UPERTISUPERTIS

Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Helath Journal)Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Helath Journal)

Kegagalan pemberian ASI eksklusif dapat disebabkan oleh banyak faktor. Rendahnya keyakinan diri ibu menyusui menjadi salah satu faktor yang penting untuk digali kaitannya dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keyakinan ibu menyusui dengan ASI eksklusif. Desain penelitian adalah case control, dengan kelompok kasus adalah ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif sementara kelompok control adalah ibu yang gagal memberikan ASI eksklusif. Populasi penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki anak usia 0-24 bulan di wilayah kerja Puskemas Belimbing, Puskesmas KPIK, Puskesmas Andalas, Puskesmas Kuranji, dan Puskesmas Nanggalo yang berjumlah 217 orang. Berdasarkan perhitungan sampel Lameshow, didapatkan 200 orang ibu hamil yang dikategorikan menjadi kelompok kasus dan kontrol. Hasil penelitian didapatkan ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif sampai anak usia 6 bulan adalah sebanyak 100 ibu (50%). Berdasarkan uji Chi Square, didapatkan hubungan yang signifikan antara keyakinan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif dengan keberhasilan pelaksanaan ASI eksklusif selama 6 bulan (p<0,05). Begitu juga dengan persepsi ibu terhadap kepuasan anak mendapatkan ASI juga berhubungan signifikan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Oleh karena itu, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keyakinan ibu dengan ASI eksklusif. Dengan adanya kepercayaan diri ibu dan kepuasan anak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan ASI eksklusif.

Terdapat hubungan erat antara efikasi diri ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif yang dibuktikan dengan analisis statistik p<0,05 yang membandingkan ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif (kelompok kasus) dengan ibu yang gagal memberikan ASI eksklusif (kelompok kontrol).Direkomendasikan pentingnya program edukasi berkelanjutan kepada ibu menyusui dapat meningkatkan keyakinan ibu menyusui sehingga program ASI eksklusif dapat ditingkatkan.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana intervensi edukasi digital yang disesuaikan dengan tingkat literasi dan akses teknologi ibu mempengaruhi self‑efficacy serta keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu primipara di wilayah pedesaan. Selanjutnya, sebuah studi longitudinal yang membandingkan efek dukungan sosial dari keluarga inti dengan dukungan profesional tenaga kesehatan terhadap keyakinan ibu, kepuasan bayi, dan tingkat kelangsungan ASI eksklusif selama enam bulan pertama dapat mengidentifikasi faktor mediasi yang paling berpengaruh. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat mengeksplorasi persepsi ibu mengenai hambatan psikologis, budaya, dan norma sosial yang mempengaruhi keputusan menyusui eksklusif, sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih sensitif terhadap konteks lokal. Selain itu, uji coba intervensi berbasis komunitas yang melibatkan pelatihan peer‑counseling oleh ibu menyusui berpengalaman dapat dievaluasi untuk melihat peningkatan self‑efficacy dan penurunan tingkat kegagalan ASI eksklusif pada kelompok kontrol. Terakhir, analisis faktor ekonomi seperti pendapatan keluarga dan biaya kesempatan kerja ibu dapat diteliti secara multivariat untuk memahami kontribusinya terhadap keberlanjutan ASI eksklusif dan merumuskan strategi kebijakan yang inklusif.

Read online
File size303.27 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test