SGTSGT

PANGARSA : Jurnal Pengembangan Penelitian dan Pengabdian MasyarakatPANGARSA : Jurnal Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan literasi, numerasi, dan pemahaman konsep siswa sejak dini. Namun, sebagian besar MI masih menerapkan metode pembelajaran konvensional yang minim pemanfaatan teknologi. Seiring dengan kemajuan Artificial Intelligence (AI), khususnya deep learning, terbuka peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif. Artikel ini membahas penerapan media pembelajaran interaktif berbasis Convolutional Neural Network (CNN) di MI Krandegan 1 Gandusari, Trenggalek. Media ini dirancang untuk mengenali gambar dan suara sebagai bagian dari pembelajaran tematik yang mendukung pemahaman siswa secara visual dan auditif. Penelitian dilakukan selama empat bulan dengan melibatkan 45 siswa dan 8 guru. Metode yang digunakan meliputi observasi, pengembangan sistem, pelatihan guru, dan implementasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif berbasis CNN mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa sebesar 31%, dari 59% menjadi 90%. Guru menyatakan bahwa media ini mempermudah penyampaian materi dan meningkatkan antusiasme belajar siswa. Selain itu, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran meningkat secara signifikan, disertai dengan dukungan aktif dari orang tua. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknologi deep learning memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di MI. Penerapan media berbasis CNN dapat menjadi solusi inovatif untuk menjawab tantangan pendidikan dasar di era digital, sekaligus mendorong transformasi metode pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan.

Implementasi media pembelajaran interaktif berbasis deep learning di MI Krandegan 1 Gandusari secara signifikan meningkatkan pemahaman konsep siswa hingga 31% dan memperkuat daya ingat melalui visualisasi audio‑visual yang konkret.Media tersebut juga mempermudah guru dalam menyampaikan materi kompleks, meningkatkan efisiensi waktu, serta memotivasi siswa untuk belajar secara lebih aktif dan mandiri, yang selanjutnya memperkuat keterlibatan orang tua dalam proses belajar di rumah.Berdasarkan hasil positif ini, disarankan agar media AI serupa diterapkan secara luas di MI lain dengan pelatihan berkelanjutan bagi guru dan integrasi ke kurikulum nasional.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas media pembelajaran interaktif berbasis CNN pada mata pelajaran selain IPA, seperti Bahasa Indonesia dan Matematika, dengan membandingkan peningkatan hasil belajar antar subjek pada siswa kelas III dan IV MI. Selanjutnya, diperlukan studi jangka panjang yang meneliti retensi pengetahuan dan kemampuan transfer konsep siswa setelah penggunaan media interaktif selama satu tahun, untuk mengetahui dampak berkelanjutan terhadap daya ingat dan penerapan materi dalam konteks kehidupan sehari-hari. Selain itu, pengembangan sistem pembelajaran adaptif yang mempersonalisasi konten berdasarkan analisis kinerja individu siswa dapat dieksplorasi, dengan menguji apakah pendekatan adaptif tersebut dapat meningkatkan motivasi, partisipasi, dan hasil belajar lebih tinggi dibandingkan media CNN statis yang telah ada. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang penerapan teknologi AI dalam pendidikan dasar, serta membantu merumuskan kebijakan pelatihan guru, strategi pendukung, dan integrasi kurikulum yang lebih efektif.

Read online
File size334.34 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test