POLITANI SAMARINDAPOLITANI SAMARINDA

TEPIANTEPIAN

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan pangan yang aman dikonsumsi. Pertumbuhan jamur dalam rumah budidaya sangat dipengaruhi oleh faktor fisik seperti suhu, kelembaban, cahaya, pH media tanam, dan aerasi. Penelitian ini memfokuskan pada faktor suhu sebagai variabel pengendali pertumbuhan jamur tiram dalam rumah budidaya. Suhu di dalam rumah budidaya penting karena berpengaruh terhadap aktivitas enzim dan metabolisme jamur tiram. Dengan menerapkan kontrol otomatis suhu dan kelembaban, kualitas hasil panen jamur tiram dapat ditingkatkan serta pendapatan petani lokal dapat meningkat, yang selanjutnya berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat kontrol otomatis suhu dan kelembaban berhasil dibuat sesuai desain. Pengujian perangkat menunjukkan skor 95,45 % pada uji ahli elektronik (kualifikasi sangat baik), 90,85 % pada uji kelompok kecil (kualifikasi sangat baik), dan 91,80 % pada uji kelompok besar (kualifikasi sangat baik). Perangkat kontrol suhu dan kelembaban ini dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya petani jamur tiram.

Pengujian perangkat kontrol otomatis suhu dan kelembaban menunjukkan bahwa alat ini efektif dalam mengatur suhu dan kelembaban udara sehingga meningkatkan hasil panen jamur tiram.Evaluasi ahli, kelompok kecil, dan kelompok besar masing‑masing memperoleh skor 95,45 %, 90,85 % dan 91,80 % dengan kualifikasi sangat baik, menandakan kinerja stabil dan memenuhi standar yang ditetapkan.Oleh karena itu, alat ini diharapkan memberikan manfaat signifikan bagi petani jamur tiram dengan meningkatkan efisiensi kontrol lingkungan dan kualitas hasil panen.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti integrasi kontrol CO₂ dan ventilasi bersama kontrol suhu serta kelembaban pada rumah budidaya jamur tiram, guna mengevaluasi secara komprehensif pengaruhnya terhadap laju pertumbuhan, ukuran dan kualitas buah jamur, serta efisiensi penggunaan sumber daya. Selain itu, pengembangan algoritma kontrol adaptif berbasis pembelajaran mesin yang mampu memprediksi nilai set point lingkungan optimal berdasarkan data sensor real‑time dan fase pertumbuhan dapat dibandingkan dengan sistem set point tetap, untuk menilai peningkatan efisiensi energi, stabilitas lingkungan, dan peningkatan hasil panen serta kualitas nutrisi jamur. Terakhir, evaluasi skalabilitas sistem kontrol otomatis pada skala komersial yang lebih besar, termasuk analisis rinci konsumsi energi, studi biaya‑manfaat yang mendalam, serta survei penerimaan dan kenyamanan pengguna, serta penambahan aktuator tambahan seperti elemen pemanas, nozzle misting, dan sistem pencahayaan terkontrol, akan memberikan wawasan penting bagi penerapan luas dan peningkatan performa sistem dalam praktik budidaya jamur tiram modern.

  1. Automatic Temperature and Humidity Regulation System Design for Oyster Mushroom Growth | TEPIAN. automatic... e-journal.politanisamarinda.ac.id/index.php/tepian/article/view/3251Automatic Temperature and Humidity Regulation System Design for Oyster Mushroom Growth TEPIAN automatic e journal politanisamarinda ac index php tepian article view 3251
  2. Pemodelan Sistem Kendali Motor Induksi Tiga Fasa menggunakan Pengendali Neuro-Fuzzy Melalui Metode Direct... ejurnal.itenas.ac.id/index.php/elkomika/article/view/6849Pemodelan Sistem Kendali Motor Induksi Tiga Fasa menggunakan Pengendali Neuro Fuzzy Melalui Metode Direct ejurnal itenas ac index php elkomika article view 6849
Read online
File size334.58 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test