UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian

Nira kelapa merupakan bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan gula kelapa di Desa Gunturharjo Kecamatan Paranggupito Kabupaten Wonogiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai tambah gula kelapa. Metode penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan lokasi dilakukan secara purposif. Responden adalah pemilik dari industri gula kelapa yang berjumlah 5 industri rumah tangga di Desa Gunturharjo. Metode analisis menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri rumah tangga gula kelapa memberikan nilai tambah bagi produsen. Setiap pengolahan 1 kg nira kelapa, rata-rata dihasilkan 0,19 kg gula. Industri gula ini memberikan nilai tambah sebesar Rp 2.612 per kg atau sebesar 56,41%, yang dapat dikategorikan tinggi karena rasio nilai tambah lebih besar dari 40%. Industri gula kelapa ini masih bersifat padat karya, berdasarkan metode Hayami menunjukkan pendapatan tenaga kerja lebih besar dari keuntungan pemilik usaha, industri mampu menyerap tenaga kerja dan penggunaan peralatan sederhana dengan modal yang terbatas.

Industri gula kelapa memberikan nilai tambah bagi pengrajin.Setiap pengolahan satu kilogram nira, rata-rata dihasilkan 0,19 kg gula.Industri gula ini memberikan nilai tambah sebesar Rp 2.612 per kg atau sebesar 56,41%, sehingga berada pada kategori nilai tambah yang tinggi.Industri gula kelapa di Dusun Duren Desa Gunturharjo umumnya masih bersifat industri padat karya karena mampu menyerap tenaga kerja dan pemanfaatan teknologinya masih terbatas (sederhana).

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efisiensi penggunaan energi dalam proses produksi gula kelapa untuk mengurangi biaya operasional dan dampak lingkungan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi pemasaran digital untuk meningkatkan jangkauan pasar dan nilai jual produk gula kelapa, terutama dengan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial. Ketiga, penting untuk mengkaji potensi diversifikasi produk olahan kelapa lainnya, seperti pembuatan gula kelapa bubuk, gula kelapa cair, atau produk makanan dan minuman berbasis gula kelapa, guna meningkatkan pendapatan dan mengurangi risiko bisnis bagi para pengrajin. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan industri gula kelapa yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi, serta meningkatkan kesejahteraan para petani dan pengrajin kelapa di Desa Gunturharjo dan wilayah sekitarnya.

Read online
File size278.54 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test