IDEAJOURNALIDEAJOURNAL

Idea Pengabdian MasyarakatIdea Pengabdian Masyarakat

Donor darah adalah kegiatan memberikan sumbangan darah, baik untuk kebutuhan darah pengganti ataupun sebagai pendonor secara langsung, yang mempunyai manfaat penting dalam berbagai tempat pelayanan kesehatan. Angka kematian akibat tidak tersedianya cadangan pasokan darah pada negara berkembang relatif tinggi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menolong Palang Merah Indonesia (PMI) dalam mengumpulkan dan mensosialisasikan donor darah kepada masyarakat. Faktanya, jumlah persentase donatur darah masih rendah. Hal ini menyebabkan keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan darah pun semakin meningkat. Keterbatasan jumlah orang yang mau mendonorkan darah dapat disebabkan oleh tingkat pengetahuan tentang donor darah yang masih kurang. Persepsi yang keliru tentang donor darah, atau ketakutan akan prosedur teknis donor darah. Metode Pengumpulan data menggunakan metode intervensi secara langsung kepada peserta. Dari 57 Peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan donor darah yang sesuai dengan kualifikasi persyaratan pendonor berjumlah 40 orang. Kesimpulan yang dapat diambil Donor darah mempunyai banyak manfaat terhadap tubuh baik itu dampak positif atau negatif yang belum banyak diketahui oleh masyarakat.Kondisi fisik dan Kesehatan peserta pendonor juga merupakan faktor penting untuk menjadi Pendonor.

Pelaksanaan kegiatan donor darah berjalan lancar dan sukses berkat dukungan berbagai pihak, termasuk peserta, dosen, mahasiswa, PMI, dan masyarakat.Pentingnya darah dalam tubuh manusia dan penggolongan darah yang tepat untuk transfusi ditekankan, mengingat risiko kekeliruan golongan darah.Oleh karena itu, masyarakat diharapkan memahami manfaat, syarat, serta potensi efek samping donor darah untuk partisipasi yang lebih informatif.

Melihat masih rendahnya persentase pendonor darah yang memenuhi syarat dan adanya tantangan dalam mengubah pendonor pasif menjadi proaktif, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Salah satu pertanyaan penelitian yang penting adalah, bagaimana intervensi edukasi gizi dan kampanye pra-skrining dapat secara efektif menurunkan angka diskualifikasi pendonor, khususnya yang disebabkan oleh kadar hemoglobin rendah, di kalangan masyarakat Kabupaten Sikka? Penelitian ini bisa mengeksplorasi model intervensi kesehatan masyarakat yang spesifik untuk meningkatkan kelayakan donor dan ketersediaan darah. Selain itu, mengingat banyak pendonor di Indonesia masih bersifat pasif, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi yang mengubah pendonor yang hanya termobilisasi menjadi pendonor sukarela yang berinisiatif secara mandiri. Ini bisa mencakup studi tentang desain kampanye edukasi dan program insentif non-finansial yang paling efektif dalam menumbuhkan motivasi donor berkelanjutan. Lebih lanjut, penting untuk meneliti sejauh mana program edukasi komprehensif mengenai manfaat, prosedur aman, dan minimnya risiko donor darah mampu mempengaruhi persepsi negatif dan mengurangi ketakutan di masyarakat, sehingga meningkatkan kesediaan mereka untuk berpartisipasi secara sukarela di luar acara terorganisir. Pendekatan ini dapat melibatkan perbandingan efektivitas berbagai metode sosialisasi dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku donor secara fundamental, memastikan pasokan darah yang lebih stabil dan berkelanjutan di masa mendatang.

Read online
File size1.06 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test