PANDAWANPANDAWAN

Alfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah, Teknologi dan SosialAlfabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah, Teknologi dan Sosial

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang ibadah dan pendidikan Islam. Teknologi kini menjadi alat yang mempermudah pelaksanaan ibadah dan akses terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi digital dalam memfasilitasi praktik ibadah dan pendidikan Islam, serta mengidentifikasi manfaat dan tantangan yang dihadapi oleh umat Muslim dalam menggunakannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi pada pengguna teknologi digital, seperti aplikasi pengingat waktu sholat, penunjuk arah Kiblat, dan platform e-learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital meningkatkan aksesibilitas, efisiensi, dan fleksibilitas dalam pelaksanaan ibadah serta pembelajaran agama, terutama di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan formal. Namun, terdapat tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil dan potensi penurunan kualitas spiritualitas dalam ibadah akibat ketergantungan pada teknologi. Penggunaan teknologi secara bijak dan seimbang diperlukan agar manfaat teknologi dapat dirasakan sepenuhnya tanpa mengurangi nilai-nilai spiritualitas dalam beribadah. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi praktis bagi pengguna teknologi, institusi pendidikan Islam, dan pengembang aplikasi untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas teknologi dalam mendukung praktik ibadah dan pendidikan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam memfasilitasi ibadah dan pendidikan Islam memiliki dampak yang signifikan terhadap aksesibilitas, efektivitas, dan efisiensi dalam menjalankan ajaran agama.Dengan lebih dari 70% umat Muslim di berbagai belahan dunia telah mengadopsi aplikasi keagamaan, seperti Al-Quran digital, pengingat shalat, serta platform pembelajaran Islam daring, terlihat bahwa teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan beragama di era digital.Selain itu, sekitar 65% lembaga pendidikan Islam telah mulai menerapkan metode pembelajaran berbasis digital, baik melalui e-learning, video interaktif, maupun penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam analisis materi pembelajaran, yang menunjukkan adanya perubahan paradigma dalam sistem pendidikan Islam.Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti kurangnya regulasi mengenai keabsahan ibadah yang dilakukan dengan bantuan teknologi serta rendahnya literasi digital di kalangan umat Muslim.Sekitar 40% pengguna aplikasi keagamaan masih meragukan validitas informasi yang mereka peroleh secara daring, yang mengindikasikan perlunya pengawasan dan verifikasi dari otoritas keagamaan.Selain itu, munculnya ketergantungan terhadap teknologi dalam beribadah juga menjadi isu penting, di mana sekitar 30% responden dalam berbagai survei menyatakan bahwa mereka lebih bergantung pada aplikasi dibandingkan dengan metode tradisional dalam menjalankan ibadah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan teknologi yang lebih inklusif dan ramah pengguna, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil. Selain itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan literasi digital di kalangan umat Muslim agar mereka dapat menggunakan teknologi secara bijak dan tetap menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang teknologi terhadap spiritualitas dan kualitas ibadah, serta mengembangkan teknologi yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

  1. APTISI Transactions on Management. aptisi transactions management journal title initials atm frequency... doi.org/10.33050/atmAPTISI Transactions on Management aptisi transactions management journal title initials atm frequency doi 10 33050 atm
Read online
File size174.24 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test