POLITANI SAMARINDAPOLITANI SAMARINDA

TEPIANTEPIAN

Dalam era digital yang berkembang pesat, Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam penggunaan teknologi, termasuk di dunia pendidikan. Teknologi digunakan untuk memfasilitasi berbagai aktivitas belajar, seperti mengakses informasi, dan membantu tugas-tugas guru. Namun, penerapan teknologi di dunia pendidikan masih menghadapi beberapa tantangan, seperti implementasi kurikulum mandiri dan fasilitas serta infrastruktur yang terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran mobile dan kemudian menilai kelayakan produk melalui penilaian dari ahli materi, ahli media, dan respons dari guru dan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Research and Development) dengan model 4D (Define, Design, Development, dan Disseminate). Hasil uji kelayakan pembelajaran mobile dengan satu ahli materi memperoleh skor rata-rata 94% dengan kriteria sangat layak. Hasil uji kelayakan pembelajaran mobile oleh tiga ahli media dengan skor rata-rata 93%, 92%, 99% dengan kriteria sangat layak. Jika skor rata-rata ketiga validator di rata-rata, maka diperoleh skor 95% dengan kriteria sangat layak. Tingkat kelayakan pembelajaran mobile berdasarkan hasil validasi materi dan media memperoleh rata-rata 94% dengan kriteria Sangat Layak yang menyatakan bahwa pembelajaran mobile sangat layak dan valid untuk digunakan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran mobile menggunakan model 4D (Define, Design, Development, dan Disseminate).Model 4D adalah model pengembangan yang digunakan di berbagai bidang, terutama dalam pengembangan media pembelajaran.Model 4D terdiri dari empat tahap utama, yaitu define, design, development, dan disseminate.Pada tahap define, peneliti melakukan analisis awal, analisis siswa, dan analisis kurikulum.Pada tahap design, peneliti memilih media, format, dan desain awal.Pada tahap development, peneliti membuat media pembelajaran, validasi oleh ahli, mengembangkan produk akhir, dan mengumpulkan respons.Pada tahap disseminate, peneliti melakukan pengemasan dan adopsi serta distribusi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran mobile berbasis Android di pelajaran informatika untuk kelas XI MA Negeri 2 Samarinda sangat layak untuk digunakan.Dengan hasil uji kelayakan pembelajaran mobile oleh satu ahli materi memperoleh skor rata-rata 94% dengan kriteria sangat layak.Selanjutnya, hasil uji kelayakan pembelajaran mobile oleh ahli media berturut-turut, validator pertama memperoleh skor rata-rata 93% dengan kriteria sangat layak, validator kedua memperoleh skor rata-rata 92% dengan kriteria sangat layak, dan validator ketiga memperoleh skor rata-rata 99% dengan kriteria sangat layak.Jika skor rata-rata ketiga validator di rata-rata, maka menghasilkan skor 95% dengan kriteria sangat layak.Tingkat kelayakan pembelajaran mobile berdasarkan hasil validasi materi dan media yang telah dilakukan pada satu validator materi dan tiga validator media dengan nilai kelayakan pembelajaran mobile memperoleh rata-rata persentase 94% dengan kategori tingkat Sangat Layak.Oleh karena itu, produk yang dikembangkan oleh peneliti dinyatakan sangat layak dan valid untuk digunakan.Respons guru dan siswa berdasarkan kuesioner respons yang telah diberikan, hasil rekapitulasi kuesioner respons dua guru, persentase rata-rata dua aspek, yaitu aspek materi 95% dan tampilan media 94%.Setelah diolah, persentase keseluruhan yang diperoleh adalah 95% dengan kriteria Sangat Baik.Sementara itu, hasil rekapitulasi kuesioner respons siswa, persentase nilai dari dua aspek, yaitu aspek materi 91% dan tampilan media 93%.Setelah diolah, persentase keseluruhan yang diperoleh adalah 92% dengan kriteria Sangat Baik.Oleh karena itu, produk yang dikembangkan dalam bentuk media pembelajaran mobile berbasis Android di pelajaran informatika untuk kelas XI di MA Negeri 2 Samarinda sangat cocok untuk digunakan dalam proses pembelajaran agar lebih efektif, interaktif, dan fleksibel, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan dengan fokus pada pengembangan konten pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik menggunakan Smart Apps Creator. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang efektivitas penggunaan media pembelajaran mobile berbasis Android dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Terakhir, penelitian tentang dampak penggunaan media pembelajaran mobile terhadap motivasi belajar siswa juga dapat menjadi topik menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut.

  1. Development of Mobile Learning Based on Android Using Smart Apps Creator in Informatics Lessons of Grade... doi.org/10.51967/tepian.v6i2.3292Development of Mobile Learning Based on Android Using Smart Apps Creator in Informatics Lessons of Grade doi 10 51967 tepian v6i2 3292
  2. Development of Learning Media Based on Smart Apps Creator | Khasanah | AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan.... doi.org/10.35445/alishlah.v13i2.549Development of Learning Media Based on Smart Apps Creator Khasanah AL ISHLAH Jurnal Pendidikan doi 10 35445 alishlah v13i2 549
  3. PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI | Diksi. pembelajaran... doi.org/10.21831/diksi.v29i2.36614PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI Diksi pembelajaran doi 10 21831 diksi v29i2 36614
Read online
File size1 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test