UWMYUWMY

Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA)Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA)

Penelitian ini menelaah kesenjangan antara niat dan perilaku kewirausahaan di perguruan tinggi dengan menguji pengaruh digital competence (DC) dan opportunity recognition capacity (ORC) terhadap nascent entrepreneurial behavior (NEB) melalui entrepreneurial self-efficacy (ESE). Desain kuantitatif kausal-konfirmatori diterapkan pada 120 anggota HIPMI PT UPI; data dianalisis menggunakan PLS-SEM (SmartPLS 4). Hasil menunjukkan ORC berpengaruh signifikan pada ESE dan NEB, sedangkan DC hanya memengaruhi ESE; ESE tidak memengaruhi NEB dan tidak memediasi pengaruh DC maupun ORC. Secara teoretis, temuan ini menempatkan ESE sebagai syarat yang perlu tetapi belum cukup bagi munculnya perilaku awal, serta mengidentifikasi ORC sebagai pemicu kognitif terdekat yang menyalurkan kapabilitas menjadi aksi pada kondisi yang mendukung. Secara praktis, studi ini merekomendasikan pembelajaran berbasis pengalaman dan pipeline peluang yang terstruktur (tugas proyek, mentoring/inkubasi, validasi pasar) untuk mengonversi efikasi diri menjadi perilaku nascent yang teramati.

Penelitian ini menunjukkan bahwa entrepreneurial self‑efficacy (ESE) berperan sebagai poros psikologis utama, sementara opportunity recognition capacity (ORC) menjadi faktor paling kuat dalam membentuk ESE, dan digital competence (DC) berfungsi sebagai kemampuan pendukung.Namun, ESE tidak cukup untuk mendorong nascent entrepreneurial behavior (NEB) tanpa adanya peluang yang jelas serta dukungan kontekstual.Oleh karena itu, strategi pembelajaran berbasis aksi yang mengintegrasikan kompetensi digital, kemampuan mengenali peluang, dan pengalaman praktis diperlukan untuk mengubah niat menjadi perilaku kewirausahaan nyata di kalangan mahasiswa.

Penelitian selanjutnya dapat menguji peran mentor dan inkubator sebagai moderator yang memperkuat hubungan antara entrepreneurial self‑efficacy dan nascent entrepreneurial behavior, sehingga dapat mengidentifikasi kondisi dukungan yang paling efektif. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perkembangan mahasiswa selama beberapa semester dapat mengevaluasi bagaimana pembelajaran berbasis proyek memediasi transformasi self‑efficacy menjadi perilaku kewirausahaan nyata, memberikan wawasan tentang durasi dan intensitas intervensi yang diperlukan. Selanjutnya, analisis komparatif antar jurusan dapat meneliti dampak ekosistem platform digital universitas terhadap kemampuan mahasiswa dalam mengenali peluang, sehingga mengungkap perbedaan lintas disiplin dalam memanfaatkan teknologi untuk kewirausahaan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang faktor-faktor kontekstual yang mempercepat konversi niat menjadi aksi, serta memberikan rekomendasi praktis bagi institusi pendidikan untuk merancang program yang lebih terintegrasi dan responsif.

  1. Entrepreneurial Self–Efficacy: Refining the Measure - Jeffrey E. McGee, Mark Peterson, Stephen... journals.sagepub.com/doi/10.1111/j.1540-6520.2009.00304.xEntrepreneurial SelfAeEfficacy Refining the Measure Jeffrey E McGee Mark Peterson Stephen journals sagepub doi 10 1111 j 1540 6520 2009 00304 x
  2. Digital Technology Entrepreneurship: A Definition and Research Agenda | TIM Review. digital technology... timreview.ca/article/1076Digital Technology Entrepreneurship A Definition and Research Agenda TIM Review digital technology timreview ca article 1076
Read online
File size800.78 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test