UMKUMK

Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan IslamTa lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai karakter kerja sama pada peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah. Kerja sama tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi perlu dibangun melalui pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kerja sama yang terbangun dalam kegiatan ekstrakurikuler terpadu serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pembina ekstrakurikuler dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antar ekstrakurikuler dapat berjalan dengan baik karena adanya pembina yang sama, komunikasi yang intensif, serta dukungan dari pihak sekolah dan yayasan. Kegiatan kolaboratif memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar berinteraksi, berbagi peran, dan menyelesaikan tugas secara bersama sehingga nilai karakter kerja sama berkembang secara nyata. Namun demikian, pelaksanaan kegiatan masih menghadapi kendala, terutama dalam penyesuaian jadwal antar kegiatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa.

Penelitian menunjukkan bahwa sikap kerja sama pada peserta didik berkembang melalui pembinaan yang dirancang dengan baik dalam kegiatan ekstrakurikuler, di mana siswa berinteraksi, berbagi tanggung jawab, dan saling membantu.Dukungan pembina aktif, komunikasi yang efektif, serta kebijakan lembaga pendidikan yang mendorong kolaborasi menjadi faktor kunci dalam menumbuhkan budaya kerja sama yang konsisten dan berkelanjutan.Kegiatan ekstrakurikuler terpadu berperan penting dengan mengintegrasikan pengetahuan, perasaan, dan tindakan moral, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang partisipatif dan memperkuat karakter sosial siswa.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan sistem penjadwalan digital dapat meningkatkan koordinasi kegiatan ekstrakurikuler terpadu antar lembaga, sehingga mengurangi konflik jadwal dan meningkatkan efektivitas kolaborasi. Selain itu, penting untuk melakukan studi longitudinal yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif guna menilai dampak jangka panjang kolaborasi ekstrakurikuler terhadap perkembangan keterampilan sosial dan prestasi akademik siswa, memberikan gambaran komprehensif tentang manfaat pendidikan karakter berkelanjutan. Selanjutnya, penelitian dapat mengevaluasi program pelatihan guru dan pembina dalam meningkatkan kompetensi mereka untuk memfasilitasi kerja sama antar siswa, mengidentifikasi strategi pedagogis yang paling efektif dalam menumbuhkan budaya kolaboratif di lingkungan sekolah.

  1. STRATEGI GURU DALAM MENUMBUHKAN KOLABORASI ANTAR PESERTA DIDIK DI MATA PELAJARAN IPAS KELAS 6 SDN SERANG... doi.org/10.37081/jipdas.v5i1.2428STRATEGI GURU DALAM MENUMBUHKAN KOLABORASI ANTAR PESERTA DIDIK DI MATA PELAJARAN IPAS KELAS 6 SDN SERANG doi 10 37081 jipdas v5i1 2428
  2. Portal Jurnal LP2M SASBABEL. portal jurnal lp2m sasbabel akses artikel silahkan kunjungi web disini ilmiah... jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/sus/article/view/2964Portal Jurnal LP2M SASBABEL portal jurnal lp2m sasbabel akses artikel silahkan kunjungi web disini ilmiah jurnal lp2msasbabel ac index php sus article view 2964
  3. Analisis Peran Ekstrakulikuler Pramuka Dalam Pembentukan Karakter Bertanggung Jawab Siswa Kelas V di... ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/2605Analisis Peran Ekstrakulikuler Pramuka Dalam Pembentukan Karakter Bertanggung Jawab Siswa Kelas V di ejournal sisfokomtek index php jpkm article view 2605
Read online
File size301.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test