UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian

Lahan ultisol termasuk salah satu jenis tanah yang kurang subur dan memiliki tingkat keasaman yang tinggi, sehingga menjadi tantangan dalam budidaya tanaman hortikultura seperti selada (Lactuca sativa L.). Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan tidak hanya berdampak negatif bagi lingkungan, tetapi juga menurunkan kualitas tanah secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi yang ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan limbah bahan organik rumah tangga seperti kulit singkong sebagai bahan dasar POC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Pupuk Organik Cair (POC) kulit singkong dan 50% pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada di lahan ultisol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan, yaitu tanpa POC (100% NPK), serta POC kulit singkong dengan dosis 13,75 ml, 15 ml, dan 16,25 ml, yang masing-masing dikombinasikan dengan 50% NPK dan enam ulangan yang terdiri dari 24 bedengan. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, lebar daun, panjang daun, panjang akar, bobot segar, bobot tajuk dan bobot akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit singkong berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, lebar daun, panjang daun, panjang akar, bobot segar, bobot tajuk dan bobot akar. Taraf yang efektif dan efisien pada 16,25 ml 50% NPK yang memperoleh hasil yang optimal dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman selada dibandingkan pemberian 100% NPK. Perlakuan ini bisa menjadi alternatif pupuk ramah lingkungan di lahan marginal seperti ultisol.

Jumlah daun, lebar daun, bobot tajuk, dan bobot segar berdasarkan hasil analisis tidak berpengaruh signifikan terhadap pemberian dosis 100% NPK.Pemberian yang paling efektif yaitu dosis POC 16,25ml 50% NPK memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan parameter jumlah daun, lebar daun, panjang daun, panjang akar, bobot segar, bobot tajuk dan bobot akar pemberian 100% NPK.Kombinasi 50% NPK dan POC kulit singkong dapat digunakan dalam budidaya tanaman selada, selai dapat menjaga sifat tanah juga dapat menghemat biaya pemupukan.Perlakuan ini bisa menjadi alternatif pupuk ramah lingkungan di lahan marginal seperti ultisol.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan POC kulit singkong pada berbagai jenis tanaman hortikultura di lahan ultisol. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada optimasi dosis POC kulit singkong yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman selada. Terakhir, studi komparatif antara penggunaan POC kulit singkong dengan pupuk kimia dapat dilakukan untuk mengevaluasi manfaat dan dampak jangka panjang dari kedua jenis pupuk tersebut terhadap tanaman dan lingkungan.

  1. UTILIZATION OF CASSAVA SKIN AS POC MATERIAL AND 50% NPK FOR GROWTH AND PRODUCTION OF LETTUCE (LACTUCA... journal.univetbantara.ac.id/index.php/agrisaintifika/article/view/6405UTILIZATION OF CASSAVA SKIN AS POC MATERIAL AND 50 NPK FOR GROWTH AND PRODUCTION OF LETTUCE LACTUCA journal univetbantara ac index php agrisaintifika article view 6405
  2. One moment, please.... one moment please wait request verified jurnal.unikal.ac.id/index.php/biofarm/article/view/1175One moment please one moment please wait request verified jurnal unikal ac index php biofarm article view 1175
Read online
File size357.3 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test