UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry

Jurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum IslamJurnal Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk serta gambaran dalam proses demokratisasi pembelajaran di Pesantren Sultan Hasanuddin Gowa dalam perspektif etika dan hukum, untuk membentuk perilaku budaya Islami. Fokus kajian adalah bagaimana bentuk demokratisasi pendidikan dalam wawasan etika hukum dalam membentuk perilaku budaya Islami. Melalui pendekatan fenomenologi, data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar etika hukum mengatur hubungan dan interaksi antara sesama peserta didik dan pengelola lembaga pendidikan untuk mewujudkan suasana lingkungan Pesantren yang damai, stabil, kondusif dan harmonis. Etika membimbing peserta didik berperilaku sesuai dengan norma sosial dan moral yang diterima. Sedangkan hukum membantu menghindari tindakan yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Dengan demikian, etika dan hukum adalah dua komponen penting yang saling melengkapi dalam membentuk perilaku budaya Islami yang sehat dan berkelanjutan di Pesantren Sultan Hasanuddin Gowa. Nilai-nilai budaya tertentu dapat membentuk norma-norma etika yang kemudian dapat diadopsi menjadi hukum formal. Budaya Islami menjadi sumber utama peradaban Islam dengan beberapa faktornya yakni tauhid yaitu kepercayaan kepada Ke-Esa-an Allah swt., akhlaq yakni moralitas dan etika serta faktor ilmu pengetahuan. Kebudayaan dan peradaban Islam meliputi keseluruhan aqidah, syariah dan muamalah yang membangun kekuatan pendidikan, etika hukum dan sekaligus sebagai tatanan budaya sosial. Pembelajaran demokratis membantu santri menemukan nilai-nilai etis yang bersumber dari ajaran Islam yang banyak dipraktekkan dan terekam dalam sejarah peradaban umat Islam semenjak dahulu.

Demokratisasi pembelajaran menekankan pemberian kebebasan kepada siswa untuk mengeksplorasi, berkomunikasi, dan mengambil keputusan sendiri.Otonomi ini memungkinkan siswa memahami lebih cepat materi pembelajaran yang disiapkan oleh guru.Dengan kemampuan individu mereka, siswa mampu memproses pengetahuan secara mandiri, yang pada akhirnya mengarah pada perubahan perilaku yang berakar pada nilai-nilai budaya yang lebih tinggi.Ketika siswa didorong untuk menemukan pengetahuan sendiri, mereka secara alami mengembangkan budaya belajar.Demokratisasi pembelajaran, yang difasilitasi oleh guru melalui pendekatan aktif dan partisipatif, membantu siswa membangun independensi, tanggung jawab, dan kejujuran dalam proses belajar.Pendekatan ini membantu siswa membangun etika dan moralitas mereka, yang akhirnya menjadi kebiasaan positif dan menjadi bagian dari budaya belajar yang berakar pada nilai-nilai Islam.Etika dan hukum memainkan peran integral dalam mengubah perilaku dan budaya siswa.Etika mencakup nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip yang membimbing perilaku siswa, seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan rasa hormat.Hukum, di sisi lain, bertujuan mencegah siswa melakukan tindakan yang dapat menyebabkan ketidakstabilan di lingkungan pendidikan.Pendidikan, oleh karena itu, tidak hanya harus fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan etika.Mendidik karakter dan perilaku siswa sesuai dengan etika Islam di lingkungan sekolah dapat berkontribusi pada pembentukan budaya Islam yang mendukung kemajuan peradaban Islam di masyarakat Muslim yang lebih luas.Melalui demokratisasi pembelajaran, siswa diberdayakan untuk mengeksplorasi pengetahuan secara mandiri dan menemukan nilai-nilai etis dan budaya yang berakar pada ajaran Islam.Guru juga menyediakan ruang dan bimbingan yang diperlukan bagi siswa untuk mengungkap warisan moral dan intelektual yang kaya yang tercatat sepanjang sejarah kemajuan dan peradaban Islam, sehingga menjadikannya sebagai fondasi untuk pengembangan etika.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana demokratisasi pembelajaran dapat diterapkan dalam berbagai konteks pendidikan, termasuk di luar pesantren. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak demokratisasi pembelajaran terhadap prestasi akademik siswa dan perkembangan karakter mereka. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam menerapkan demokratisasi pembelajaran, serta strategi-strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk perilaku budaya Islami yang sehat dan berkelanjutan di berbagai institusi pendidikan.

Read online
File size454.29 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test