POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Jurnal Lintas KeperawatanJurnal Lintas Keperawatan

Implementasi beberapa tindakan manajemen untuk menggambarkan implementasi beberapa tindakan manajemen hipertermia pada anak dengan kejang demam kompleks. Responden terdiri dari 2 pasien anak di bawah 5 tahun dan mengalami masalah hipertermi. Manajemen penatalaksanaan hipertermi dilakukan selama 3 hari. yang dilakukan pada tanggal 17-20 Januari 2024 dengan pendekatan studi kasus. Jenis tindakan manajemen pengelolaan hipertermi pada kedua pasien anak dengan kejang demam sudah sesuai dengan kriteria hasil yang sudah direncanakan. Tindakan yang diberikan pada kedua pasien tersebut yaitu tindakan manajement hipertermi. Termasuk tindakan kompres hangat yang berpengaruh terhadap penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami hipertermi. Berdasarkan data yang didapatkan, manajemen hipertermi dapat mengatasi masalah hipertermi setelah pemberian tindakan manajement hipertermi, pasien tampak mengalami perubahan suhu tubuh, sehingga masalah hipertermi pada kedua pasien dapat teratasi dan intervensi dihentikan.

Berdasarkan data yang didapatkan, manajemen hipertermi dapat mengatasi masalah hipertermi setelah pemberian tindakan manajement hipertermi, pasien tampak mengalami perubahan suhu tubuh, sehingga masalah hipertermi pada kedua pasien dapat teratasi dan intervensi dihentikan.Tindakan kompres hangat merupakan manajemen terhadap hipertermi yang dapat berpengaruh penurunan suhu tubuh pada anak yang mengalami hipertermi.Dengan dilakukannya implementasi keperawatan selama 3x24 jam pada pasien, didapatkan hasil penurunan suhu tubuh.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas berbagai metode penurun panas selain kompres hangat, seperti penggunaan obat-obatan atau terapi fisik lainnya, dalam mengatasi hipertermia pada anak dengan kejang demam kompleks. Hal ini penting untuk memberikan pilihan penanganan yang lebih beragam dan sesuai dengan kondisi pasien. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain randomized controlled trial (RCT) dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas intervensi manajemen hipertermia yang berbeda dalam mencegah kejang berulang pada anak dengan riwayat kejang demam. Dengan demikian, dapat diperoleh bukti empiris yang lebih kuat untuk mendukung praktik keperawatan yang optimal. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan persepsi orang tua dalam merawat anak dengan kejang demam dan hipertermia. Informasi ini dapat digunakan untuk mengembangkan program edukasi dan dukungan yang lebih efektif bagi keluarga, sehingga mereka dapat memberikan perawatan yang lebih baik di rumah.

Read online
File size244.63 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test