IJBLEIJBLE

International Journal of Business, Law, and EducationInternational Journal of Business, Law, and Education

Ekuitas Merek Berbasis Pelanggan (CBBE) telah menjadi penentu penting dalam persaingan rumah sakit; namun, bukti empiris komparatif antara rumah sakit publik dan swasta di negara berkembang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan CBBE antara rumah sakit publik dan swasta di Kabupaten Cirebon, Indonesia, dan mengidentifikasi dimensi ekuitas merek kunci yang mempengaruhi pilihan rumah sakit pasien. Survei komparatif lintas-seksi dilakukan melibatkan 360 pasien, terdiri dari 180 dari rumah sakit publik dan 180 dari rumah sakit swasta, direkrut secara purposif. CBBE diukur menggunakan kuesioner standar 24 item yang mencakup tujuh dimensi: kesadaran merek, asosiasi merek, kualitas persepsi, respons emosional, hubungan merek, stimulus pemasaran, dan asosiasi kemampuan korporat. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U dan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan bahwa rumah sakit swasta mencapai skor yang signifikan lebih tinggi di seluruh dimensi CBBE (p < 0,05). Analisis regresi logistik mengidentifikasi kesadaran merek, asosiasi kemampuan korporat, respons emosional, dan hubungan merek sebagai prediktor signifikan dari pilihan rumah sakit, dengan hubungan merek muncul sebagai faktor dominan.

Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa rumah sakit swasta menunjukkan tingkat ekuitas merek berbasis pelanggan yang lebih tinggi secara signifikan di seluruh tujuh dimensi kerangka CBBE dibandingkan dengan rumah sakit publik.Analisis multivariat lebih lanjut mengungkapkan bahwa kesadaran merek, asosiasi kemampuan korporat, respons emosional, dan hubungan merek adalah penentu kritis dari pilihan rumah sakit, dengan hubungan merek muncul sebagai prediktor paling berpengaruh.Temuan ini menyarankan bahwa ekuitas merek dalam layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pemberian perawatan medis berkualitas tinggi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan rumah sakit untuk membangun reputasi institusi, memperkuat kredibilitas merek, dan menumbuhkan ikatan emosional dan relasional jangka panjang dengan pasien.Untuk rumah sakit publik, memperkuat dimensi-dimensi ini merupakan keharusan strategis untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan loyalitas pasien dalam pasar kesehatan yang semakin dinamis dan kompetitif.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan strategi branding yang berfokus pada pasien untuk rumah sakit publik, dengan menekankan komunikasi yang transparan dan penggunaan platform engagement digital. Hal ini dapat membantu meningkatkan kesadaran merek dan membangun hubungan yang kuat dengan pasien.. . 2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan ekuitas merek antara rumah sakit publik dan swasta, termasuk kemampuan institusi, strategi komunikasi, dan pengalaman emosional pasien. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami bagaimana faktor-faktor ini saling berinteraksi dan mempengaruhi pilihan rumah sakit.. . 3. Meneliti strategi inovasi berkelanjutan dalam pemberian layanan dan strategi pemasaran relasional untuk rumah sakit swasta. Dengan demikian, rumah sakit swasta dapat mempertahankan keunggulan kompetitif mereka dan terus meningkatkan ekuitas merek mereka. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana rumah sakit swasta dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan pasien, serta bagaimana mereka dapat memanfaatkan teknologi dan praktik manajemen yang inovatif.

  1. Comparative Analysis of Customer-Based Brand Equity Between Public and Private Hospitals | International... ijble.com/index.php/journal/article/view/1342Comparative Analysis of Customer Based Brand Equity Between Public and Private Hospitals International ijble index php journal article view 1342
Read online
File size259.63 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test