UM SURABAYAUM SURABAYA
Proceeding Series Universitas Muhammadiyah SurabayaProceeding Series Universitas Muhammadiyah SurabayaResusitasi jantung paru (RJP) merupakan kegiatan kompleks yang terdiri dari manajemen jalan nafas, kompresi dada, terapi obat dan defibrillasi. Pada infeksi airborne harus dipertimbangkan pada prosedur-prosedur yang menghasilkan aerosol. Dalam masa pandemi, perlu keseimbangan antara risiko dengan manfaat untuk melakukan RJP dari awalnya tidak ada bahaya dalam mencoba menjadi ada sedikit keuntungan untuk pasien dan adanya potensi bahaya yang signifikan pada staf petugas kesehatan.
Resusitasi jantung paru penting untuk mengembalikan fungsi jantung dan paru, namun menjadi dilematis selama pandemi COVID-19 karena risiko penularan virus kepada petugas.Beberapa langkah krusial harus dilakukan saat melakukan RJP pada pasien suspek atau terkonfirmasi COVID-19, yaitu seleksi pasien, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pembatasan paparan.Terdapat perbedaan prosedur RJP pada kondisi pandemi dibandingkan dengan kondisi normal terkait keselamatan petugas dan manajemen aerosol.
Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai kriteria seleksi pasien yang paling tepat untuk mendapatkan manfaat dari resusitasi selama pandemi, terutama berdasarkan skor risiko seperti SOFA, D-dimer, dan status oksigenasi, agar keputusan klinis lebih objektif dan konsisten di berbagai fasilitas kesehatan. Kedua, diperlukan studi tentang efektivitas dan ketersediaan alat pelindung diri tingkat tinggi serta ruang isolasi tekanan negatif dalam kondisi darurat seperti henti jantung, termasuk evaluasi terhadap waktu respons dan dampaknya terhadap kelangsungan hidup pasien. Ketiga, perlu dikembangkan dan diuji protokol resusitasi berbasis teknologi seperti penggunaan mechanical CPR dan videolaringoskop secara terintegrasi untuk meminimalkan kontak langsung, serta dianalisis bagaimana adaptasi protokol ini memengaruhi kualitas resusitasi dan risiko penularan bagi tim medis di berbagai setting pelayanan kesehatan.
| File size | 613.69 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan satu orang guru kelas sebagai subjek utama, serta teknik pengumpulan data berupa wawancaraPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan satu orang guru kelas sebagai subjek utama, serta teknik pengumpulan data berupa wawancara
UINUIN Pelaksanaan kegiatan juga dinilai sangat baik dengan skor rata-rata 5,39, mencerminkan keberhasilan penyelenggara dalam menjangkau audiens yang luas. MeskipunPelaksanaan kegiatan juga dinilai sangat baik dengan skor rata-rata 5,39, mencerminkan keberhasilan penyelenggara dalam menjangkau audiens yang luas. Meskipun
UMSBUMSB Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimental two group pretest posttest with control group design dengan sampel sebanyak 70 respondenMetode: Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimental two group pretest posttest with control group design dengan sampel sebanyak 70 responden
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Dari sisi output, cakupan pemeriksaan dan deteksi kasus hipertensi belum mencapai target SPM. Outcome menunjukkan bahwa kepatuhan pasien dalam pengobatanDari sisi output, cakupan pemeriksaan dan deteksi kasus hipertensi belum mencapai target SPM. Outcome menunjukkan bahwa kepatuhan pasien dalam pengobatan
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Data dikumpulkan melalui rubrik penilaian OSCE terstandarisasi nasional dan dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkanData dikumpulkan melalui rubrik penilaian OSCE terstandarisasi nasional dan dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan
UNTADUNTAD Kesimpulan pada penelitian ini dilihat dari summary effect dari penelitian dengan variabel hipertensi menggunakan random effect model memperoleh nilaiKesimpulan pada penelitian ini dilihat dari summary effect dari penelitian dengan variabel hipertensi menggunakan random effect model memperoleh nilai
UPERTISUPERTIS Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional design, kemudian data diolah dengan menggunakan uji ChiMetode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional design, kemudian data diolah dengan menggunakan uji Chi
UPERTISUPERTIS Populasi seluruh murid SDN 17 Palaluar di Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung berjumlah 210 orang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara simplePopulasi seluruh murid SDN 17 Palaluar di Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung berjumlah 210 orang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara simple
Useful /
UINUIN Hasil penelitian menunjukkan 43,2% pasien asma tidak terkontrol, 27,4% pasien asma terkontrol buruk, dan pasien asma terkontrol baik sebanyak 29,5%. Kesimpulan:Hasil penelitian menunjukkan 43,2% pasien asma tidak terkontrol, 27,4% pasien asma terkontrol buruk, dan pasien asma terkontrol baik sebanyak 29,5%. Kesimpulan:
IUSIUS Peran ini memperkuat demokrasi dan memastikan kebijakan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintah perlu menyediakan ruang hukum dan institusionalPeran ini memperkuat demokrasi dan memastikan kebijakan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintah perlu menyediakan ruang hukum dan institusional
UINUIN Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan studi potong lintang secara retrospektif pada pasien epilepsi yang menggunakan obat antiepilepsiPenelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan studi potong lintang secara retrospektif pada pasien epilepsi yang menggunakan obat antiepilepsi
UPERTISUPERTIS Status gizi, pola asuh, dan pengetahuan ibu tentang pola asuh merupakan unsur penting dalam pembentukan kepribadian anak. Pola asuh yang baik meliputiStatus gizi, pola asuh, dan pengetahuan ibu tentang pola asuh merupakan unsur penting dalam pembentukan kepribadian anak. Pola asuh yang baik meliputi