KYADIRENKYADIREN

Pulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature & LinguisticsPulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature & Linguistics

Pada masa kanak-kanak, pola asuh yang kurang memadai dan penggunaan smartphone berlebihan sering dikaitkan dengan keterlambatan bahasa pertama. Lingkungan bilingual juga diduga turut memengaruhi kondisi ini. Jika tidak ditangani, faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan gangguan perkembangan bahasa, seperti keterlambatan bicara (speech delay) dan gejala autisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus eksploratif terhadap dua anak usia 4 dan 5 tahun yang tumbuh dalam lingkungan bilingual. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan orang tua. Hasil menunjukkan bahwa keduanya mengalami keterlambatan bicara dan tanda-tanda autisme, dipengaruhi oleh pola asuh tidak konsisten serta kompleksitas penggunaan dua bahasa. Masalah kesehatan seperti karies dan pencabutan gigi dini juga turut memengaruhi kemampuan bicara. Studi ini menunjukkan pentingnya pola asuh yang konsisten dalam mendukung perkembangan bahasa.

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk gangguan bicara pada masa kanak-kanak.Melalui studi kasus terhadap dua balita yang dibesarkan dalam lingkungan bilingual, artikel ini menemukan bahwa kedua anak mengalami keterlambatan bicara serta gejala terkait autisme.Meskipun lingkungan bilingual tampaknya menjadi salah satu faktor penyumbang, temuan studi ini menunjukkan bahwa bilingualisme bukan penyebab tunggal atau utama.Faktor-faktor lain seperti kondisi sosioekonomi, latar belakang pendidikan orang tua, dan komorbiditas terkait kesehatan organ bicara juga berperan signifikan dalam menyumbang gangguan perkembangan bahasa.Temuan ini menekankan peran kritis orang tua dalam menyediakan waktu dan perhatian yang cukup, karena anak-anak memperoleh bahasa bukan melalui instruksi formal tetapi melalui interaksi dan paparan lingkungan yang kaya secara linguistik.Oleh karena itu, respons orang tua yang cepat dan pemahaman yang baik tentang proses perkembangan anak sangat penting untuk mencegah keterlambatan dalam perkembangan bahasa, kognitif, dan psikomotor.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi eksperimental yang menyeluruh untuk memahami lebih jelas hubungan antara bilingualisme dan keterlambatan bicara. Selain itu, penelitian dapat fokus pada peran orang tua dalam mendukung perkembangan bahasa anak, terutama dalam konteks bilingualisme. Studi ini juga dapat mengeksplorasi dampak kesehatan gigi pada kemampuan bicara anak dan bagaimana hal itu berkaitan dengan lingkungan bilingual. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki lebih lanjut bagaimana teknologi digital, terutama smartphone, mempengaruhi perkembangan bahasa anak dalam lingkungan bilingual.

  1. "Late Language Emergence" by Peyman Nouraey, Mohammad A. Ayatollahi et al.. late language emergence... mjournal.squ.edu.om/home/vol21/iss2/5Late Language Emergence by Peyman Nouraey Mohammad A Ayatollahi et al late language emergence mjournal squ edu om home vol21 iss2 5
  2. Teacher’s Perceptions and Attitudes Toward Bilingualism: Implications For Early Childhood Education... doi.org/10.24331/ijere.1185809TeacherAos Perceptions and Attitudes Toward Bilingualism Implications For Early Childhood Education doi 10 24331 ijere 1185809
  3. Persepsi Orang Tua tentang Karies Gigi pada Anak Usia <6 tahun: Sebuah Studi Kualitatif | Jurnal Obsesi... doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.4540Persepsi Orang Tua tentang Karies Gigi pada Anak Usia
  4. Sugar rush or sugar crash? Experimental evidence on the impact of sugary drinks in the classroom. sugar... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/hec.4444Sugar rush or sugar crash Experimental evidence on the impact of sugary drinks in the classroom sugar onlinelibrary wiley doi 10 1002 hec 4444
Read online
File size290.27 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test