UNIBAUNIBA

Jurnal Pendekar NusantaraJurnal Pendekar Nusantara

Sindrom metabolik adalah suatu kumpulan faktor risiko dari kelainan metabolik yang terdiri atas obesitas sentral, dislipidemia, hipertensi, dan hiperglikemia. Sindrom metabolik ini menggabungkan beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskular dan endokrin. Prevalensi Sindrom Metabolik secara global dan nasional terus meningkat setiap tahunnya, menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan beban sistem kesehatan, serta diperkirakan prevalensinya sekitar 20-25% di seluruh dunia. Tujuan penyuluhan ini untuk mengetahui pengetahuan terkait pencegahan dan pengelolaan Sindrom Metabolik pada masyarakat pesisir pantai di wilayah Desa Kampung Tua Teluk Mata Ikan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Pelaksanaan dilakukan Desa Kampung Tua Teluk Mata Ikan RT.003 RW.007, target peserta masyarakat pesisir pantai dengan jumlah peserta sebanyak 40 partisipan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test terdiri atas 20 soal dimana 10 soal pernyataan “benar-salah dan 10 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan nilai skor rata-rata dari 5,6 menjadi 8,0 setelah kegiatan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan pemahaman lebih baik setelah sesi edukasi. Kesimpulannya, program ini efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dalam aspek Sindrom metabolik dan pencegahan kompilkasi. Edukasi serupa perlu dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat dampak edukatif dan mendorong terbentuknya agen perubahan di kalangan masyakat pesisir.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema edukasi tentang Sindrom Metabolik dan pencegahanya menunjukkan hasil yang positif.Terdapat peningkatan signifikan pada pemahaman responden, dibuktikan dengan skor rata-rata dari 5,6 menjadi 8,0 setelah edukasi penyuluhan.Metode ceramah interaktif, diskusi, dan media visual terbukti efektif dalam menyampaikan materi yang bersifat teknis menjadi lebih mudah dipahami.Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan kesadaran yang lebih baik terhadap kesehatan khusunya penyakit Sindrom Metabolik.Keistimewaan kegiatan ini terdapat pada pendekatan partisipatif dan kontekstual yang mendorong keterlibatan aktif responden.Materi disampaikan secara aplikatif dan relevan dengan kehidupan mereka.Namun, keterbatasan masih ada, seperti durasi kegiatan yang singkat dan belum tersedianya evaluasi dampak jangka panjang.Harapan kegiatan ke depan kegiatan ini dapat dikembangkan menjadi kegiatan roleh stacholder dengan melibatkan multidisplin seperti, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Institusi Pendidikan Kesehatan dan Kedokteran, Tokoh Masyarakat sehingga dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif terhadap masyrakat pesisir.

Untuk memperkuat dampak edukatif dan mendorong terbentuknya agen perubahan di kalangan masyarakat pesisir, perlu dilakukan kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan edukasi serupa secara berkala. Selain itu, penting untuk mengembangkan kegiatan ini menjadi kegiatan berkelanjutan dengan melibatkan multidisiplin, seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, Institusi Pendidikan Kesehatan dan Kedokteran, serta Tokoh Masyarakat. Dengan demikian, edukasi tentang Sindrom Metabolik dapat mencapai lebih banyak masyarakat pesisir dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Read online
File size534.7 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test