UBUB

Jurnal Ekonomi Pertanian dan AgribisnisJurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani kentang (Solanum tuberosum) di Provinsi Jawa Timur, dengan menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Lokasi penelitian dipilih di Desa Sumber Brantas, Kota Batu, dan Desa Wonokerso, Kabupaten Probolinggo, dengan melibatkan 120 petani kentang sebagai responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar petani responden berada pada skala produksi Increasing Return to Scale (IRS), sebanyak 36 petani atau sekitar 30% dari total responden berada pada kondisi Constant Returns to Scale (CRS) yang menunjukkan bahwa mereka pada tingkat efisiensi yang relatif optimal yaitu sebanyak 71 petani atau sekitar 59,17% dari total responden. Di sisi lain, terdapat 13 petani atau sekitar 10,83 % dari total responden yang berada dalam skala produksi Decreasing Return to Scale (DRS). Rata-rata efisiensi teknis petani kentang di penelitian ini mencapai 81,2%, dengan persentase 48,33%. Sebagian besar petani dari total responden berhasil mencapai nilai efisien dengan skor 1,00. Meskipun demikian, terdapat juga dua petani yang tergolong dalam kategori efisiensi sangat rendah sebesar 1,67%. Sedangkan tingkat efisiensi rendah sejumlah 11,67%, tingkat efisiensi sedang sebesar 22,50% dan efisiensi tinggi sebesar 15,83% dengan potensi peningkatan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa inefisiensi disebabkan oleh pengelolaan input yang tidak optimal, serta perlunya pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap praktik budidaya yang lebih baik.

Penelitian tentang efisiensi teknis usahatani kentang di Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa tingkat efisiensi teknis di antara petani kentang bervariasi.Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar petani responden berada pada skala produksi Increasing Return to Scale (IRS), sebanyak 36 petani atau sekitar 30% dari total responden berada pada kondisi Constant Returns to Scale (CRS) yang menunjukkan bahwa mereka pada tingkat efisiensi yang relatif optimal yaitu sebanyak 71 petani atau sekitar 59,17% dari total responden.Di sisi lain, terdapat 13 petani atau sekitar 10,83 % dari total responden yang berada dalam skala produksi Decreasing Return to Scale (DRS).Dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA), hampir setengah dari responden, yaitu sekitar 48% atau 58 petani, mencapai efisien dengan skor 1,00.Meskipun demikian, ada juga proporsi yang cukup signifikan dari petani yang tergolong dalam kategori efisiensi sangat rendah (1,67%) hingga rendah (11,67%).Rata-rata efisiensi teknis yang di dapatkan nilai sebesar 81,2% menunjukkan bahwa terdapat ruang untuk perbaikan.Dengan adanya kesenjangan yang cukup besar antara petani paling efisien dan yang kurang efisien, diperlukan perbaikan untuk meningkatkan produktivitas, yang pada akhirnya akan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di daerah tersebut.Penelitian ini mengidentifikasi bahwa inefisiensi sebagian besar diakibatkan oleh pengelolaan input yang tidak optimal, termasuk penggunaan varietas bibit dan input pertanian yang kurang tepat.Perlunya pelatihan dan pendampingan bagi petani, yang dapat mencakup pendidikan tentang praktik budidaya yang lebih baik serta inovasi dalam penggunaan input pertanian.Selain itu, dukungan dalam akses terhadap modal dan peningkatan infrastruktur pertanian diharapkan dapat mendorong efisiensi lebih baik di sektor pertanian, khususnya dalam usahatani kentang di Jawa Timur.

Untuk meningkatkan efisiensi teknis usahatani kentang di Jawa Timur, perlu dilakukan intervensi dalam pengelolaan input pertanian dan peningkatan akses terhadap teknologi, modal, dan dukungan infrastruktur. Selain itu, pelatihan dan pendampingan bagi petani juga sangat penting untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik budidaya yang lebih baik. Studi lanjutan juga direkomendasikan untuk memantau tingkat efisiensi teknis petani kentang secara berkelanjutan dan mendorong inovasi dalam penggunaan input pertanian.

  1. Analysis of technical efficiency and yield gap of potato farmers in Nepal | Journal of Nepal Agricultural... nepjol.info/index.php/JNARC/article/view/61585Analysis of technical efficiency and yield gap of potato farmers in Nepal Journal of Nepal Agricultural nepjol index php JNARC article view 61585
Read online
File size304.26 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test