IKIPWIDYADARMASURABAYAIKIPWIDYADARMASURABAYA
Journal of Education and ResearchJournal of Education and ResearchPenelitian ini mengkaji pada anak didik. Metode kuantitatif dengan sampel 41 siswa digunakan; data didapat melalui evaluasi pencapaian matematika dan kuesioner mengenai motivasi belajar. Hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan kuat (r = 0,704) antara dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri dengan pencapaian matematika, serta analisis regresi menunjukkan kontribusi 96% variabilitas pencapaian matematika dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan menegaskan pentingnya aspek motivasi belajar dan kompetensi diri dalam peningkatan prestasi matematika.
Dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri berada pada tingkat sedang, namun keduanya memiliki pengaruh kuat terhadap pencapaian matematika.Korelasi positif sebesar 0,704 dan koefisien determinasi 96% menunjukkan bahwa motivasi dan kompetensi diri menjelaskan sebagian besar variasi hasil belajar matematika.Oleh karena itu, intervensi yang memfokuskan pada peningkatan motivasi belajar dan penguasaan diri dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kinerja matematika siswa.
Salah satu arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan dari studi ini adalah memeriksa pengaruh penggunaan platform pembelajaran berbasis teknologi, seperti aplikasi mobile atau e‑learning, terhadap peningkatan dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri siswa di kelas matematika. Selain itu, perlu dilakukan analisis mediasi pada kualitas interaksi guru‑siswa, untuk mengetahui apakah interaksi yang lebih bermakna dapat memperkuat hubungan antara dorongan memperoleh ilmu dengan pencapaian matematika. Penelitian lanjutan juga dapat mempandu studi longitudinal yang menilai dampak kolaborasi antara orang tua dan guru terhadap perkembangan dorongan memperoleh ilmu dan penguasaan diri serta pencapaian matematika siswa selama satu tahun ajaran. Dengan ketiga pendekatan ini, peneliti dapat memeriksa variabel tambahan dan dinamika jangka panjang yang mungkin memengaruhi hasil pencapaian matematika, sehingga membangun dasar teoretis yang lebih komprehensif dan memberikan rekomendasi praktis bagi pembentukan kurikulum yang menumbuhkan motivasi belajar.
| File size | 441.46 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Peningkatan hasil belajar siswa terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pada setiap siklus, yaitu 72,57% pada siklus I, 24,35% pada siklus II, dan 7,99%Peningkatan hasil belajar siswa terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pada setiap siklus, yaitu 72,57% pada siklus I, 24,35% pada siklus II, dan 7,99%
UNIVAUNIVA Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan matematika realistik dapat menghubungkan konsep matematika dengan konteks kehidupan nyata, khususnyaKegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan matematika realistik dapat menghubungkan konsep matematika dengan konteks kehidupan nyata, khususnya
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan self-confidence tinggi dapat mengerjakan soal numerasi dengan strategi yang efektif, lengkap, dan percayaHasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan self-confidence tinggi dapat mengerjakan soal numerasi dengan strategi yang efektif, lengkap, dan percaya
STIEPEMUDASTIEPEMUDA Dari total populasi 45 siswa di kelas tujuh, melalui implementasi pembelajaran kontekstual berbasis ekonomi, siswa diajak memahami bilangan bulat melaluiDari total populasi 45 siswa di kelas tujuh, melalui implementasi pembelajaran kontekstual berbasis ekonomi, siswa diajak memahami bilangan bulat melalui
UNIMEDUNIMED Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Sebelum menguji hipotesis, dilakukan uji prasyaratPenelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Sebelum menguji hipotesis, dilakukan uji prasyarat
UNISDAUNISDA Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran ARIFIN menggunakan Permainan Teka‑TekiTerdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran ARIFIN menggunakan Permainan Teka‑Teki
UMPRIUMPRI Pendekatan ini juga meningkatkan berbagai kemampuan matematis seperti pemahaman konsep, penalaran matematis, pemecahan masalah, dan berpikir kritis. PMRIPendekatan ini juga meningkatkan berbagai kemampuan matematis seperti pemahaman konsep, penalaran matematis, pemecahan masalah, dan berpikir kritis. PMRI
UNMUNM Akan tetapi, secara analisis inferensial, diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan skor kepercayaan diri siswa yang diajar dengan model kooperatifAkan tetapi, secara analisis inferensial, diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan skor kepercayaan diri siswa yang diajar dengan model kooperatif
Useful /
MACHUNGMACHUNG Cerita rakyat berupa dongeng hasil sastra budaya dan/atau sejarah suatu tempat hingga saat ini. Maka dari itu, cerita rakyat yang telah eksis perlu dipertahankanCerita rakyat berupa dongeng hasil sastra budaya dan/atau sejarah suatu tempat hingga saat ini. Maka dari itu, cerita rakyat yang telah eksis perlu dipertahankan
MACHUNGMACHUNG Uji coba terhadap 29 siswa menunjukkan bahwa media ini tergolong cukup baik sebagai penunjang pembelajaran krisis identitas, meskipun belum efektif dalamUji coba terhadap 29 siswa menunjukkan bahwa media ini tergolong cukup baik sebagai penunjang pembelajaran krisis identitas, meskipun belum efektif dalam
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Dampaknya, motivasi, antusiasme, dan produktivitas karyawan meningkat, memungkinkan mereka menawarkan produk undangan berbahasa Inggris yang lebih beragamDampaknya, motivasi, antusiasme, dan produktivitas karyawan meningkat, memungkinkan mereka menawarkan produk undangan berbahasa Inggris yang lebih beragam
STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL Pada Kurikulum 2013 SMK untuk Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran terdapat beberapa mata pelajaran baru sebagai bentuk penyesuaian terhadap dinamisasiPada Kurikulum 2013 SMK untuk Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran terdapat beberapa mata pelajaran baru sebagai bentuk penyesuaian terhadap dinamisasi