UNIBAUNIBA
Jurnal Pendekar NusantaraJurnal Pendekar NusantaraWilayah pesisir dan kampung tua seringkali menjadi kantong aktivitas ekonomi informal yang rentan terhadap perlindungan hukum ketenagakerjaan. Penelitian ini berfokus pada implementasi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), serta pemenuhan hak-hak pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kampung Tua Nelayan, Nongsa, Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hubungan kerja di kawasan ini masih banyak yang tidak dilakukan secara tertulis, minimnya literasi hukum di kalangan pekerja, serta ketidaksiapan pelaku usaha kecil untuk menerapkan prosedur hukum secara formal. Selain itu, perlindungan terhadap hak pekerja yang di-PHK, seperti pesangon dan jaminan sosial, belum sepenuhnya terealisasi di tingkat praktik. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi kebijakan dan penguatan pengawasan dari pemerintah.
Implementasi perjanjian kerja, baik PKWT maupun PKWTT, di Kampung Tua Nelayan, Nongsa, Batam, masih jauh dari ketentuan hukum yang berlaku.Meskipun Undang-Undang Ketenagakerjaan telah memberikan batasan jelas terkait syarat, bentuk, dan perlindungan bagi pekerja, praktik di lapangan menunjukkan dominasi hubungan kerja lisan tanpa perjanjian tertulis.Kondisi ini mengakibatkan lemahnya posisi tawar pekerja, hilangnya hak atas pesangon, jaminan sosial, serta kepastian masa kerja.Tantangan utama dalam penerapan hukum ketenagakerjaan di wilayah ini mencakup rendahnya literasi hukum pekerja, ketidaksiapan pelaku usaha kecil untuk memenuhi kewajiban administrasi ketenagakerjaan, minimnya pengawasan dari pemerintah, dan terbatasnya akses terhadap mekanisme pengaduan.Pengawasan dan perlindungan yang lebih banyak diarahkan pada perusahaan besar membuat sektor informal seperti di Kampung Tua Nelayan luput dari perhatian, sehingga pelanggaran hak pekerja terus berlangsung tanpa sanksi.Diperlukan strategi implementasi hukum yang lebih inklusif, penguatan penyuluhan hukum, penambahan pengawas ketenagakerjaan, serta keterlibatan aktif pemerintah daerah sebagai fasilitator dan pelindung.Sinergi antara pemerintah, pemberi kerja, dan pekerja menjadi kunci untuk mewujudkan sistem hubungan kerja yang adil, manusiawi, dan sesuai dengan semangat perlindungan hukum yang dijamin oleh negara.Tanpa langkah nyata ini, regulasi ketenagakerjaan hanya akan menjadi formalitas yang tidak berdampak pada kesejahteraan pekerja di sektor informal.
Untuk meningkatkan perlindungan hukum ketenagakerjaan di Kampung Tua Nelayan, perlu ada intervensi kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis realitas lapangan. Pemerintah daerah dapat mengambil peran aktif sebagai fasilitator dan pelindung, dengan meningkatkan penyuluhan hukum dan akses terhadap mekanisme pengaduan. Selain itu, perlu ada sinergi antara pemerintah, pemberi kerja, dan pekerja untuk menciptakan sistem hubungan kerja yang adil dan manusiawi. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model hubungan kerja yang sesuai dengan karakteristik sektor informal dan kawasan pinggiran, serta strategi pengawasan dan perlindungan yang lebih efektif untuk sektor informal.
| File size | 284.08 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Studi ini menyimpulkan bahwa kepastian hukum secara signifikan berkontribusi pada pariwisata berkelanjutan, partisipasi masyarakat, dan pelestarian identitasStudi ini menyimpulkan bahwa kepastian hukum secara signifikan berkontribusi pada pariwisata berkelanjutan, partisipasi masyarakat, dan pelestarian identitas
UNIBAUNIBA Literasi gizi masyarakat di Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Batam masih rendah, khususnya terkait gizi seimbang dan panduan Isi Piringku, sehingga berisikoLiterasi gizi masyarakat di Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Batam masih rendah, khususnya terkait gizi seimbang dan panduan Isi Piringku, sehingga berisiko
UNIBAUNIBA Interaksi aktif siswa melalui diskusi, tanya jawab, dan simulasi menunjukkan bahwa pendekatan lintas budaya mampu memperkuat keterlibatan peserta dan memberikanInteraksi aktif siswa melalui diskusi, tanya jawab, dan simulasi menunjukkan bahwa pendekatan lintas budaya mampu memperkuat keterlibatan peserta dan memberikan
UNIBAUNIBA Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan adalah melalui penyuluhan kesehatan dengan metode simulasi. Kegiatan penyuluhan simulasi cuciSalah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan adalah melalui penyuluhan kesehatan dengan metode simulasi. Kegiatan penyuluhan simulasi cuci
UNIBAUNIBA Sosialisasi Manajemen Budaya Sekolah yang dilakukan oleh Tim PKM Universitas Batam, melibatkan tiga program studi (Manajemen, Psikologi, dan Ilmu Kesehatan),Sosialisasi Manajemen Budaya Sekolah yang dilakukan oleh Tim PKM Universitas Batam, melibatkan tiga program studi (Manajemen, Psikologi, dan Ilmu Kesehatan),
UNIBAUNIBA Tujuan utamanya adalah untuk memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat melalui penyusunan program yang berorientasi pada pengembangan desa, termasukTujuan utamanya adalah untuk memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat melalui penyusunan program yang berorientasi pada pengembangan desa, termasuk
UNIBAUNIBA Pengabdian ini berhasil meningkatkan motivasi dan keterampilan pedagang tas dalam menyusun perencanaan pemasaran. Peserta dapat membuat rencana pemasaranPengabdian ini berhasil meningkatkan motivasi dan keterampilan pedagang tas dalam menyusun perencanaan pemasaran. Peserta dapat membuat rencana pemasaran
UNIKOMUNIKOM Khususnya dalam konteks kampung kota, dimana biasanya kampung kota memiliki cap kumuh dan tidak teratur, pemerekan tempat ini bisa dijadikan solusi alternatifKhususnya dalam konteks kampung kota, dimana biasanya kampung kota memiliki cap kumuh dan tidak teratur, pemerekan tempat ini bisa dijadikan solusi alternatif
Useful /
UNIBAUNIBA Pengabdian pada masyarakat ini menjelaskan secara sederhana tentang AM kepada generasi muda pada usia sekolah antara 12 sampai dengan 17 tahun. KegiatanPengabdian pada masyarakat ini menjelaskan secara sederhana tentang AM kepada generasi muda pada usia sekolah antara 12 sampai dengan 17 tahun. Kegiatan
CENDIKIAJENIUS INDCENDIKIAJENIUS IND Hasil: Ditemukan penurunan tingkat keparahan halusinasi pendengaran dari moderat menjadi ringan, terlihat dari penurunan skor halusinasi pasien FT dariHasil: Ditemukan penurunan tingkat keparahan halusinasi pendengaran dari moderat menjadi ringan, terlihat dari penurunan skor halusinasi pasien FT dari
UNIBAUNIBA Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala dan melibatkan dinas kesehatan, perikanan, serta akademisi. Penyediaan APD yang terjangkau danDisarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala dan melibatkan dinas kesehatan, perikanan, serta akademisi. Penyediaan APD yang terjangkau dan
UNIBAUNIBA Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun Omnibus Law mengusung semangat efisiensi, perlu dilakukan revisi regulasi dan penguatan mekanisme pengawasan untukArtikel ini menyimpulkan bahwa meskipun Omnibus Law mengusung semangat efisiensi, perlu dilakukan revisi regulasi dan penguatan mekanisme pengawasan untuk