UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian

Media tanam merupakan faktor penting dalam proses budidaya jamur tiram. Keberhasilan produksi jamur tiram salah satunya ditentukan oleh jenis media yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dari blotong kering dan ampas tahu terhadap panjang buah, diameter payung, panen kumulatif dan berat basah jamur tiram. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama ampas tahu terdiri atas kontrol, A1 (100 g/baglog), A2 (200 g/baglog), A3 (300 g/baglog), serta anak petak blotong kering terdiri atas kontrol, B1 (50 g/baglog), B2 (100 g/baglog) B3 (150 g/baglog) dengan berat 1000 g/baglog dan setiap perlakuan diulangi tiga kali. Adapun parameter yang diamati dalam penelitian ini antara lain panjang badan buah, diameter payung, berat basah dan panen kumulatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan anova dua arah. Perlakuan yang berpengaruh dilakukan uji lanjut dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan penambahan ampas tahu pada media tanam jamur tiram berpengaruh nyata terhadap diameter payung, berat basah, dan panen kumulatif. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang badan buah. Perlakuan penambahan blotong kering berpengaruh nyata terhadap panen kumulatif dan berat basah jamur tiram, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang badan dan diameter buah jamur tiram. Interaksi perlakuan ampas tahu dan blotong kering berpengaruh nyata terhadap diameter payung buah dan berat basah. Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan produksi jamur tiram yaitu A1 B3 (ampas tahu100 g/baglog dan blotong kering 30 g/baglog).

Perlakuan penambahan ampas tahu pada media tanam jamur tiram berpengaruh nyata terhadap diameter payung, berat basah, dan panen kumulatif, namun tidak memengaruhi panjang badan buah.Penambahan blotong kering berpengaruh nyata terhadap panen kumulatif dan berat basah jamur tiram, tetapi tidak memengaruhi panjang badan dan diameter buah jamur tiram.Interaksi antara penambahan ampas tahu dan blotong kering berpengaruh nyata terhadap diameter payung buah dan berat basah.Perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan produksi jamur tiram adalah kombinasi ampas tahu 100 g/baglog dan blotong kering 30 g/baglog.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai optimalisasi media tanam jamur tiram. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi komposisi nutrisi optimal dari kombinasi ampas tahu dan blotong kering yang dapat memaksimalkan pertumbuhan dan produksi jamur tiram, dengan mempertimbangkan variasi rasio dan metode pengolahan kedua limbah tersebut. Kedua, studi mengenai pengaruh jenis bibit jamur tiram yang berbeda terhadap respons terhadap media tanam berbasis limbah ampas tahu dan blotong kering perlu dilakukan, untuk menentukan kombinasi bibit dan media tanam yang paling efektif. Ketiga, penelitian tentang potensi penambahan mikroorganisme lokal atau agen biokontrol ke dalam media tanam untuk meningkatkan kualitas jamur tiram, seperti kandungan protein atau senyawa antioksidan, serta untuk mengurangi risiko kontaminasi oleh jamur atau bakteri lain, dapat memberikan nilai tambah pada produk jamur tiram dan meningkatkan daya saingnya di pasar.

Read online
File size240.11 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test