UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung ubi jalar ungu terhadap karakteristik fisik roti putih. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu tingkat substitusi tepung ubi ungu sebesar 0%, 15%, 30%, 45%, dan 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tingkat substitusi tepung ubi ungu berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap seluruh parameter fisik roti. Peningkatan substitusi menyebabkan penurunan nilai kecerahan (L*) pada serta peningkatan nilai a*, yang menunjukkan penggelapan warna akibat keberadaan pigmen antosianin. Nilai tekstur meningkat yang menandakan roti semakin keras, sedangkan porositas dan pengembangan adonan mengalami penurunan. Substitusi tepung ubi jalar ungu hingga 30% menghasilkan perubahan karakteristik fisik yang masih bersifat moderat jika dibandingkan dengan roti kontrol, dengan keseimbangan relatif antara tekstur, porositas, dan daya kembang adonan. Sebaliknya, substitusi di atas 30% menyebabkan penurunan mutu fisik yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa tepung ubi jalar ungu berpotensi digunakan sebagai bahan substitusi dalam formulasi roti tawar pada tingkat terbatas berdasarkan pertimbangan karakteristik fisik.

Substitusi tepung terigu dengan tepung ubi jalar ungu berpengaruh signifikan terhadap karakteristik fisik roti tawar, meliputi warna, tekstur, porositas, dan daya kembang adonan.Peningkatan tingkat substitusi menyebabkan penggelapan warna akibat pigmen antosianin, peningkatan kekerasan remah, serta penurunan porositas dan kemampuan pengembangan adonan yang berkaitan dengan melemahnya jaringan gluten.Substitusi tepung ubi jalar ungu hingga 30% menghasilkan roti dengan karakteristik fisik yang masih dapat diterima, sementara substitusi di atas tingkat tersebut menyebabkan penurunan mutu fisik yang signifikan.Temuan ini menunjukkan bahwa tepung ubi jalar ungu berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan fungsional dalam formulasi roti tawar pada tingkat substitusi terbatas.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami potensi pemanfaatan tepung ubi jalar ungu dalam formulasi roti tawar. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh berbagai jenis ubi jalar ungu dengan kandungan antosianin yang berbeda terhadap karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan roti tawar. Hal ini penting untuk mengidentifikasi varietas ubi jalar ungu yang paling optimal untuk menghasilkan roti dengan kualitas terbaik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknik enkapsulasi pigmen antosianin dari ubi jalar ungu untuk meningkatkan stabilitasnya selama proses pemanggangan dan mencegah kehilangan warna pada roti tawar. Enkapsulasi dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti penggunaan bahan pembungkus alami seperti gum atau protein. Ketiga, perlu dilakukan penelitian untuk mengeksplorasi kombinasi tepung ubi jalar ungu dengan bahan-bahan lain seperti serat pangan atau protein nabati untuk meningkatkan kualitas roti tawar, terutama dalam hal tekstur dan daya simpan. Kombinasi ini dapat membantu memperbaiki jaringan gluten dan mengurangi resiko terjadinya staling pada roti.

  1. PHYSICAL CHARACTERISTICS OF WHITE BREAD WITH VARIOUS LEVELS OF PURPLE SWEET POTATO FLOUR SUBSTITUTION... journal.univetbantara.ac.id/index.php/agrisaintifika/article/view/7731PHYSICAL CHARACTERISTICS OF WHITE BREAD WITH VARIOUS LEVELS OF PURPLE SWEET POTATO FLOUR SUBSTITUTION journal univetbantara ac index php agrisaintifika article view 7731
  2. Use of agro‐industrial residues as potent antioxidant, antiglycation agents, and α‐amylase... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jfpp.14397Use of agroyAAAaindustrial residues as potent antioxidant antiglycation agents and yaAyAAAaamylase onlinelibrary wiley doi 10 1111 jfpp 14397
Read online
File size346.07 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test