UMMAUMMA

Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaJurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Bahasa merupakan satuan terpenting dalam sebuah komunikasi. Penggunaan campur kode dalam kehidupan sehari-hari sudah biasa dilakukan oleh masyarakat karena adanya kemampuan dwibahasa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bentuk, makna dan kaitan campur kode dalam pembelajaran teks iklan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah youtube Suhay Salim. Objek penelitian ini adalah campur kode yang terjadi di dalam video Suhay Salim. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak kemudian catat. Analisis data penelitian ini menggunakan metode padan referensial. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Bentuk campur kode berupa kata, frasa, kalimat, baster (2) Makna campur kode dalam video youtube Suhay Salim.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan yaitu mengenai Campur kode dalam youtube Suhay Salim maka dapat disimpulkan bahwa (1) Bentuk Campur kode yang ditemukan dalam video youtube Suhay Salim Adalah campur kode bentuk kata 21 data, campur kode bentuk frasa 10 data, Campur kode bentuk kalimat 20 data, Campur kode bentuk baster 7 data.(2) Makna campur kode dalam youtube Suhay Salim berjumlah 56 data.Suhay Salim tentu memiliki tujuan tertentu, contohnya untuk menarik minat penonton, dll.

Penelitian selanjutnya dapat dikembangkan dengan memperluas cakupan subjek dan platform untuk melihat pola campur kode yang lebih umum. Sebagai contoh, bagaimana jika penelitian serupa dilakukan pada beberapa influencer di platform media sosial lain seperti TikTok atau Instagram, tidak hanya terbatas pada satu YouTuber saja? Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang fenomena campur kode di kalangan kreator konten Indonesia, serta potensi perbedaan strategi penggunaan bahasa antarplatform. Selain itu, penting juga untuk memahami dampak campur kode dari sudut pandang audiens. Studi lanjutan bisa meneliti bagaimana penonton yang beragam latar belakang bahasa dan usia menafsirkan, merespons, dan terpengaruh oleh penggunaan campur kode ini, misalnya melalui survei atau wawancara mendalam. Apakah campur kode memang efektif dalam meningkatkan daya tarik ataukah justru menimbulkan ambiguitas bagi sebagian penonton? Ini akan memberikan wawasan berharga mengenai efektivitas komunikasi. Terakhir, mengingat temuan penelitian ini mengaitkan campur kode dengan bahan ajar teks iklan, sebuah evaluasi implementasi modul pembelajaran yang diusulkan akan sangat relevan. Penelitian dapat menguji efektivitas modul Pembelajaran Teks Iklan Kelas VIII melalui Campur Kode yang dirancang, mengukur peningkatan pemahaman siswa tentang teks iklan dan kesadaran linguistik mereka terhadap fenomena campur kode setelah menggunakan modul tersebut. Studi ini dapat mengidentifikasi metode pengajaran yang paling efektif.

Read online
File size217.4 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test