UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianSerangga dalam suatu ekosistem dapat memberikan konstribusi terhadap kehidupan manusia, termasuk peranan serangga dalam ekosistem pertanian. Serangga dalam suatu ekosistem memiliki berbagai peranan, diantaranya sebagai serangga fitofag, polinator, dekomposer, predator dan parasitoid, serta bermanfaat sebagai musuh alami. Keberadaan serangga dalam agroekosistem jagung tentunya dapat mempengaruhi berbagai aspek budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tingkat keanekaragaman serangga pada agroekositem jagung di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya serta mengetahui tingkat dominasi serangga pada agroekosistem jagung dan mengetahui peran dari jenis serangga tanaman jagung. Penelitian dilakukan selama 14 hari dengan perangkap yellow trap dan light trap. Pemasangan perangkap tersebut diletakan pada tiga titik lokasi yang berbeda serta metode pengambilan sempel menggunakan metode deskriptif dan serangga yang tertangkap kemudian diidentifikasi. Terdapat serangga yang teridentifikasi sebagai serangga predator, hama, parasitoid dan pengurai. Hasil yang didapat pada perangkap yellow trap dengan serangga sebagai predator berjumlah 4 jenis serangga. Serangga sebagai hama berjumlah 7 jenis serangga. Serangga sebagai parasitoid 3 jenis. Sedangkan untuk perangap light trap terdapat serangga sebagai predator 1 jenis serangga. Serangga sebagai hama 6 jenis serangga. Serangga sebagai parasitoid 1 jenis serangga dan serangga sebagai pengurai 1 jenis seranga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wienner dan rumus indeks dominasi Simpson. Dalam penelitian ini terdapat nilai keanekaragaman pada perangkap yellow trap dengan nilai (H=2,023>0,1). Untuk nilai keanekaragaman pada perangkap light trap dengan nilai (H=1.799>0,1). Untuk nilai dominasi yang terdapat pada perangkap yellow trap dengan nilai (C=0,0708<0,5). Untuk nilai Indeks Dominasi dari perangkap light trap menunjukan nilai (C=0,381<0,5).
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan Terdapat 270 serangga yang terperangkap di perangkap yellow trap berasal dari 6 Ordo, 14 famili dan 14 spesies dan 103 serangga terperangkap pada operangkap light trap berasal dari 5 Ordo, 9 famili dan 9 spesies.Keragaman serangga yang terperangkap pada perangkap yello trap tergolong dalam katagori sedang ditunjukan dengan nilai H=2,023 dan Keragaman serangga yang terperangkap pada perangkap light trap tergolong dalam katagori sedang di tunjukkan dengan nilai H= 1,799.Tidak terdapat serangga yang mendominasi pada perangkap yellow trap C = 0,1716 maupun dengan prangkap light trap C= 0,381.Pada perangkap yellow trap terdapat 14 spesies serangga yang di katagorikan dalam 3 peranan yang berbeda yaitu Predator, Hama, dan Parasitoid sedangkan pada perangkap light trap terdapat 9 spesies serangga yang di katagorikan dalam 4 peranan yang berbeda yaitu Predator, Hama, Parasitoid dan pengurai.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi spesies serangga yang ditemukan dan memahami peran mereka dalam agroekosistem jagung secara lebih mendalam. Kedua, penelitian tentang dampak kehadiran serangga terhadap produktivitas tanaman jagung dan strategi pengendalian hama yang efektif dapat menjadi fokus selanjutnya. Ketiga, studi tentang interaksi antara serangga dan tanaman jagung, termasuk mekanisme pertahanan tanaman terhadap serangan hama, juga dapat memberikan kontribusi penting dalam pengelolaan agroekosistem jagung yang berkelanjutan.
- SERANGGA dan PERANANNYA DALAM BIDANG PERTANIAN dan KEHIDUPAN | Meilin | Jurnal Media Pertanian. serangga... jagro.unbari.ac.id/index.php/agro/article/view/12SERANGGA dan PERANANNYA DALAM BIDANG PERTANIAN dan KEHIDUPAN Meilin Jurnal Media Pertanian serangga jagro unbari ac index php agro article view 12
- Keragaman Serangga Nokturnal dan Peranannya terhadap Agroekosistem di Kota Tasikmalaya | AGROSCRIPT:... e-journal.unper.ac.id/index.php/agroscript/article/view/585Keragaman Serangga Nokturnal dan Peranannya terhadap Agroekosistem di Kota Tasikmalaya AGROSCRIPT e journal unper ac index php agroscript article view 585
| File size | 371.73 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Pupuk Organik Cair (POC) kulit singkong dan 50% pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Pupuk Organik Cair (POC) kulit singkong dan 50% pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi
UMMAUMMA Instrumen penelitian terdiri dari tes pretest dan posttest berupa 25 soal pilihan ganda, serta angket respon siswa terhadap media. Data dianalisis secaraInstrumen penelitian terdiri dari tes pretest dan posttest berupa 25 soal pilihan ganda, serta angket respon siswa terhadap media. Data dianalisis secara
UMMAUMMA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran sinektik yang dipadukan dengan aplikasi wordwall bisa membantu meningkatkanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran sinektik yang dipadukan dengan aplikasi wordwall bisa membantu meningkatkan
UMMAUMMA Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Pulau Sanrobengi, SMAN 5 Takalar, dan SMAN 13 Takalar. Subjek penelitianPenelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Pulau Sanrobengi, SMAN 5 Takalar, dan SMAN 13 Takalar. Subjek penelitian
SEBISEBI Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai pengaruh religiusitas dan self enhancement terhadap niat memboikot pada konsumen Burger King KotaBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai pengaruh religiusitas dan self enhancement terhadap niat memboikot pada konsumen Burger King Kota
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Namun, pemberian ini tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap berat basah dan kering akar. Optimalisasi hasil tiga varietas selada dapat ditingkatkanNamun, pemberian ini tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap berat basah dan kering akar. Optimalisasi hasil tiga varietas selada dapat ditingkatkan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Berdasarkan kriteria tersebut, dua kecamatan dipilih: Lamposi Tigo Nagari dan Payakumbuh Timur. Pada tiap kecamatan, lima kelurahan dipilih dan tiap kelurahanBerdasarkan kriteria tersebut, dua kecamatan dipilih: Lamposi Tigo Nagari dan Payakumbuh Timur. Pada tiap kecamatan, lima kelurahan dipilih dan tiap kelurahan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Permasalahan yang menjadi penyebab tidak sesuai standar ini adalah jarak tanam yang rapat, ketiadaan penggunaan pupuk kandang dan dolomit, dosis dan jenisPermasalahan yang menjadi penyebab tidak sesuai standar ini adalah jarak tanam yang rapat, ketiadaan penggunaan pupuk kandang dan dolomit, dosis dan jenis
Useful /
SEBISEBI Selanjutnya data tersebut diolah menggunakan Partial Least Squares- Structural Equation Model (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4. 9. Hasil penelitianSelanjutnya data tersebut diolah menggunakan Partial Least Squares- Structural Equation Model (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4. 9. Hasil penelitian
SEBISEBI Dari perspektif pelanggan, kinerja perusahaan dinilai baik berdasarkan tanggapan dari pelanggan dan pemilik. Dari perspektif keuangan, kinerjanya jugaDari perspektif pelanggan, kinerja perusahaan dinilai baik berdasarkan tanggapan dari pelanggan dan pemilik. Dari perspektif keuangan, kinerjanya juga
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Interaksi perlakuan ampas tahu dan blotong kering berpengaruh nyata terhadap diameter payung buah dan berat basah. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhanInteraksi perlakuan ampas tahu dan blotong kering berpengaruh nyata terhadap diameter payung buah dan berat basah. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA 75 mL/perangkap dan berbeda nyata dengan pemberian dosis 2 mL/perangkap. Sementara pada perlakuan ketinggian perangkap menunjukkan bahwa perlakuan ketinggian75 mL/perangkap dan berbeda nyata dengan pemberian dosis 2 mL/perangkap. Sementara pada perlakuan ketinggian perangkap menunjukkan bahwa perlakuan ketinggian