SGTSGT
PANGARSA : Jurnal Pengembangan Penelitian dan Pengabdian MasyarakatPANGARSA : Jurnal Pengembangan Penelitian dan Pengabdian MasyarakatPembentukan karakter siswa merupakan komponen esensial dalam pendidikan yang bertujuan mencetak generasi berintegritas tinggi, tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki nilai moral dan etika yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembentukan karakter yang diterapkan di MTsN 1 Trenggalek melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan program pembinaan karakter. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods), dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner terhadap 120 siswa kelas VII hingga IX, serta data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan 30 informan yang terdiri dari siswa, guru, dan staf, ditambah observasi langsung dan dokumentasi program sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan kegiatan pembinaan karakter secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kesadaran sosial siswa. Data kuantitatif memberikan gambaran umum mengenai persepsi dan penerapan nilai karakter di kalangan siswa, sedangkan data kualitatif mengungkap proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi bagian integral dari sistem pendidikan madrasah, dengan dukungan kebijakan, lingkungan belajar yang kondusif, serta keterlibatan aktif seluruh komponen sekolah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara kurikulum formal dan kegiatan nonformal untuk membentuk karakter siswa secara berkelanjutan dan kontekstual.
Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di MTsN 1 Trenggalek efektif melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai karakter dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan program khusus seperti Matsanesaga serta outing class.Data kuantitatif mengindikasikan lebih dari 80% siswa menerapkan nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial, sementara data kualitatif memperkuat temuan tersebut dengan menggambarkan pengalaman nyata siswa dalam menerapkan nilai tersebut.Dengan kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif, penelitian membuktikan bahwa konsistensi, perencanaan, dan dukungan lingkungan sekolah yang kondusif merupakan faktor kunci keberhasilan pendidikan karakter.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana platform pembelajaran digital dapat meningkatkan integrasi nilai karakter dalam kurikulum, dengan mengukur dampaknya terhadap sikap dan perilaku siswa secara kuantitatif dan kualitatif. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perkembangan moral dan akademik siswa selama beberapa tahun setelah penerapan program karakter dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan efek pendidikan karakter. Selanjutnya, perbandingan efektivitas berbagai model ekstrakurikuler, seperti pramuka, klub debat, dan kegiatan seni budaya, dalam membangun kompetensi sosial serta kemampuan kepemimpinan siswa dapat memperkaya pemahaman tentang strategi pembinaan karakter yang paling optimal.
| File size | 267.71 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menekankan pentingnya pengetahuan tentang peraturan perundangan ketenagakerjaan dan pengembangan karakter bagiKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menekankan pentingnya pengetahuan tentang peraturan perundangan ketenagakerjaan dan pengembangan karakter bagi
POLTESAPOLTESA Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat cepat serta globalisasi yang dewasa ini terjadi berdampak positif dan negatif terhadapPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat cepat serta globalisasi yang dewasa ini terjadi berdampak positif dan negatif terhadap
PBSI UPRPBSI UPR Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa secara signifikan terhadap perundungan dan pentingnya berbicara yang baik dan benar, sertaHasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa secara signifikan terhadap perundungan dan pentingnya berbicara yang baik dan benar, serta
JURNALSTUDITINDAKANJURNALSTUDITINDAKAN Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing‑masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Metode pembelajaran aktif, termasukPenelitian dilakukan dalam dua siklus, masing‑masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Metode pembelajaran aktif, termasuk
YAYASANCECYAYASANCEC Penelitian ini menyelidiki implementasi dan efektivitas sesi II pendidikan karakter sebagai pendekatan strategis untuk mencegah bullying di lingkunganPenelitian ini menyelidiki implementasi dan efektivitas sesi II pendidikan karakter sebagai pendekatan strategis untuk mencegah bullying di lingkungan
PENERBITPENERBIT Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, budaya dan agama yang beranekaragam. Hal ini dilakukan sebagaiMengingat Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, budaya dan agama yang beranekaragam. Hal ini dilakukan sebagai
UNSIKAUNSIKA Pemahaman ini diharapkan meluas ke dalam kehidupan sehari-hari siswa dan membentuk kebiasaan positif yang dapat ditularkan kepada keluarga dan masyarakat.Pemahaman ini diharapkan meluas ke dalam kehidupan sehari-hari siswa dan membentuk kebiasaan positif yang dapat ditularkan kepada keluarga dan masyarakat.
JSSSJSSS Program pengembangan perilaku keislaman di SMA Negeri se-Kota Bandung meliputi salat berjamaah, menghafal Asmaul Husna, membaca Al-Quran, salat dhuha danProgram pengembangan perilaku keislaman di SMA Negeri se-Kota Bandung meliputi salat berjamaah, menghafal Asmaul Husna, membaca Al-Quran, salat dhuha dan
Useful /
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Effect size sebesar 0,71 mengindikasikan bahwa implementasi Problem Based Learning (PBL) memiliki pengaruh signifikan dengan tingkat kekuatan sedang terhadapEffect size sebesar 0,71 mengindikasikan bahwa implementasi Problem Based Learning (PBL) memiliki pengaruh signifikan dengan tingkat kekuatan sedang terhadap
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Sebaliknya, model pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran kooperatif di kelas X sangat efektif menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif,Sebaliknya, model pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran kooperatif di kelas X sangat efektif menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif,
UNESPADANGUNESPADANG Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pemberian tes kecil di awal proses pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswaPermasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pemberian tes kecil di awal proses pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa
UNESPADANGUNESPADANG Target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu dapat menggambarkan kemampuan matematis siswa SMA kelas XI MIA berdasarkan gaya belajar yangTarget khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu dapat menggambarkan kemampuan matematis siswa SMA kelas XI MIA berdasarkan gaya belajar yang