STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI

JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)

Kondisi dari kualitas sumber daya manusia itu sendiri dicetak dari proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena kondisi pendidikan di daerah terpencil di Kabupaten Jember yang jauh dari sudut keramaian kota dan pemerintahan. Metode penelitian yang digunakan termasuk jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus dengan mengumpulkan sumber data secara primer maupun sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dokumentasi serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya kondisi pendidikan di daerah terpencil Dusun Bandealit memiliki akses pendidikan berupa aksesibilitas jalan yang sulit dilalui, sarana-prasarana pendidikan yang kurang lengkap dan ada juga mengalami kerusakan, serta bantuan pemerintah terkait beasiswa pendidikan tidak merata di wilayah ini. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan bisa segera menuntaskan problematika pendidikan di daerah terpencil ini untuk mengatasi putus sekolah dan memperbaiki mutu pendidikan hingga akhirnya melahirkan generasi muda yang unggul.

Pendidikan merupakan faktor penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang mapan, namun kondisi pendidikan di wilayah terpencil Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember masih kurang mendapatkan perhatian pemerintah sehingga terjadi ketertinggalan dibandingkan sekolah lain.Akses pendidikan terhambat oleh jalan yang sulit dilalui, jauh dari SMA, serta sarana dan prasarana yang tidak memadai seperti tidak adanya laboratorium IPA, laboratorium komputer, dan buku perpustakaan yang lengkap, yang bersama dengan kondisi ekonomi masyarakat menyebabkan tingginya angka putus sekolah.Oleh karena itu, diperlukan intervensi pemerintah segera berupa perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas sekolah, dan penyediaan beasiswa pendidikan agar siswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa beban ekonomi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi sejauh mana penggunaan platform pembelajaran digital dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah terpencil dengan infrastruktur fisik yang terbatas, sehingga dapat memberikan alternatif akses belajar bagi siswa. Selain itu, diperlukan studi tentang model pembiayaan berbasis komunitas yang melibatkan warga setempat untuk mendanai perbaikan infrastruktur sekolah, guna menilai keberlanjutan dan efektivitas mekanisme tersebut dalam mengurangi kesenjangan fasilitas. Selanjutnya, penelitian tentang efektivitas program pelatihan guru yang dirancang khusus untuk kelas multi‑grade di daerah terpencil dapat memberikan insight mengenai peningkatan kompetensi pengajar dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Ketiga arah studi tersebut diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan pendidikan di wilayah 3T.

Read online
File size464.02 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test