STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL

Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan MasyarakatAdiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat

Nama kegiatan ini adalah pendampingan gerakan literasi sekolah dalam pembelajaran di sekolah dasar. Pendampingan gerakan literasi sekolah memang penting dilaksanakan untuk meningkatkan angka minat baca siswa melalui kegiatan Gerakan Literasi Sekolah. Tujuan diadakan kegiatan ini guna mengembangkan minat literasi pada siswa SD Sukamenanti. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendampingan pelaksanaan gerakan literasi sekolah dalam pembelajaran. Analisis data menggunakan model interaktif dengan dokumentasi data, visualisasi data dan validasi. Proses pengembangan budaya literasi dilakukan dengan proses tiga langkah. (1) Merencanakan pengembangan budaya literasi, selanjutnya menetapkan tujuan, menyusun program, menyusun strategi, dan mengelola sarana dan prasarana. (2) Implementasi pengembangan budaya literasi. Pelaksanaan pengembangan budaya literasi melibatkan kursus kompetensi, pengembangan dan pelatihan. (3) Penilaian berupa penilaian mingguan, bulanan dan tahunan. Hasilnya, hasil pengembangan budaya literasi menunjukkan bahwa minat baca siswa dapat meningkat. Hasil yang dicapai yaitu pembiasaan 15 menit membaca sebelum jam pelajaran; menata perpustakaan; menciptakan lingkungan yang kaya teks dengan memasang slogan dan poster; dan menata kelas yang kaya teks dan nyaman untuk siswa belajar.

Pengembangan minat literasi di SD Sukamenanti berjalan lancar dengan partisipasi aktif siswa dan tidak mencatat kendala berarti.Pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum jam pelajaran, penataan perpustakaan, pemenuhan lingkungan kaya teks, serta penyediaan ruang belajar yang nyaman berhasil meningkatkan minat baca siswa.Diharapkan inisiatif ini dapat menjadi model bagi sekolah lain dan memperkuat budaya literasi di tingkat dasar.

Pertama, perlu dilakukan evaluasi efektivitas pelatihan pendampingan terhadap peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan Gerakan Literasi Sekolah, sehingga dapat diketahui komponen pelatihan yang paling berperan. Kedua, penelitian longitudinal harus difokuskan pada pengaruh program 15 menit membaca terhadap pembentukan kebiasaan membaca jangka panjang siswa kelas 1–6, dengan memantau indikator minat baca setiap semester. Ketiga, studi komparatif antara metode pendampingan berbasis teknologi—misalnya menggunakan aplikasi mobile interaktif—dan metode tradisional berbasis workshop dapat menilai keunggulan masing‑masing dalam meningkatkan minat baca.ували.

Read online
File size194.65 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test