LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA

Jurnal Kajian Budaya dan HumanioraJurnal Kajian Budaya dan Humaniora

Abstrak. Kelangsungan eksistensi seni Samrah sebagai sebuah bentuk karya seni harus terus dilestarikan agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sistem regenerasi merupakan salah satu cara upaya untuk melestarikan keterampilan pementasan seni Samrah Bekasi. Permasalahan utamanya adalah sistem regenerasi dan proses regenerasi kesenian Samrah melalui sistem transmisi vertikal dan sistem transmisi horizontal. Penelitian ini bertujuan menganalisis regenerasi kesenian Samrah di Bekasi. Regenerasi terjadi baik dalam pengaturan tradisional maupun kontemporer. Pendekatan etnografi digunakan dengan metodologi penelitian deskriptif kualitatif, yakni menggunakan media wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data. Triangulasi adalah metode validitas data. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dilakukan bersamaan dengan prosedur analisis data dalam penelitian ini. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa hubungan darah memiliki peran genetik dalam proses regenerasi seni Samrah, baik melalui sistem tradisional maupun melalui sistem kontemporer digunakan dalam proses regenerasi bentuk kesenian Samrah di Bekasi. Sistem regenerasi secara tradisional berlangsung dalam konteks keluarga dan masyarakat. Sistem regenerasi secara kontemporer ialah pengunaan media sosial, pelatihan, dan pertunjukan pementasan seni Samrah di Bekasi. Hal ini bertujuan pula untuk mempromosikan seni Samrah kepada hal layak umum dengan jangkauan yang lebih luas melalui peran generasi penerus para pelaku seni khususnya yang berperan aktif dalam pelestarian seni Samrah khas Betawi di Wilayah Utara Bekasi Provinsi Jawa Barat.

Sistem regenerasi kesenian Samrah paling efektif dilakukan melalui peran keluarga dan kontributinya, baik secara vertikal maupun horizontal, yang memungkinkan transfer pengetahuan secara tidak sengaja.Metode regenerasi meliputi media sosial, pelatihan, dan pertunjukan yang dapat menstimulasi generasi penerus پھ.Untuk mempertahankan seni Samrah, diperlukan pembinaan dini, dukungan pemerintah dalam fasilitas, pelatihan, dan bantuan dana bagi pelaku seni.

Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada bagaimana media digital mempengaruhi proses transfer pengetahuan seni Samrah kepada generasi muda, dengan menilai efektivitas-sync media sosial sebagai platform pelestarian. Selain itu, studi perbandingan antara transmisi vertikal dan horizontal dapat menguji mana metode yang lebih memotivasi penonton dan pelaku dalam mempertahankan tradisi. Terемые, program pelatihan partisipatif berbasis komunitas dapat dikembangkan untuk merekrut dan melatih penampil muda, serta mengevaluasi dampaknya pada keberlanjutan seni Samrah di wilayah Bekasi.

  1. DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. dharmakarya jurnal aplikasi ipteks masyarakat diterbitkan... doi.org/10.24198/dharmakaryaDHARMAKARYA Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat dharmakarya jurnal aplikasi ipteks masyarakat diterbitkan doi 10 24198 dharmakarya
Read online
File size210.35 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test