KYADIRENKYADIREN

Pulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature & LinguisticsPulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature & Linguistics

Penelitian ini mengkaji implementasi Instagram sebagai media Mobile-Assisted Language Learning (MALL) dalam pembelajaran EFL serta menganalisis perbedaan pengalaman belajar siswa berdasarkan gender. Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods dengan pendekatan explanatory sequential. Partisipan penelitian terdiri atas 20 siswa kelas X MAN 1 Kota Makassar, yaitu 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, kuesioner, dan wawancara semi-terstruktur. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram mendukung aktivitas membaca, menulis, menyimak, dan berbicara melalui caption, postingan, komentar, reels, video, dan tugas berbicara. Siswa perempuan memperoleh skor rata-rata lebih tinggi serta menunjukkan partisipasi dan kepercayaan diri yang lebih kuat dibandingkan siswa laki-laki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram dapat menjadi media MALL yang efektif apabila digunakan melalui kegiatan EFL yang terstruktur dan inklusif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram dapat diterapkan sebagai alat Mobile-Assisted Language Learning (MALL) yang mendukung pembelajaran EFL dengan memfasilitasi praktik membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara melalui caption, posting, komentar, reels, video, dan tugas video berbicara.Hasilnya mengindikasikan bahwa Instagram tidak hanya menyediakan materi autentik dan meningkatkan motivasi serta keterlibatan siswa, tetapi juga menimbulkan perbedaan pengalaman belajar berdasarkan gender, di mana siswa perempuan memperoleh skor rata-rata lebih tinggi dan lebih aktif serta percaya diri dalam menciptakan konten bahasa Inggris.Implikasi teoretisnya memperkaya pengembangan MALL dan pembelajaran EFL berbasis teknologi, sementara secara praktis guru diharapkan merancang aktivitas Instagram yang seimbang antara keterampilan reseptif dan produktif serta memberikan panduan dan umpan balik positif, khususnya bagi siswa yang kurang percaya diri dalam produksi lisan.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti perbandingan efektivitas platform media sosial lain, seperti TikTok atau YouTube, dengan Instagram dalam konteks Mobile-Assisted Language Learning untuk memahami keunggulan dan keterbatasan masing‑masing platform dalam mendukung keempat keterampilan bahasa (membaca, menulis, mendengarkan, berbicara). Selain itu, studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan beberapa sekolah dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan Instagram sebagai alat MALL terhadap peningkatan kemampuan bahasa Inggris serta perkembangan motivasi belajar siswa. Terakhir, penelitian yang berfokus pada strategi pedagogis untuk mengurangi kecemasan berbicara pada siswa laki‑laki, misalnya melalui desain tugas kolaboratif berbasis video atau penggunaan fitur privasi khusus, dapat memberikan insight tentang cara meningkatkan partisipasi produktif semua gender dalam pembelajaran berbasis media sosial.

  1. Personal learning environments. personal learning environments skip main content loading files emerging... doi.org/10125/44175Personal learning environments personal learning environments skip main content loading files emerging doi 10125 44175
  2. The Implementation of Instagram in Mobile-assisted Language Learning for EFL students: A Gender-Based... ejournal.kyadiren.or.id/index.php/pulchra/article/view/83The Implementation of Instagram in Mobile assisted Language Learning for EFL students A Gender Based ejournal kyadiren index php pulchra article view 83
Read online
File size290.25 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test