STAINUSANTARASTAINUSANTARA

Jurnal Ikhtibar NusantaraJurnal Ikhtibar Nusantara

Dalam upaya meningkatkan kedisiplinan guru, peran kepala madrasah sebagai pengawas melalui supervisi akademik sangat berpengaruh. Kepala sekolah diharapkan mampu memanfaatkan dan mengatasi bersama segala permasalahan yang terjadi di sekolah, sehingga kepemimpinan dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) supervisi akademik dalam penyiapan program madrasah. (2) kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru MIN 11 Kabupaten Aceh Tengah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) supervisi akademik dalam penyiapan program dilakukan pada awal tahun ajaran, melibatkan guru. Program supervisi akademik disiapkan berdasarkan masalah dan kebutuhan guru. (2) Kepala MIN 11 Kabupaten Aceh Tengah memiliki kendala dalam meningkatkan kedisiplinan guru di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari etos kerja guru yang masih lemah, guru yang tinggal jauh dari sekolah, latar belakang pendidikan yang berbeda, sehingga kurang memiliki keterampilan administratif, baik administrasi guru maupun administrasi kelas. Diharapkan kepala sekolah dapat memberikan dorongan dan arahan dalam kinerjanya terkait kedisiplinan guru, komitmen guru, kemampuan guru, dan tanggung jawab guru secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kedisiplinan guru di sekolah.

Program ini dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan masalah yang dihadapi guru, sehingga keterlibatan mereka dalam pengembangan sangat penting.Program supervisi akademik mencakup semua aspek proses belajar, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.Dengan program ini, diharapkan kemampuan profesional guru dapat ditingkatkan, sehingga kualitas belajar di madrasah menjadi lebih baik dan efektif.Selain itu, kepala sekolah menghadapi berbagai kendala dalam upayanya meningkatkan kedisiplinan guru.Beberapa kendala utama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kurangnya staf pengajar yang memiliki keahlian di bidang tertentu, guru yang tinggal jauh dari madrasah, dan fasilitas serta infrastruktur terbatas untuk mendukung pembelajaran.Faktor lain yang mempengaruhi kedisiplinan guru adalah etos kerja yang lemah, yang menyebabkan kurangnya kesiapan dalam melaksanakan tugas mengajar secara optimal.Kendala-kendala ini menjadi tantangan bagi kepala sekolah dalam menegakkan disiplin dan memastikan proses belajar berjalan dengan baik.Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, kepala sekolah mengambil langkah-langkah strategis.Salah satunya adalah menyelenggarakan pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi guru untuk meningkatkan kompetensi di bidang studi masing-masing.Selain itu, kepala madrasah juga mendorong sistem pengajaran tim, di mana guru dapat bekerja sama dalam mengajar untuk saling melengkapi kekurangan dalam penguasaan materi pelajaran.Program Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) juga dilaksanakan sebagai forum bagi guru untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan meningkatkan profesionalisme.Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kendala yang dihadapi dalam supervisi akademik dan peningkatan kedisiplinan guru dapat diminimalkan, sehingga kualitas pendidikan di MIN 11 Aceh Tengah dapat terus berkembang.

Berdasarkan hasil penelitian, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut strategi-strategi inovatif yang dapat diterapkan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan guru, seperti sistem reward dan punishment yang efektif. 2. Meneliti dampak dari supervisi akademik terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah, dengan fokus pada aspek-aspek seperti peningkatan metode mengajar guru dan evaluasi proses belajar. 3. Menganalisis peran dan kontribusi guru dalam proses supervisi akademik, serta bagaimana supervisi dapat menjadi sarana pengembangan profesionalisme guru. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang peran kepala sekolah dan supervisi akademik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah, serta strategi-strategi konkret untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi.

Read online
File size243.22 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test