ULBIULBI

MERPATIMERPATI

Usaha produk roti dan kue sering menghadapi kendala dalam pendistribusian produknya. Salah satu usaha mikro bergerak di bidang industri produk roti dan kue adalah Wijana Bakery. Wijana Bakery belum memiliki sistem informasi yang baik untuk pengelolaan distribusi produknya karena pengelolaan distribusinya selama ini masih dilakukan secara manual. Pengelolaan distribusi manual ini tidak efektif karena catatan pendistribusiannya dapat hilang atau rusak. Wijana Bakery juga tidak menerapkan perencanaan permintaan produk rotinya berdasarkan permintaan konsumen dan pelanggan sehingga memiliki kecenderungan berdasarkan riwayat penjualan sebelumnya baik untuk jenis roti tertentu dan jumlahnya. Dari permasalahan diatas maka perlu dilakukan pelatihan terkait distribusi produk kepada manajemen dan karyawan yang ada di Wijana Bakery.

Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, pelatihan dapat menambah pengetahuan manajemen dan karyawan mengenai penerapan Distribution Requirement Planning (DRP) pada distribusi roti.Pelatihan juga mendorong pemecahan masalah yang lebih baik melalui diskusi dan pertukaran pendapat mengenai penerapan DRP.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penerapan Distribution Requirement Planning (DRP) secara komparatif pada sejumlah usaha mikro bakery di berbagai wilayah, dengan mengukur dampaknya terhadap tingkat kepuasan pelanggan, biaya persediaan, dan kecepatan layanan. Selanjutnya, penting untuk merancang dan menguji prototipe sistem informasi berbasis web yang dapat mengotomatisasi proses perencanaan dan pelacakan distribusi bagi usaha mikro, sehingga dapat menilai faktor-faktor yang memengaruhi adopsi teknologi seperti kemudahan penggunaan, dukungan manajerial, dan kesiapan sumber daya manusia. Selain itu, studi longitudinal dapat ditujukan untuk memahami bagaimana budaya organisasi dan kepemimpinan memengaruhi keberlanjutan penggunaan DRP setelah pelatihan awal, serta mengidentifikasi mekanisme pelatihan berkelanjutan yang paling efektif. Metode yang dapat dipertimbangkan meliputi desain eksperimental dengan kelompok kontrol, survei kuesioner terstruktur, serta analisis data sekunder untuk menilai perubahan indeks efisiensi operasional selama periode enam hingga dua belas bulan. Hasil temuan diharapkan dapat dijadikan dasar kebijakan regional dalam mendukung digitalisasi rantai pasok bagi usaha mikro kuliner.

Read online
File size501.47 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test