalkan luas pepohonan pada RTH eksisting serta gabungan pengelolaan RTH yang belum dikelola pemerintah dan penambahan RTH baru. Analisis kemampuan penyerapan CO2 oleh RTH eksisting dilakukan menggunakan simulasi model program Powersim.

Dari data yang telah didapat dan analisa dapat disimpulkan bahwa.1) Emisi CO2 yang dihasilkan oleh pekanbaru dari kegiatan rumahtangga, industri dan transportasi adalah sebesar 1.2) Diprediksi dengan menggunakan powersim laju pertumbuhan pertahunnya adalah 28,33%.3) Kemampuan daya serap RTH yang ada di kota pekanbaru masih 20% dari CO2 yang dihasilkan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami dan mengatasi permasalahan emisi CO2 di Kota Pekanbaru. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai jenis tanaman dalam menyerap CO2 di lingkungan perkotaan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis tanah, iklim mikro, dan kepadatan penduduk. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi jenis tanaman yang paling optimal untuk ditanam di RTH, sehingga meningkatkan efisiensi penyerapan CO2. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model simulasi yang lebih akurat dan komprehensif, dengan memasukkan variabel-variabel tambahan seperti pola transportasi, aktivitas industri, dan perubahan iklim. Model yang lebih akurat akan memberikan prediksi yang lebih tepat mengenai tren emisi CO2 di masa depan, sehingga memungkinkan perencanaan kebijakan yang lebih efektif. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penerapan teknologi inovatif untuk mengurangi emisi CO2, seperti penggunaan energi terbarukan, pengembangan transportasi publik yang ramah lingkungan, dan implementasi sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Integrasi teknologi-teknologi ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi emisi CO2 secara keseluruhan.

Read online
File size450.58 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test