UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis POC limbah sayuran dengan bakteri rhizofit terhadap tiga varietas tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Ketinggian ± 600 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2023. Rancangan diggunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas tanaman selada sedangkan faktor kedua dosis POC, (pupuk organik cair) pada Faktor pertama, varietas selada (F), terdiri : F1 = selada krop, f2 = selada keriting hijau, F3 = selada keriting merah. Pada Faktor kedua, Dosis pupuk cair (K) terdiri : K1 = 50 ml, K2 = 100 ml, K3 = 150 ml. Variebel yang diamati adalah jumlah daun, luas daun, berat segar brangkasan, berat kering brangkasan, berat basah akar dan berat kering akar tanaman selada. Hasil kesimpulan dari penelitian ini adalah pada umur 14, 21, dan 28 hari setelah tanam (HST), terdapat interaksi signifikan pada jumlah daun dengan kombinasi terbaik diperoleh pada varietas selada butter menggunakan 50 ml pupuk organik cair (POC). Varietas krop menunjukkan kinerja yang lebih unggul dalam pertumbuhan dibandingkan dengan varietas selada keriting hijau dan selada merah. Pemberian POC sebanyak 50 ml secara signifikan mempengaruhi jumlah daun di umur 14, 21, dan 28 HST, area daun pada 21 HST, serta berat basah dan kering bagian atas tanaman. Namun, pemberian ini tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap berat basah dan kering akar.

Optimalisasi hasil tiga varietas selada dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk organik cair (POC) dosis 50 ml.Varietas selada krop menunjukkan kinerja unggul dibandingkan varietas keriting hijau dan merah.Pemberian POC 50 ml mempengaruhi jumlah daun, area daun, serta berat basah dan kering bagian atas tanaman, namun tidak mempengaruhi berat akar.

Pertama, studi lanjutan dapat mengkaji efek kombinasi POC dengan sumber nitrogen mikroorganisme alternatif (misalnya Bacillus subtilis) untuk mengevaluasi potensi peningkatan efisiensi nitrogen pada selada krop. Kedua, penelitian berikutnya dapat menambahkan analisis komposisi nutrisi dan mikroba tanah sebelum dan sesudah aplikasi POC 50 ml, guna memahami dinamika mikrobioma tanah dan dampaknya terhadap produktivitas selada. Ketiga, pengembangan skema aplikasi POC berkelanjutan dengan interval berbeda (misalnya 7, 14, 21 hari) dapat diujikan di daerah dengan variasi kelembapan tanah, guna menentukan waktu aplikasinya paling optimal bagi setiap varietas selada.

  1. RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (LACTUCA SATIVA L.) TERHADAP INTERVAL WAKTU APLIKASI PEMBERIAN AIR... Doi.Org/10.32767/Juragan.V1i1.28RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA LACTUCA SATIVA L TERHADAP INTERVAL WAKTU APLIKASI PEMBERIAN AIR Doi Org 10 32767 Juragan V1i1 28
  2. Introduction to the Integrated Nutrient Management Strategies and Their Contribution to Yield and Soil... Doi.Org/10.1155/2020/2821678Introduction to the Integrated Nutrient Management Strategies and Their Contribution to Yield and Soil Doi Org 10 1155 2020 2821678
  3. Keragaman Genetik dan Kekerabatan Genotip Kacang Bambara (Vigna subteranea L.) Lokal Jawa Barat | Jurnal... journal.uinsgd.ac.id/index.php/ja/article/view/1654Keragaman Genetik dan Kekerabatan Genotip Kacang Bambara Vigna subteranea L Lokal Jawa Barat Jurnal journal uinsgd ac index php ja article view 1654
  4. Daya Hambat Ekstrak Daun Sirsak, Kirinyuh, dan Rimpang Lengkuas terhadap Pertumbuhan Koloni Colletotrichum... doi.org/10.15575/1373Daya Hambat Ekstrak Daun Sirsak Kirinyuh dan Rimpang Lengkuas terhadap Pertumbuhan Koloni Colletotrichum doi 10 15575 1373
Read online
File size273.51 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test