IJBLEIJBLE

International Journal of Business, Law, and EducationInternational Journal of Business, Law, and Education

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran rumah sakit terhadap loyalitas pasien di RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Dengan desain kuantitatif cross‑sectional, data dikumpulkan dari 151 responden rawat jalan melalui kuesioner terstruktur. Variabel bauran pemasaran yang dianalisis meliputi produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji Chi‑Square, dan regresi logistik multivariat dengan metode forward stepwise. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik berhubungan signifikan secara statistik dengan loyalitas pasien (p < 0,05), sedangkan dimensi produk tidak. Analisis multivariat mengungkap bahwa bukti fisik, promosi, dan orang merupakan faktor dominan yang memengaruhi loyalitas pasien, dengan model akhir menjelaskan 60,5% varians loyalitas. Pasien yang menilai fasilitas rumah sakit bersih, nyaman, dan terorganisir, menerima komunikasi promosi yang jelas dan informatif, serta mengalami layanan staf yang profesional dan empatik, cenderung menunjukkan loyalitas tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa loyalitas pasien di rumah sakit publik dibentuk tidak hanya oleh layanan klinis, tetapi juga oleh aspek pengalaman dan hubungan dalam penyampaian layanan kesehatan. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit harus mengintegrasikan perbaikan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia, dan promosi strategis untuk meningkatkan loyalitas pasien yang berkelanjutan.

Penelitian ini mengkaji hubungan antara bauran pemasaran rumah sakit dan loyalitas pasien di RSUD Arjawinangun menggunakan analisis bivariat dan multivariat, menunjukkan semua dimensi bauran pemasaran berpengaruh signifikan terhadap loyalitas, dengan bukti fisik, promosi, dan orang sebagai prediktor terkuat yang menjelaskan 60,5% variasi.Hasilnya menunjukkan bahwa loyalitas pasien tidak hanya dipengaruhi oleh hasil klinis tetapi sangat dipengaruhi oleh pengalaman layanan secara keseluruhan, termasuk harga yang adil, lokasi strategis, promosi edukatif, serta kualitas sumber daya manusia, proses layanan yang efisien, dan fasilitas fisik yang terpelihara.Temuan ini mendukung teori pemasaran layanan kontemporer yang menekankan integrasi elemen tangible dan intangible dalam penyediaan layanan kesehatan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah kepuasan pasien dan tingkat kepercayaan berperan sebagai variabel mediasi antara dimensi bauran pemasaran rumah sakit (produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, bukti fisik) dan loyalitas pasien, dengan menggunakan model persamaan struktural untuk mengidentifikasi pengaruh tidak langsung secara kuantitatif. Selain itu, studi longitudinal yang mengikuti pasien selama setidaknya dua tahun dapat mengevaluasi efek perubahan kebijakan pemasaran, seperti peningkatan fasilitas fisik atau kampanye promosi edukatif, terhadap tingkat loyalitas yang berkelanjutan, sehingga memberikan gambaran dinamis tentang hubungan sebab‑akibat. Penelitian juga dapat membandingkan efektivitas saluran pemasaran digital, termasuk media sosial, aplikasi mobile, dan platform telehealth, dalam meningkatkan persepsi nilai dan loyalitas pasien rawat jalan, terutama pada kelompok usia muda yang lebih aktif secara digital. Sebuah pendekatan campuran yang menggabungkan wawancara mendalam dengan analisis kuantitatif dapat mengungkap faktor-faktor kontekstual, seperti budaya organisasi dan persepsi kualitas layanan, yang mungkin memoderasi hubungan antara bauran pemasaran dan loyalitas. Peneliti dapat memperluas sampel ke rumah sakit lain di wilayah yang berbeda untuk menguji generalisasi temuan dan mengidentifikasi perbedaan regional dalam pengaruh dimensi pemasaran. Selanjutnya, eksperimen terkontrol yang menerapkan intervensi spesifik, misalnya pelatihan komunikasi empatik bagi staf rumah sakit, dapat menilai dampaknya terhadap persepsi orang (people) dan pada akhirnya terhadap loyalitas pasien. Analisis biaya‑manfaat dari berbagai strategi pemasaran juga penting untuk menentukan investasi yang paling efisien bagi rumah sakit publik dengan sumber daya terbatas. Dengan mengintegrasikan temuan‑temuan tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan panduan praktis yang berbasis bukti untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien secara berkelanjutan.

  1. Analysis of the Hospital Marketing Mix and Its Effect on Patient Loyalty in the Outpatient Department... ijble.com/index.php/journal/article/view/1346Analysis of the Hospital Marketing Mix and Its Effect on Patient Loyalty in the Outpatient Department ijble index php journal article view 1346
  2. Pengaruh Faktor Bauran Pemasaran Dan Karakteristik Pasien Antenatal Care (ANC) Terhadap Minat Melahirkan... ejournal.urindo.ac.id/index.php/MARSI/article/view/1590Pengaruh Faktor Bauran Pemasaran Dan Karakteristik Pasien Antenatal Care ANC Terhadap Minat Melahirkan ejournal urindo ac index php MARSI article view 1590
  3. "GAMBARAN KEPUASAN" by Nia Murniati and Bintang Natasya Syafira. gambaran kepuasan nia murniati... doi.org/10.7454/jabt.v5i2.1078GAMBARAN KEPUASAN by Nia Murniati and Bintang Natasya Syafira gambaran kepuasan nia murniati doi 10 7454 jabt v5i2 1078
Read online
File size264.37 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test