STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI

JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)

Pendidikan agama Islam merupakan mata pelajaran yang memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter peserta didik. Padahal tugas membentuk karakter berada pada semua guru dan khususnya orang tua. Layanan bimbingan konseling di sekolah menjadi wadah bagi peserta didik untuk menyampaikan keluh kesah dan masalahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Pendidikan agama Islam berbasis konseling untuk membangun karakter peserta didik yang dikemas dalam bentuk consul card. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari Borg & Gall dengan menggunakan 10 tahapan. Kelayakan model bersifat expert. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII 1 dan VIII 6 di Sekolah Menengah Pertama 19 Kota Bekasi sedangkan objek penelitiannya terdapat pada nilai karakter peserta didik. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan bentuk produk, validasi ahli, revisi, dan uji coba kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukan bahwa model Pendidikan agama Islam berbasis konseling harus senantiasa dikembangkan dalam rangka inovasi Pendidikan agama Islam dalam menjawab kebutuhan peserta didik, konseling akan lebih efektif, menarik dan bermakna dengan menggunakan konseling berbasis Pendidikan agama Islam, serta model ini dapat dijadikan alternatif dari berbagai model konseling.

Dalam bidang Pendidikan pengembangan karakter perlu ditingkatkan secara terus menerus.Model Pendidikan agama Islam berbasis konseling keniscayaan harus terus dikembangkan dalam rangka inovasi Pendidikan agama Islam dalam menjawab kebutuhan peserta didik.Hal yang dimaksud adalah penguatan dalam bidang tauhid.Konseling yang dilakukan selama ini akan lebih efektif, menarik dan bermakna dengan mengembangkan konseling berbasis Pendidikan agama Islam.Konseling menjadi sarana untuk pemberian bantuan terhadap peserta didik yang sedang atau tidak dalam masalah.Pengembangan model ini dapat dijadikan alternatif model dari aneka konseling yang ada, demikian juga Pendidikan agama Islam yang ada.Peneliti selanjutnya dihimbau untuk melakukan uji efektivitas dengan populasi yang lebih besar sehingga mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengembangkan model Pendidikan agama Islam berbasis konseling yang lebih inovatif dan efektif dalam menjawab kebutuhan peserta didik, dengan fokus pada penguatan bidang tauhid. 2. Meneliti dan menganalisis dampak penggunaan konseling berbasis Pendidikan agama Islam terhadap peningkatan karakter peserta didik, serta mengukur efektivitasnya dalam memberikan bantuan dan solusi bagi peserta didik yang mengalami masalah. 3. Menganalisis dan mengevaluasi sistem consul card yang digunakan dalam model konseling, serta mencari alternatif solusi untuk mengatasi keterbatasan dalam penyampaian solusi secara langsung kepada peserta didik yang berkonsultasi.

Read online
File size643.31 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test