UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan kondisi yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara asupan energi dan protein, sehingga kebutuhan zat gizi tubuh tidak terpenuhi secara optimal. Upaya pemerintah dalam mencegah terjadinya KEK dan KEP (Kekurangan Energi Protein) dilakukan melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), yang bertujuan untuk memperbaiki status gizi ibu hamil dan balita. Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) adalah salah satu komoditas serealia yang berpotensi sebagai alternatif pengganti gandum. Sementara itu, kacang tunggak (Vigna unguiculata) merupakan kacang lokal yang memiliki nilai gizi tinggi, khususnya sebagai sumber protein nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi suhu pengeringan sorgum dan kacang tunggak terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori serbuk minuman serealia. Pengujian yang dilakukan meliputi analisis fisik (kadar abu, kadar air, kelarutan, viskositas, dan waktu rehidrasi) serta pengujian sensori melalui uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu pengeringan pada 50℃, 60℃, dan 70℃ memberikan pengaruh nyata terhadap nilai viskositas pada kecepatan 6 rpm, 12 rpm, 30 rpm, dan 60 rpm dengan rentang 41,87–68,65 mP·s, serta berpengaruh signifikan terhadap parameter warna (b*) dengan kisaran 10,98–12,75. Pada uji hedonik, perlakuan suhu juga menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter rasa dan penerimaan keseluruhan. Namun demikian, tidak terdapat pengaruh nyata terhadap kadar abu, kadar air, kelarutan, waktu rehidrasi, maupun laju higroskopisitas.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa variasi suhu pengeringan pada 50℃, 60℃, dan 70℃ memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai viskositas pada kecepatan 6 rpm, 12 rpm, 30 rpm, dan 60 rpm dengan kisaran 41,87–68,65 mP·s, serta berpengaruh nyata terhadap parameter warna (b*) dengan rentang 10,98–12,75.Hasil uji hedonik juga menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada parameter rasa dan tingkat penerimaan keseluruhan.Namun demikian, perlakuan suhu pengeringan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar abu, kadar air, tingkat kelarutan, waktu rehidrasi, maupun laju higroskopisitas.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh kombinasi suhu pengeringan dengan metode pengeringan lain, seperti pengeringan vakum atau pengeringan gelombang mikro, untuk mengoptimalkan kualitas serbuk minuman serealia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis kandungan antioksidan dan aktivitas biologis lainnya pada serbuk minuman serealia yang diproduksi dengan berbagai suhu pengeringan, untuk mengidentifikasi potensi manfaat kesehatan dari produk tersebut. Ketiga, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh penambahan bahan fortifikasi, seperti vitamin, mineral, atau serat pangan, terhadap peningkatan nilai gizi dan daya terima konsumen terhadap serbuk minuman serealia.

  1. THE EFFECT OF SORGHUM AND COWBEAN DRYING TEMPERATURE ON THE PHYSICOCHEMICAL AND SENSORY PROPERTIES OF... doi.org/10.32585/ags.v10i1.7522THE EFFECT OF SORGHUM AND COWBEAN DRYING TEMPERATURE ON THE PHYSICOCHEMICAL AND SENSORY PROPERTIES OF doi 10 32585 ags v10i1 7522
Read online
File size413.44 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test