UM PalembangUM Palembang
BISASTRABISASTRATujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak tutur ilokusi bahasa Komering desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir berdasarkan kajian pragmatik. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja berusia 16 tahun berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap. Penelitian ini juga menggunakan teknik catat dan dibantu dengan teknik lanjutan berupa teknik rekam. Hasil penelitian ini adalah (1) Tindak tutur asertif bentuk mengklaim, mengeluh, menyatakan, jenis tindak tutur direktif bentuk bertanya, memerintah, meminta, jenis tindak tutur ekspresif bentuk pujian, mengkritik, rasa senang, jenis tindak tutur deklarasi bentuk pernyataan benar, tidak setuju, dan setuju. (2) Jenis tindak tutur komisif tidak ditemukan dalam penelitian ini, hal tersebut disebabkan oleh situasi tutur. (3) Situasi tutur pada saat peristiwa tutur berlangsung tidak mendukung atau mendorong penutur untuk melakukan tindak tutur yang akan melibatkan dirinya pada beberapa tindakan akan datang, misalnya berjanji, bersumpah, dan memanjatkan (doa). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, selain adanya tindak tutur ilokusioner dalam penelitian ini juga ditemukan jenis tindak tutur yang lain. Jenis tindak tutur yang ditemukan, yaitu tindak tutur lokusioner, tindak tutur tidak literal, dan tindak tutur tidak langsung.
Berdasarkan analisis tindak tutur bahasa Komering di desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir pada remaja berusia 16 tahun, ditemukan berbagai jenis tindak tutur ilokusi, yaitu asertif (mengklaim, mengeluh, menyatakan), direktif (bertanya, memerintah, meminta), ekspresif (pujian, mengkritik, rasa senang), dan deklarasi (pernyataan benar, tidak setuju, setuju).Tindak tutur komisif tidak terdeteksi karena kondisi situasi tutur yang tidak mendukung.Selain tindak tutur ilokusi, juga ditemukan tindak tutur lokusi, tidak literal, dan tidak langsung.
Penelitian selanjutnya dapat memperluas kajian dengan membandingkan variasi tindak tutur bahasa Komering pada kelompok usia yang berbeda, seperti anak-anak, remaja, dan dewasa, untuk mengidentifikasi perbedaan fungsi pragmatik yang muncul seiring pertumbuhan. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang meneliti pengaruh konteks situasional terhadap munculnya tindak tutur komisif, misalnya melalui simulasi percakapan yang melibatkan janji, sumpah, atau doa, untuk memahami mengapa jenis ini tidak terdeteksi dalam kondisi lapangan. Selain itu, penting pula mengkaji peran dan makna tindak tutur lokusi, tidak literal, dan tidak langsung dalam komunikasi digital, seperti pesan teks atau media sosial, di kalangan penutur Komering, guna menilai bagaimana teknologi memodifikasi strategi komunikatif tradisional. Metode pengumpulan data dapat melibatkan observasi partisipatif, wawancara semi‑terstruktur, serta analisis percakapan rekaman untuk memperoleh data yang kaya dan representatif. Selain itu, analisis komparatif antara bahasa Komering dan bahasa daerah lain yang memiliki pola tindak tutur serupa dapat memperkuat pemahaman tentang faktor budaya dalam penggunaan act pragmatik.
| File size | 174.49 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PELNIPELNI Metode deskriptif studi kasus dilakukan pada dua responden dengan terapi selama lima hari, durasi 10 menit setiap sesi. Hasil observasi menunjukkan peningkatanMetode deskriptif studi kasus dilakukan pada dua responden dengan terapi selama lima hari, durasi 10 menit setiap sesi. Hasil observasi menunjukkan peningkatan
UNUBLITARUNUBLITAR Data yang digunakan studi literatur, kuesioner serta hasil observasi. Hasil penelitian sebagai berikut: 1). Kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah,Data yang digunakan studi literatur, kuesioner serta hasil observasi. Hasil penelitian sebagai berikut: 1). Kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah,
STP IPISTP IPI Pemahaman umat Katolik terhadap SPOS berhubungan erat dengan kesediaannya menerima pelayanan SPOS. pemahaman yang baik meningkatkan kesediaan, sedangkanPemahaman umat Katolik terhadap SPOS berhubungan erat dengan kesediaannya menerima pelayanan SPOS. pemahaman yang baik meningkatkan kesediaan, sedangkan
IBSIBS Kinerja karyawan menjadi salah satu aspek terpenting dalam sebuah perusahaan karena menjadi salah satu kunci keberhasilan target perusahaan. PenelitianKinerja karyawan menjadi salah satu aspek terpenting dalam sebuah perusahaan karena menjadi salah satu kunci keberhasilan target perusahaan. Penelitian
UNRIUNRI Metode yang diusung dalam penelitian ini metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori yang digunakan yaitu teori implementasi miliknya EdwardMetode yang diusung dalam penelitian ini metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori yang digunakan yaitu teori implementasi miliknya Edward
UNMUHUNMUH Objek penelitian adalah implementasi kampus mengajar perintis di SDN Sumberejo 06. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi.Objek penelitian adalah implementasi kampus mengajar perintis di SDN Sumberejo 06. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi.
UNJUNJ Penelitian ini menegaskan bahwa microlearning dibangun atas premis teori-teori kuat yaitu CLT, CTML, dan SDT, serta memiliki potensi besar dalam berbagaiPenelitian ini menegaskan bahwa microlearning dibangun atas premis teori-teori kuat yaitu CLT, CTML, dan SDT, serta memiliki potensi besar dalam berbagai
UNJUNJ Penelitian ini membuktikan bahwa representasi stereotipe yang ada dalam film Shang Chi and the Legend of the Ten Rings memiliki dampak dan pengaruh terhadapPenelitian ini membuktikan bahwa representasi stereotipe yang ada dalam film Shang Chi and the Legend of the Ten Rings memiliki dampak dan pengaruh terhadap
Useful /
PELNIPELNI Oleh karena itu, relaksasi autogenic dapat direkomendasikan sebagai salah satu pilihan terapi non‑farmakologis yang mudah, praktis, dan bermanfaat dalamOleh karena itu, relaksasi autogenic dapat direkomendasikan sebagai salah satu pilihan terapi non‑farmakologis yang mudah, praktis, dan bermanfaat dalam
PELNIPELNI Kedua responden mengalami penurunan skala SPES dari kategori sedang menjadi ringan serta penurunan nyeri NRS dari skala sedang menjadi ringan setelah tigaKedua responden mengalami penurunan skala SPES dari kategori sedang menjadi ringan serta penurunan nyeri NRS dari skala sedang menjadi ringan setelah tiga
PELNIPELNI Hasil tersebut menunjukkan potensi jus mentimun sebagai terapi komplementer non‑farmakologi yang aman, mudah diakses, dan mudah diaplikasikan di masyarakat.Hasil tersebut menunjukkan potensi jus mentimun sebagai terapi komplementer non‑farmakologi yang aman, mudah diakses, dan mudah diaplikasikan di masyarakat.
UM PalembangUM Palembang Pelestariannya dapat dilakukan dengan memasukkan pantun tersebut ke dalam buku pelajaran di sekolah. Salah satu buku pelajaran yang melestarikan pantunPelestariannya dapat dilakukan dengan memasukkan pantun tersebut ke dalam buku pelajaran di sekolah. Salah satu buku pelajaran yang melestarikan pantun