UPIUPI
JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa JepangJAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa JepangStudi ini menyelidiki metode, motivasi, dan hasil belajar bahasa Jepang dalam program pelatihan lima bulan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan dampaknya terhadap keterampilan bahasa siswa, khususnya bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang. Studi ini menggunakan pendekatan campuran longitudinal dan melibatkan 18 peserta dari sebuah LPK di Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan tes kemampuan bahasa berdasarkan standar Japan Foundation (JF). Temuan menunjukkan variasi signifikan dalam kemampuan bahasa, dengan banyak siswa mencapai tingkat A2 pada akhir program pelatihan. Meskipun terjadi peningkatan, tantangan tetap ada dalam konstruksi kalimat, penggunaan kosakata kompleks, dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara. Studi ini menekankan keterkaitan antara motivasi siswa, metode pengajaran, dan hasil belajar sebagai faktor kunci dalam menentukan kesuksesan belajar bahasa. Metode belajar berfungsi sebagai sarana penyampaian materi dan memainkan peran penting dalam memotivasi belajar siswa, yang pada gilirannya mempengaruhi kualitas hasil belajar. Pembelajaran berbasis praktik, peran bermain, dan penggunaan multimedia muncul sebagai metode kunci yang meningkatkan keterlibatan dan kemampuan. Motivasi siswa didorong oleh aspirasi ekonomi, termasuk peluang kerja di Jepang dan keinginan untuk mendukung keuangan keluarga. Motivasi eksternal ini terbukti menjadi prediktor kuat komitmen belajar. Selain itu, siswa secara aktif menggunakan bahasa Jepang di luar kelas, khususnya selama hari-hari yang ditentukan sebagai Nihongo no Hi, memperkuat penggunaan bahasa secara praktis. Hasil studi ini menyarankan agar program pelatihan memprioritaskan latihan berbicara, mengintegrasikan materi yang relevan secara budaya, dan mengadopsi strategi interaktif untuk meningkatkan kepercayaan dan kompetensi siswa. Temuan studi diharapkan dapat menjadi panduan bagi institusi pendidikan dalam merancang program bahasa Jepang yang lebih efektif dan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kesiapan tenaga kerja, sehingga mendukung tujuan linguistik dan sosio-ekonomi siswa.
Studi ini menyelidiki metode, motivasi, dan hasil belajar bahasa Jepang dalam program pelatihan lima bulan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan dampaknya terhadap keterampilan bahasa siswa, khususnya bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang.Temuan menunjukkan variasi signifikan dalam kemampuan bahasa, dengan banyak siswa mencapai tingkat A2 pada akhir program pelatihan.Meskipun terjadi peningkatan, tantangan tetap ada dalam konstruksi kalimat, penggunaan kosakata kompleks, dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara.Studi ini menekankan keterkaitan antara motivasi siswa, metode pengajaran, dan hasil belajar sebagai faktor kunci dalam menentukan kesuksesan belajar bahasa.Metode belajar berfungsi sebagai sarana penyampaian materi dan memainkan peran penting dalam memotivasi belajar siswa, yang pada gilirannya mempengaruhi kualitas hasil belajar.Pembelajaran berbasis praktik, peran bermain, dan penggunaan multimedia muncul sebagai metode kunci yang meningkatkan keterlibatan dan kemampuan.Motivasi siswa didorong oleh aspirasi ekonomi, termasuk peluang kerja di Jepang dan keinginan untuk mendukung keuangan keluarga.Motivasi eksternal ini terbukti menjadi prediktor kuat komitmen belajar.Selain itu, siswa secara aktif menggunakan bahasa Jepang di luar kelas, khususnya selama hari-hari yang ditentukan sebagai Nihongo no Hi, memperkuat penggunaan bahasa secara praktis.Hasil studi ini menyarankan agar program pelatihan memprioritaskan latihan berbicara, mengintegrasikan materi yang relevan secara budaya, dan mengadopsi strategi interaktif untuk meningkatkan kepercayaan dan kompetensi siswa.Temuan studi diharapkan dapat menjadi panduan bagi institusi pendidikan dalam merancang program bahasa Jepang yang lebih efektif dan berkelanjutan yang disesuaikan dengan kesiapan tenaga kerja, sehingga mendukung tujuan linguistik dan sosio-ekonomi siswa.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengatasi tantangan dan meningkatkan motivasi siswa. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan media belajar memainkan peran penting dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Institusi pendidikan dapat memanfaatkan berbagai platform digital, video, dan aplikasi interaktif sebagai sarana yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang. Sumber daya ini menawarkan konten yang menarik dan dapat meningkatkan pemahaman budaya serta mempromosikan pembelajaran kontekstual. Selain itu, program pelatihan harus menekankan latihan berbicara, mengintegrasikan kosakata yang beragam, dan menggunakan strategi interaktif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Hasil yang diharapkan adalah membantu institusi dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan bahasa Jepang siswa secara signifikan.
| File size | 585.62 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISLAUNISLA Kebijakan Kebebasan Belajar yang diluncurkan pada akhir 2019 memberikan ruang kebebasan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Kurikulum ini selarasKebijakan Kebebasan Belajar yang diluncurkan pada akhir 2019 memberikan ruang kebebasan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Kurikulum ini selaras
UIADUIAD Pengembangan alat penilaian hasil belajar bahasa Arab berbasis aplikasi Hot Potatoes di SMPIT Darul Fikri Makassar telah berhasil mengikuti model BorgPengembangan alat penilaian hasil belajar bahasa Arab berbasis aplikasi Hot Potatoes di SMPIT Darul Fikri Makassar telah berhasil mengikuti model Borg
UNDWIUNDWI Keduanya memandang bahwa budaya akademik sekolah yang tidak demokratis tercermin dalam relasi guru-peserta didik yang hierarkis serta tertutup terhadapKeduanya memandang bahwa budaya akademik sekolah yang tidak demokratis tercermin dalam relasi guru-peserta didik yang hierarkis serta tertutup terhadap
UNDWIUNDWI Guru menunjukkan strategi adaptif seperti instruksi multilingual, pendekatan pembelajaran terdiferensiasi, penilaian yang dimodifikasi, dan kolaborasiGuru menunjukkan strategi adaptif seperti instruksi multilingual, pendekatan pembelajaran terdiferensiasi, penilaian yang dimodifikasi, dan kolaborasi
STKIP BUDIDAYASTKIP BUDIDAYA Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki stimulasi keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa melalui penggunaan Kecerdasan Buatan (AI), khususnya menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki stimulasi keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa melalui penggunaan Kecerdasan Buatan (AI), khususnya menggunakan
AFEKSIAFEKSI Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t(78) = 1,988, p = 0,025, satu arah), menunjukkan bahwa siswa yang diajar oleh guru bersertifikasiHasilnya menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t(78) = 1,988, p = 0,025, satu arah), menunjukkan bahwa siswa yang diajar oleh guru bersertifikasi
STKIP BUDIDAYASTKIP BUDIDAYA Dan lingkungan non-sosial adalah 2 siswa. Pemahaman siswa kelas X SMK Indah Maju Jaya terhadap Auxiliary Modals masih rendah. Kesulitan siswa dalam mempelajariDan lingkungan non-sosial adalah 2 siswa. Pemahaman siswa kelas X SMK Indah Maju Jaya terhadap Auxiliary Modals masih rendah. Kesulitan siswa dalam mempelajari
USKUSK Tinjauan ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan berkelanjutan, adopsi teknik dan materi inovatif untuk mengurangi kebutuhan RCR dan keberhasilan perawatan.Tinjauan ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan berkelanjutan, adopsi teknik dan materi inovatif untuk mengurangi kebutuhan RCR dan keberhasilan perawatan.
Useful /
UNDWIUNDWI Penelitian memberikan wawasan penting mengenai efektivitas penggunaan media virtual dalam pembelajaran serta pentingnya penyampaian materi yang tepat untukPenelitian memberikan wawasan penting mengenai efektivitas penggunaan media virtual dalam pembelajaran serta pentingnya penyampaian materi yang tepat untuk
PUBLINEPUBLINE Faktor pendukung kunci termasuk lingkungan sekolah yang kondusif, keterlibatan aktif guru, dan partisipasi siswa dan sebaya. Namun, tantangan tetap ada,Faktor pendukung kunci termasuk lingkungan sekolah yang kondusif, keterlibatan aktif guru, dan partisipasi siswa dan sebaya. Namun, tantangan tetap ada,
USKUSK Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pasien periodontitis. Periodontitis yang disertai trauma oklusi dapat menyebabkan pengeroposan tulang, resesiKondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pasien periodontitis. Periodontitis yang disertai trauma oklusi dapat menyebabkan pengeroposan tulang, resesi
USKUSK Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan vitamin D dan menjaga oral hygiene dapat mengurangi faktor pemicu karies.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan vitamin D dan menjaga oral hygiene dapat mengurangi faktor pemicu karies.