UNDANAUNDANA

Jurnal Beta KimiaJurnal Beta Kimia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari ekstrak daun Sterculia comosa Wallich terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia dan Streptococcus viridans. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Pengujian antibakteri dengan menggunakan metode dilusi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Sterculia comosa Wallich berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia dan Streptococcus viridans. Konsentrasi ekstrak daun Sterculia comosa Wallich yang berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia adalah pada konsentrasi 200 mg/ml dengan rata-rata jumlah koloni bakteri yang hidup 163 CFU dan konsentrasi tertinggi 1600 mg/ml dengan rata-rata jumlah koloni yang hidup sebanyak 75 CFU, sedangkan pertumbuhan bakteri Streptococcus viridans terhambat pada konsentrasi minimal 200 mg/ml dengan rata-rata jumlah koloni bakteri 147 CFU dan konsentrasi tertinggi pada 1600 mg/mL dengan rata-rata jumlah koloni yang hidup sebanyak 63,67 CFU. Sementara konsentrasi yang dapat membunuh bakteri dalam penelitian ini belum ditemukan untuk kedua bakteri tersebut. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pengembangan penelitian dan memperkaya temuan pada tumbuhan berpotensi obat.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun Sterculia comosa Wallich yang diberikan maka semakin tinggi aktivitas senyawa antibakteri dalam ekstrak daun Sterculia comosa Wallich serta semakin efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia dan Streptococcus viridans.Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi yang bermanfaat sebagai bahan kajian dalam pengembangan penelitian selanjutnya khususnya berkaitan dengan pemberantasan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Klebsiella pneumonia dan Streptococcus viridans.

Apakah peningkatan konsentrasi ekstrak etanol daun Sterculia comosa Wallich di atas 1600 mg/ml dapat menghasilkan konsentrasi bakteriostatik minimum (KBM) atau konsentrasi bakterisidal (KBM) terhadap bakteri Klebsiella pneumonia dan Streptococcus viridans? Bagaimana perbandingan aktivitas antibakteri ekstrak daun Sterculia comosa apabila menggunakan pelarut lain seperti metanol, air, atau campuran pelarut, serta apa pengaruh metode ekstraksi (misalnya ekstraksi ultrasonik atau superkritis) terhadap kadar senyawa bioaktif dan efektivitasnya? Bisakah senyawa fitokimia utama (alkaloid, flavonoid, terpenoid, steroid) yang terdapat dalam ekstrak daun Sterculia comosa diisolasi, dikarakterisasi secara kimia, dan diuji secara in vitro maupun in vivo untuk menilai mekanisme aksi antibakteri serta potensi toksisitasnya pada sel mamalia? Apakah ekstrak daun Sterculia comosa Wallich menunjukkan aktivitas yang sama atau lebih baik bila diuji terhadap isolate klinis bakteri Klebsiella pneumonia dan Streptococcus viridans yang resisten terhadap antibiotik konvensional? Dapatkah formulasi topikal atau sistem penghantaran nanopartikel berbasis ekstrak daun Sterculia comosa dikembangkan untuk meningkatkan stabilitas, penetrasi, dan efektivitas antibakteri pada luka atau infeksi kulit pada model hewan percobaan?.

Read online
File size284.2 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test