ITBITB

Journal of Engineering and Technological SciencesJournal of Engineering and Technological Sciences

Campuran beton bitumen merupakan lapisan struktural yang paling banyak digunakan pada perkerasan fleksibel. Lapisan permukaan perkerasan terekspos pada beban berulang serta perubahan suhu, khususnya pada musim panas ketika suhu mendekati titik lunak binder aspal, sehingga rentan mengalami kegagalan seperti rutting. Sifat binder aspal dan campuran dapat ditingkatkan dengan penambahan berbagai aditif; serbuk kulit kelapa, yang berasal dari kulit kering buah kelapa, merupakan bahan tambahan yang populer karena kekuatan dan kestabilannya yang tinggi. Penelitian ini mengevaluasi kinerja serbuk kulit kelapa berukuran sangat halus (lewat ayakan No 200, 0,075 mm) sebagai modifikator binder aspal pada kadar 0–10 % berat binder, menggunakan dua kelas binder (penetrasi 80/100 dan 40/50). Hasil pengujian penetrasi, titik pelembutan, viskositas rotasi, dan rheologi dinamis menunjukkan bahwa sampel termodifikasi memiliki sifat fisik dan rheologis yang lebih baik dibandingkan binder dasar, dengan penggantian 7–8 % serbuk kulit kelapa memberikan performa optimal terlepas dari jenis binder yang dipakai. Dengan demikian, serbuk kulit kelapa berpotensi besar sebagai bahan konstruksi jalan karena dapat meningkatkan keberlanjutan sektor konstruksi jalan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan serbuk kulit kelapa pada binder asfalt meningkatkan kekakuan, titik pelembutan, dan viskositas, dengan kandungan optimal sebesar 7–8 % memberikan performa terbaik.Kandungan serbuk yang melebihi nilai optimal menurunkan kualitas mekanik binder.Selain meningkatkan sifat rheologis dan ketahanan terhadap beban lalu lintas, penggunaan serbuk kulit kelapa merupakan solusi ramah lingkungan untuk memanfaatkan limbah pertanian.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana perilaku binder asfalt yang dimodifikasi dengan serbuk kulit kelapa berubah selama proses penuaan termal dan mekanik dalam jangka waktu yang panjang, misalnya dengan menguji sampel yang telah mengalami siklus pemanasan‑pendinginan serta beban berulang untuk menilai penurunan sifat rheologisnya. Selanjutnya, diperlukan studi lapangan yang membandingkan performa jalan raya yang dibangun menggunakan binder modifikasi 7–8 % serbuk kulit kelapa dengan jalan konvensional, meliputi pengukuran keausan, retak, dan perubahan suhu pada kondisi lalu lintas nyata, sehingga dapat mengkonfirmasi manfaat praktis dan ekonominya. Akhirnya, eksplorasi kombinasi serbuk kulit kelapa dengan bahan tambahan lain, seperti serat alam atau bahan pengisi mikro, dapat memperluas ruang desain material, sehingga penelitian dapat mengevaluasi efek sinergi pada kekakuan, viskositas, dan dampak lingkungan melalui analisis siklus hidup.

  1. Utilization of coir fibre as an asphalt modifier - Rean Maharaj, Rehana Ali, Dimitri Ramlochan, Nazim... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1477760618795996Utilization of coir fibre as an asphalt modifier Rean Maharaj Rehana Ali Dimitri Ramlochan Nazim journals sagepub doi 10 1177 1477760618795996
  2. Influence of Opening and Boundary Conditions on the Behavior of Concrete Hollow Block Walls: Experimental... doi.org/10.5614/j.eng.technol.sci.2023.55.5.6Influence of Opening and Boundary Conditions on the Behavior of Concrete Hollow Block Walls Experimental doi 10 5614 j eng technol sci 2023 55 5 6
Read online
File size736.67 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test