UNAIRUNAIR

Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi)Dental Journal (Majalah Kedokteran Gigi)

Latar belakang: Prosedur pemolesan merupakan tahap penting untuk menghasilkan restorasi gigi yang berhasil, dengan bahan abrasif cangkang kerang darah yang mengandung kalsium karbonat dapat dimanfaatkan sebagai pasta pemoles. Tujuan: Penelitian ini mengevaluasi kemampuan pemolesan komposit nanohibrid menggunakan pasta pemoles cangkang kerang darah dengan mengukur kekasaran permukaan serta nilai gloss, serta mengamati kualitas permukaan pada durasi pemolesan yang berbeda. Metode: Sebanyak 90 sampel gigi premolar maksila direndam dalam saliva buatan pada 37 °C selama 24 jam; 45 sampel diuji profilometer untuk mengukur kekasaran permukaan, sisanya diuji glossmeter untuk nilai gloss. Sampel diperlakukan dengan pasta cangkang kerang darah, pasta Prisma Gloss, dan tanpa pasta selama 30, 60, dan 90 detik. Data dianalisis dengan repeated measures ANOVA dan uji LSD. Hasil: Kelompok dengan durasi 90 detik menunjukkan nilai gloss tertinggi dan kekasaran permukaan terendah pada pasta cangkang kerang darah, dengan perbedaan signifikan secara statistik (p>0,05). Kesimpulan: Penambahan durasi pemolesan secara signifikan menurunkan nilai kekasaran permukaan dan meningkatkan nilai gloss, dengan nilai terendah dan tertinggi masing‑masing dicapai pada pemolesan selama 90 detik menggunakan pasta cangkang kerang darah.

Penambahan durasi pemolesan secara signifikan menurunkan nilai kekasaran permukaan dan meningkatkan nilai gloss pada komposit nanohibrid.Nilai kekasaran terendah dan nilai gloss tertinggi diperoleh dengan pemolesan selama 90 detik menggunakan pasta cangkang kerang darah.Dengan durasi tersebut, komposit restorasi menunjukkan hasil permukaan paling halus dan paling mengkilap.

Saran penelitian lanjutan: 1) Bagaimana pengaruh variasi konsentrasi bahan abrasif dalam pasta cangkang kerang darah terhadap kekonsistenan tekstur pasta dan kualitas pemolesan pada komposit nanohibrid? 2) Apakah pasta cangkang kerang darah dapat memberikan efek remineralisasi pada permukaan gigi di sekitar restorasi, dan bagaimana hubungan antara kandungan kalsium karbonat dan pembentukan hidroksiapatita? 3) Bagaimana hasil pemolesan dengan durasi lebih lama dari 90 detik, atau dengan kombinasi teknik multi‑step, memengaruhi kekasaran dan gloss pada komposit yang sama, serta apakah terdapat batas optimal waktu pemolesan yang tidak meningkatkan keausan pada jaringan gigi? Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang formulasi pasta alami yang efektif, menilai manfaat klinis tambahan berupa remineralisasi, serta menentukan protokol pemolesan yang paling efisien untuk mencapai permukaan restorasi yang optimal.

  1. The influence of the polishing duration on the surface roughness and gloss of nanohybrid composites using... e-journal.unair.ac.id/MKG/article/view/48883The influence of the polishing duration on the surface roughness and gloss of nanohybrid composites using e journal unair ac MKG article view 48883
  2. PERBEDAAN KEKASARAN PERMUKAAN BASIS RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS MENGGUNAKAN BAHAN PUMIS, CANGKANG... ojs.poltekkes-medan.ac.id/pannmed/article/view/25PERBEDAAN KEKASARAN PERMUKAAN BASIS RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS MENGGUNAKAN BAHAN PUMIS CANGKANG ojs poltekkes medan ac pannmed article view 25
  3. PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa) SEBAGAI BAHAN ABRASIF DALAM PASTA GIGI | Journal... jurnalpertanianumpar.com/index.php/jgt/article/view/210PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG DARAH Anadara granosa SEBAGAI BAHAN ABRASIF DALAM PASTA GIGI Journal jurnalpertanianumpar index php jgt article view 210
Read online
File size369.58 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test