PUBMEDIAPUBMEDIA
Journal of Geosciences and Environmental StudiesJournal of Geosciences and Environmental StudiesRainfall distribution in mountainous regions is powerfully shaped by orography, yet detailed spatial understanding in Indonesia remains limited. This study examines orographic precipitation patterns and rain-shadow effects on Mount Rinjani using two main transects, west–east (WE) and north–south (NS), intersecting the Sembalun Valley. As a representative leeward site, Sembalun is the focal point of analysis, with attention to rainfall variability across timescales and the occurrence of extreme events. Daily rainfall data (~1 km resolution) from CHELSA-W5E5, spanning 1979–2016, were analysed. Results reveal sharp contrasts between windward and leeward slopes. Along the WE transect, rainfall rises toward the summit and declines steeply eastward into Sembalun, producing a structured leeward gradient of 22.6 mm per 100 m compared with a more variable 9.0 mm per 100 m on the windward side. Seasonal analysis highlights December–February as the peak rainfall period due to orographic enhancement, whereas shifting monsoonal winds shift the positions of the windward and leeward slopes along the NS transect. Extreme event analysis reveals that over 38 years, more than 25 days exceeded 50 mm on the western slope, while the east recorded far fewer. These findings confirm classical orographic uplift theory while demonstrating its modulation by monsoonal circulation in a tropical island context. They underscore the role of topography in shaping both overall rainfall patterns and precipitation extremes, with implications for hazard risk, irrigation, and tourism in Sembalun. The study provides a scientific basis for climate adaptation, water conservation, and sustainable land-use in the Rinjani region.
The study confirms that Mount Rinjanis topography significantly influences rainfall distribution through orographic uplift, creating distinct windward and leeward zones.The western and northern slopes receive higher rainfall, while the Sembalun Valley experiences a pronounced rain shadow effect.These patterns are modulated by seasonal shifts in monsoonal winds, impacting the location of windward and leeward areas throughout the year.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengintegrasikan data curah hujan dari CHELSA-W5E5 dengan data dari stasiun pengukur hujan lokal dan citra satelit, guna meningkatkan akurasi representasi kejadian curah hujan ekstrem. Selain itu, studi yang lebih mendalam mengenai interaksi antara pola curah hujan orografis dengan perubahan penggunaan lahan di sekitar Gunung Rinjani perlu dilakukan, untuk memahami dampaknya terhadap ketersediaan air dan risiko bencana. Terakhir, penelitian perlu difokuskan pada pengembangan model prediksi curah hujan berbasis topografi dan iklim muson yang lebih akurat, yang dapat digunakan untuk mendukung perencanaan tata ruang, pengelolaan sumber daya air, dan mitigasi risiko bencana di wilayah Sembalun dan sekitarnya.
- Exploration of alpine orographic precipitation patterns with radar image processing and clustering techniques... rmets.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/met.272Exploration of alpine orographic precipitation patterns with radar image processing and clustering techniques rmets onlinelibrary wiley doi 10 1002 met 272
- OROGRAPHIC PRECIPITATION | Annual Reviews. orographic annual reviews review earth planetary sciences... annualreviews.org/content/journals/10.1146/annurev.earth.33.092203.122541OROGRAPHIC PRECIPITATION Annual Reviews orographic annual reviews review earth planetary sciences annualreviews content journals 10 1146 annurev earth 33 092203 122541
- Transect Analysis of Orographic Precipitation in the Mount Rinjani Region: Case Study of the Sembalun... doi.org/10.53697/ijgaes.v2i3.4976Transect Analysis of Orographic Precipitation in the Mount Rinjani Region Case Study of the Sembalun doi 10 53697 ijgaes v2i3 4976
- Orographic precipitation and the relief of mountain ranges - Roe - 2003 - Journal of Geophysical Research:... agupubs.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1029/2001JB001521Orographic precipitation and the relief of mountain ranges Roe 2003 Journal of Geophysical Research agupubs onlinelibrary wiley doi 10 1029 2001JB001521
| File size | 1.11 MB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM Dengan demikian, kebutuhan air bersih di Negeri Passo Benteng Karang dapat terpenuhi sepenuhnya melalui penerapan metode RWH. Kebutuhan air bersih di NegeriDengan demikian, kebutuhan air bersih di Negeri Passo Benteng Karang dapat terpenuhi sepenuhnya melalui penerapan metode RWH. Kebutuhan air bersih di Negeri
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Perhitungan mencakup parameter penting, termasuk debit aliran, kecepatan aliran, total head dinamis, dan daya pompa, untuk mengidentifikasi jenis pompaPerhitungan mencakup parameter penting, termasuk debit aliran, kecepatan aliran, total head dinamis, dan daya pompa, untuk mengidentifikasi jenis pompa
TRISAKTITRISAKTI Peningkatan jumlah kunjungan ke SFV diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha BUMDes, mendukung pengembangan perekonomian Desa Sumberdodol, serta menjadikanPeningkatan jumlah kunjungan ke SFV diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha BUMDes, mendukung pengembangan perekonomian Desa Sumberdodol, serta menjadikan
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Dengan mengkaji praktik terbaik global dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa, penelitian ini memberikan rekomendasi untukDengan mengkaji praktik terbaik global dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Eropa, penelitian ini memberikan rekomendasi untuk
POLNAMPOLNAM Rancangan anggaran biaya yang didapat dari perhitungan untuk pembuatan bak recervoir (bak penampungan) di desa Mesiapi dengan rencana 2 bak penampunganRancangan anggaran biaya yang didapat dari perhitungan untuk pembuatan bak recervoir (bak penampungan) di desa Mesiapi dengan rencana 2 bak penampungan
UNSURUNSUR Apa Urgensi dibentuknya Undang-Undang Peradilan Khusus Pemilu bagi Indonesia. Pendekatan masalah yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatanApa Urgensi dibentuknya Undang-Undang Peradilan Khusus Pemilu bagi Indonesia. Pendekatan masalah yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
UNSURUNSUR Pengaturan sanksi pidana terhadap tindak pidana lingkungan di Indonesia terdapat dalam Pasal 97 hingga 120 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, dengan ancamanPengaturan sanksi pidana terhadap tindak pidana lingkungan di Indonesia terdapat dalam Pasal 97 hingga 120 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, dengan ancaman
SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH Semua makhluk hidup membutuhkan air, karena air merupakan materi esensial terpenting bagi kehidupan. Salah satu kandungan zat di dalam air adalah besiSemua makhluk hidup membutuhkan air, karena air merupakan materi esensial terpenting bagi kehidupan. Salah satu kandungan zat di dalam air adalah besi
Useful /
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Kedua konfigurasi hukum ini tentu akan menimbulkan konsekuensi problematis yang lebih lanjut. Ahli waris harus memilih dua opsi yuridis tersebut. KeduaKedua konfigurasi hukum ini tentu akan menimbulkan konsekuensi problematis yang lebih lanjut. Ahli waris harus memilih dua opsi yuridis tersebut. Kedua
UBHARAJAYAUBHARAJAYA 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Dengan pengaturan tersebut, maka diharapkan dapat menjawab semua persoalan yang berkaitan dengan penerapan kebiri kimia di Indonesia,1 Tahun 2023 tentang KUHP. Dengan pengaturan tersebut, maka diharapkan dapat menjawab semua persoalan yang berkaitan dengan penerapan kebiri kimia di Indonesia,
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Secara keseluruhan, temuan menyoroti bahwa pada sektor kesehatan, investor lebih menekankan pada efisiensi, prospek pertumbuhan, dan manajemen keuanganSecara keseluruhan, temuan menyoroti bahwa pada sektor kesehatan, investor lebih menekankan pada efisiensi, prospek pertumbuhan, dan manajemen keuangan
TRISAKTITRISAKTI Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah masih cukup rendah pemahaman masyarakat berdasarkan pengalaman dan pengetahuan terkait pentingnya pola hidupKesimpulan dari pembahasan di atas adalah masih cukup rendah pemahaman masyarakat berdasarkan pengalaman dan pengetahuan terkait pentingnya pola hidup